๐Ÿ“Š

Kalkulator BEP (Break Even Point)

Hitung titik impas usaha dalam unit dan rupiah. Analisis contribution margin dan margin of safety.

KEUANGAN

Kalkulator BEP (Break Even Point) menghitung titik impas usaha Anda โ€” kapan pendapatan menutup seluruh biaya.

Menampilkan BEP dalam unit dan rupiah, contribution margin, CM ratio, dan margin of safety. Dilengkapi grafik visual titik impas dan tabel profit pada berbagai volume penjualan.

Kalkulator Break Even Point (BEP)

Hitung titik impas (Break Even Point) dalam unit dan rupiah. Tentukan berapa unit harus terjual agar bisnis tidak rugi.

Sewa, gaji tetap, listrik dasar, cicilan โ€” biaya yang tidak berubah walau produksi nol.
Bahan baku, komisi, ongkos kirim per unit.
Harga harus lebih besar dari biaya variabel.
Isi jika ingin tahu berapa unit untuk mencapai laba tertentu.

Tentang Break Even Point

Break Even Point (BEP) atau titik impas adalah jumlah penjualan di mana total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga laba = 0. Di bawah BEP bisnis merugi, di atas BEP bisnis untung.

BEP (unit) = Biaya Tetap รท (Harga Jual โˆ’ Biaya Variabel)
BEP (Rp) = BEP unit ร— Harga Jual
Unit Target = (Biaya Tetap + Target Laba) รท CM

Contribution Margin (CM)adalah selisih antara harga jual dan biaya variabel per unit. CM inilah yang โ€œmenanggungโ€ biaya tetap โ€” setelah biaya tetap tertutup, CM menjadi laba murni.

CM Ratio menunjukkan persentase setiap rupiah penjualan yang tersisa setelah menutup biaya variabel. CM Ratio 40% artinya setiap Rp 1.000 penjualan, Rp 400 tersedia untuk menutup biaya tetap dan laba.

Margin of Safety (MoS) adalah jarak antara penjualan aktual (atau target) dan titik BEP, dinyatakan dalam persentase. MoS 30% artinya penjualan boleh turun 30% sebelum bisnis merugi. Semakin besar MoS, semakin aman bisnis dari risiko penurunan penjualan.

MoS โ‰ฅ 30%
Aman & sehat
MoS 15โ€“29%
Perlu waspada
MoS < 15%
Risiko tinggi

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Masukkan biaya tetap (fixed cost) per bulan: sewa, gaji tetap, listrik, depresiasi - biaya yang tidak berubah dengan volume penjualan.
  2. Isi harga jual per unit produk dalam rupiah.
  3. Masukkan biaya variabel per unit (variable cost): bahan baku, kemasan, komisi - biaya yang naik proporsional dengan unit terjual.
  4. Tekan Hitung untuk BEP dalam unit, BEP dalam rupiah, contribution margin per unit, dan CM ratio.
  5. Geser slider 'target laba' untuk simulasi: berapa unit harus terjual agar dapat profit Rp X juta?
  6. Lihat grafik visual: garis biaya tetap, garis pendapatan, garis biaya total - titik perpotongan adalah BEP.
  7. Tip: jika BEP terlalu tinggi, opsi: (1) naikkan harga jual, (2) turunkan biaya variabel, (3) potong biaya tetap, atau (4) kombinasi ketiganya.

Break Even Point

BEP (unit) = Biaya Tetap รท (Harga Jual - Biaya Variabel per Unit)
  • BEP (rupiah) = BEP (unit) ร— Harga Jual
  • Contribution Margin (CM) = Harga Jual - Biaya Variabel per Unit
  • CM Ratio = CM รท Harga Jual (%)
  • BEP dengan target laba: (Biaya Tetap + Target Laba) รท CM per unit
  • Margin of Safety = (Penjualan Aktual - BEP) รท Penjualan Aktual

Asumsi: harga jual konstan, biaya variabel linear, semua produksi terjual.

