Kalkulator BMI Anak dan Remaja dirancang khusus untuk mengukur indeks massa tubuh anak usia 2-18 tahun.
Berbeda dengan BMI dewasa, BMI anak mempertimbangkan usia dan jenis kelamin karena komposisi lemak tubuh berubah seiring pertumbuhan. Hasil disesuaikan dengan standar pertumbuhan WHO.
Informasi kalkulator
๐ Cara menggunakan kalkulator ini
- Pilih jenis kelamin anak (laki-laki atau perempuan) karena standar pertumbuhan WHO berbeda untuk tiap gender.
- Masukkan usia anak dalam tahun dan bulan (contoh: 7 tahun 4 bulan). Kalkulator hanya valid untuk usia 2-18 tahun.
- Masukkan berat badan dalam kilogram (kg) dengan 1 angka desimal, misal 22.5 kg, idealnya ditimbang pagi setelah buang air.
- Masukkan tinggi badan dalam sentimeter (cm). Untuk anak di bawah 2 tahun gunakan panjang badan terlentang, di atas 2 tahun gunakan tinggi berdiri.
- Klik Hitung untuk melihat nilai BMI dan persentilnya terhadap kurva pertumbuhan WHO/CDC.
- Baca kategori: underweight (<persentil 5), normal (5-85), overweight (85-95), obesitas (>95). Konsultasikan ke dokter anak jika hasil di luar rentang normal.
๐งฎ Body Mass Index (BMI) Anak dengan Persentil WHO
BMI = berat (kg) / tinggi^2 (m^2), lalu BMI diplot pada kurva persentil sesuai usia dan jenis kelamin
- Berat = massa tubuh dalam kilogram
- Tinggi = tinggi badan dalam meter (cm dibagi 100)
- Persentil = posisi anak dibanding 100 anak seusia dan sejenis kelamin
Untuk anak, BMI absolut tidak cukup. WHO Growth Reference 2007 untuk 5-19 tahun dan WHO Child Growth Standards untuk 0-5 tahun digunakan sebagai acuan persentil.
๐ก Contoh: Anak laki-laki usia 8 tahun
Diketahui:- Usia = 8 tahun 0 bulan
- Jenis kelamin = laki-laki
- Berat = 28 kg
- Tinggi = 128 cm = 1.28 m
Langkah:- Kuadratkan tinggi: 1.28 x 1.28 = 1.6384 m^2
- Hitung BMI: 28 / 1.6384 = 17.09 kg/m^2
- Plot pada kurva WHO BMI-for-age boys 8 tahun: nilai 17.09 jatuh sekitar persentil 75
- Persentil 75 berada dalam rentang 5-85 (kategori normal)
Hasil: BMI 17.09 (persentil 75) - status gizi normal, berat sesuai usia dan tinggi.
โ Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa BMI anak tidak pakai patokan dewasa 18.5-24.9?
Komposisi tubuh anak berubah drastis seiring pertumbuhan, dan lemak tubuh wajar berbeda antara anak 5 tahun dan remaja 15 tahun. Karena itu BMI anak diinterpretasi pakai persentil yang membandingkan dengan populasi seusia dan sejenis kelamin. Patokan dewasa 18.5-24.9 akan salah kategori untuk hampir semua anak.
Apa beda kurva WHO dengan kurva CDC dan Kemenkes?
WHO Growth Standards dibuat dari studi multinasional 2006 dan jadi rujukan global untuk anak 0-5 tahun. Untuk 5-19 tahun ada WHO Growth Reference 2007. CDC pakai data populasi Amerika. Kemenkes Indonesia melalui Permenkes Nomor 2 Tahun 2020 mengadopsi standar WHO untuk pemantauan pertumbuhan di Posyandu dan Puskesmas.
Anak saya gemuk tapi aktif olahraga, apakah hasil BMI tinggi berarti obesitas?
BMI tidak membedakan massa otot dan lemak. Anak yang aktif berolahraga (renang, sepak bola) bisa punya BMI tinggi karena massa otot, bukan lemak. Jika BMI di kategori overweight tapi anak aktif, sehat, dan tidak ada lingkar pinggang berlebih, biasanya bukan masalah. Konsultasi dokter untuk pengukuran lemak tubuh lebih akurat (skinfold atau bioimpedance).
Kapan harus khawatir dengan BMI anak?
Jika BMI di bawah persentil 5 (underweight) selama 2 pengukuran berturut-turut, atau di atas persentil 95 (obesitas), segera konsultasi dokter anak. Tanda bahaya tambahan: penurunan berat mendadak, lingkar pinggang membesar cepat, perubahan pola makan ekstrem. Stunting (tinggi pendek untuk usia) juga harus dievaluasi, terutama pada anak balita.
Berapa kali sebaiknya BMI anak dihitung ulang?
Untuk balita ikuti jadwal Posyandu bulanan. Anak usia sekolah cukup 3-6 bulan sekali kecuali ada indikasi medis. Pengukuran yang terlalu sering tidak memberi informasi tambahan karena pertumbuhan berlangsung gradual. Catat hasil di buku KIA atau aplikasi pemantauan agar tren bisa dievaluasi dokter.
๐ Sumber & referensi
Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026