Kalkulator Berat Badan Bayi mengecek apakah berat bayi Anda (0-24 bulan) sesuai standar pertumbuhan WHO.
Membandingkan berat badan dengan median, -2SD, dan +2SD WHO berdasarkan usia dan jenis kelamin. Klasifikasi gizi buruk, kurang, normal, atau lebih.
Disklaimer: Untuk pemantauan pertumbuhan lengkap, kunjungi Posyandu atau dokter anak secara rutin. .
Informasi kalkulator
๐ Cara menggunakan kalkulator ini
- Pilih jenis kelamin bayi (laki-laki atau perempuan) karena kurva pertumbuhan WHO berbeda untuk masing-masing.
- Masukkan usia bayi dalam bulan, dari 0 sampai 24 bulan. Untuk bayi di bawah 1 bulan, gunakan nilai 0.
- Masukkan berat badan dalam kilogram dengan satu desimal, misalnya 7.4 kg. Timbang bayi tanpa pakaian dan popok untuk akurasi.
- Tekan Hitung untuk membandingkan hasil dengan median WHO (-2SD, median, +2SD).
- Periksa klasifikasi gizi yang muncul: gizi buruk (<-3SD), gizi kurang (-3 sampai -2SD), normal (-2 sampai +2SD), atau berat lebih (>+2SD).
- Catat hasilnya di buku KIA dan bandingkan tren tiap bulan. Tip: konsultasikan ke posyandu atau dokter anak bila hasil di luar normal selama dua kali penimbangan berturut-turut.
๐งฎ Z-score WHO (Weight-for-Age)
Z = (BB anak - Median WHO) / SD WHO
- BB anak = berat badan aktual (kg)
- Median WHO = berat median pada usia dan jenis kelamin yang sama (kg)
- SD WHO = standar deviasi (selisih -2SD atau +2SD dengan median, dibagi 2)
Klasifikasi WHO: Z < -3 gizi buruk, -3 <= Z < -2 gizi kurang, -2 <= Z <= 2 normal, Z > 2 risiko berat lebih.
๐ก Contoh: Bayi laki-laki usia 12 bulan, berat 8.5 kg
Diketahui:- Jenis kelamin = laki-laki
- Usia = 12 bulan
- Berat = 8.5 kg
- Median WHO usia 12 bulan = 9.6 kg
- -2SD = 7.7 kg, +2SD = 12.0 kg
Langkah:- Hitung SD: (12.0 - 9.6) / 2 = 1.2 kg
- Z-score = (8.5 - 9.6) / 1.2 = -0.92
- Karena -2 < -0.92 < +2, bayi tergolong gizi normal.
Hasil: Status gizi normal dengan Z-score -0.92, berat masih dalam batas standar WHO untuk usia 12 bulan.
โ Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda kurva WHO dan grafik CDC?
WHO dirilis tahun 2006 berdasarkan studi multietnis terhadap bayi yang disusui eksklusif dari 6 negara, termasuk Indonesia. CDC 2000 berbasis populasi Amerika Serikat dengan campuran ASI dan susu formula. Kemenkes RI dan IDAI merekomendasikan kurva WHO untuk anak 0-5 tahun, sementara CDC dipakai untuk usia di atas 2 tahun pada beberapa kasus.
Apakah kalkulator ini bisa mendiagnosis stunting?
Tidak. Stunting dinilai dari tinggi atau panjang badan menurut umur (TB/U), bukan berat. Kalkulator ini hanya menilai berat menurut umur (BB/U) yang menggambarkan status gizi akut. Untuk skrining stunting, perlu juga pengukuran panjang badan berbaring untuk anak <2 tahun atau tinggi berdiri untuk anak >=2 tahun.
Kenapa bayi laki-laki dan perempuan punya standar berbeda?
WHO menemukan bayi laki-laki cenderung lebih berat 0.3-0.7 kg dibanding perempuan pada usia yang sama akibat perbedaan komposisi otot dan hormon. Karena itu kurva pertumbuhan dipisah agar penilaian status gizi lebih akurat dan tidak salah memvonis bayi perempuan sebagai berat kurang.
Bagaimana jika bayi prematur?
Untuk bayi prematur, gunakan usia koreksi sampai usia 24 bulan. Caranya: usia kronologis dikurangi jumlah minggu kelahiran prematur sebelum 40 minggu. Misalnya bayi lahir 32 minggu sekarang berusia 6 bulan, maka usia koreksinya 6 - 2 = 4 bulan. Konsultasi ke dokter anak untuk monitoring khusus.
Seberapa sering perlu menimbang bayi?
Kemenkes menganjurkan penimbangan rutin di posyandu setiap bulan untuk anak 0-59 bulan. Pada masa krusial 0-6 bulan, penimbangan ideal dilakukan tiap 2 minggu. Naik berat badan minimal yang dianjurkan WHO: 800 g/bulan pada bulan 1, 600 g/bulan pada bulan 2-3, dan 400 g/bulan pada bulan 4-6.
๐ Sumber & referensi
Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026