Contoh: Warung kopi: sewa Rp 5 juta/bulan, kopi Rp 25.000/cup, HPP Rp 8.000/cup

Diketahui:
  • Biaya tetap = Rp 5.000.000/bulan
  • Harga jual = Rp 25.000/cup
  • Biaya variabel = Rp 8.000/cup (kopi bubuk, susu, gula, kemasan)
Langkah:
  1. Contribution Margin: 25.000 - 8.000 = Rp 17.000/cup.
  2. CM Ratio: 17.000/25.000 = 68%.
  3. BEP unit: 5.000.000 รท 17.000 = 294 cup/bulan โ‰ˆ 10 cup/hari.
  4. BEP rupiah: 294 ร— 25.000 = Rp 7.353.000/bulan.
  5. Target laba Rp 3 juta: (5.000.000 + 3.000.000) รท 17.000 = 471 cup โ‰ˆ 16 cup/hari.
  6. Margin of Safety pada 500 cup/bulan: (500-294)/500 = 41,2%.

Hasil: Butuh jual 10 cup/hari untuk impas. 16 cup/hari untuk profit Rp 3 juta. Bisnis aman di atas 294 cup.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda fixed cost dan variable cost?
Fixed cost (biaya tetap) tidak berubah dalam jangka pendek meski volume berubah: sewa toko, gaji pegawai tetap, asuransi, depresiasi alat, langganan software. Variable cost berubah proporsional dengan volume: bahan baku, kemasan, komisi penjual, biaya pengiriman per pesanan, listrik produksi. Ada juga semi-variable (mis. listrik dengan biaya beban + pemakaian). Pisahkan dengan benar untuk hitung BEP akurat.
Bagaimana cara menurunkan BEP?
Empat strategi utama: (1) Naikkan harga - tapi hati-hati elastisitas demand; uji A/B test dulu. (2) Turunkan biaya variabel - negosiasi supplier, beli volume, ganti bahan tanpa korbankan kualitas. (3) Potong biaya tetap - sublease ruangan, otomasi proses, kurangi staf tetap dengan kontrak. (4) Tingkatkan mix produk margin tinggi. Target umum: turunkan BEP 20-30% dalam 6 bulan setelah evaluasi.
Apa itu Margin of Safety dan kenapa penting?
Margin of Safety = persentase penjualan di atas BEP. MoS 30% berarti penjualan bisa turun 30% sebelum rugi. MoS rendah (<10%) menandakan bisnis rentan - sedikit penurunan pasar bisa membuat rugi. Investor menyukai MoS >50% untuk bisnis defensif. Caranya naikkan MoS: turunkan BEP atau naikkan volume penjualan. UMKM disarankan target MoS minimal 25% untuk antisipasi musim sepi.
Apakah BEP berlaku untuk bisnis jasa?
Ya, dengan modifikasi. Untuk jasa, 'unit' bisa berupa jam billable, klien, atau proyek. Contoh konsultan: biaya tetap Rp 10 juta/bulan (kantor + tools), tarif Rp 500.000/jam, biaya variabel Rp 50.000/jam (transport). CM = 450.000/jam, BEP = 22 jam/bulan โ‰ˆ 5 jam/minggu. Untuk SaaS, gunakan MRR (Monthly Recurring Revenue) dan churn rate. Bisnis jasa biasanya BEP lebih rendah karena biaya variabel kecil.
Apa keterbatasan analisis BEP?
Asumsi BEP: harga jual konstan (tidak ada diskon volume), biaya variabel linear, semua diproduksi terjual, biaya tetap konstan. Realitas: ada economy of scale (biaya variabel turun saat volume naik), promosi diskon, inventory tak terjual, dan biaya tetap bisa berubah (sewa naik). BEP cocok untuk planning awal dan single-product. Untuk multi-produk, gunakan weighted average CM atau analisis profit per produk.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026