๐Ÿฉบ

Kalkulator Tekanan Darah

Cek kategori tekanan darah (normal, prehipertensi, hipertensi), hitung MAP, pantau riwayat, dan lihat referensi AHA.

KESEHATAN

Kalkulator tekanan darah untuk memeriksa kategori tekanan darah Anda berdasarkan pedoman AHA (American Heart Association).

Empat tab: cek tekanan darah (kategori + gauge visual), riwayat & rata-rata (hingga 10 pengukuran), MAP (Mean Arterial Pressure), dan referensi lengkap.

Disklaimer: Bukan pengganti diagnosis medis. Konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi tekanan darah. .

Kalkulator Tekanan Darah

Periksa kategori tekanan darah Anda, hitung rata-rata pembacaan, dan analisis MAP berdasarkan pedoman AHA.

Masukkan tekanan darah sistolik dan diastolik untuk mengetahui kategori tekanan darah Anda.

Bukan pengganti diagnosis medis. Konsultasikan dengan dokter.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Istirahat duduk tenang minimal 5 menit sebelum mengukur, kosongkan kandung kemih, dan jangan merokok/kafein 30 menit sebelumnya.
  2. Duduk dengan punggung disangga, kaki rata di lantai (tidak menyilang), lengan disangga setinggi jantung dengan manset di lengan atas (1-2 cm di atas siku).
  3. Lakukan 2-3 pengukuran berjarak 1-2 menit, masukkan angka sistolik (atas) dan diastolik (bawah) dalam mmHg ke kalkulator.
  4. Klik hitung untuk melihat kategori tekanan darah sesuai pedoman AHA: normal (<120/80), elevated (120-129/<80), hipertensi stage 1 (130-139/80-89), stage 2 (>=140/90), atau krisis (>180/120).
  5. Gunakan tab MAP (Mean Arterial Pressure) untuk menghitung tekanan rata-rata: MAP = diastolik + (sistolik - diastolik)/3.
  6. Tip: Catat hasil di tab riwayat selama 7 hari (pagi dan malam) untuk melihat tren, bukan dari satu pengukuran saja.

Kategori Tekanan Darah AHA dan MAP

Normal: SBP <120 DAN DBP <80 | Elevated: SBP 120-129 DAN DBP <80 | Hipertensi Stage 1: SBP 130-139 ATAU DBP 80-89 | Hipertensi Stage 2: SBP >=140 ATAU DBP >=90 | Krisis: SBP >180 ATAU DBP >120 | MAP = DBP + (SBP - DBP)/3 | Pulse Pressure = SBP - DBP
  • SBP = Systolic Blood Pressure (mmHg), tekanan saat jantung berkontraksi
  • DBP = Diastolic Blood Pressure (mmHg), tekanan saat jantung relaksasi
  • MAP = Mean Arterial Pressure (mmHg), rata-rata tekanan dalam siklus jantung (normal 70-100)
  • Pulse Pressure = selisih sistolik dan diastolik (normal 40-60 mmHg)

Pedoman AHA/ACC 2017 menurunkan threshold hipertensi dari 140/90 menjadi 130/80. WHO masih menggunakan 140/90. Hipertensi terkonfirmasi memerlukan minimal 2 pengukuran terpisah pada 2 kunjungan berbeda.

Contoh: Pasien dengan pengukuran 138/88 mmHg

Diketahui:
  • Tekanan sistolik: 138 mmHg
  • Tekanan diastolik: 88 mmHg
  • Usia: 50 tahun
Langkah:
  1. Cek kategori: SBP 138 berada di rentang 130-139 DAN DBP 88 di rentang 80-89
  2. Klasifikasi AHA: Hipertensi Stage 1 (membutuhkan modifikasi gaya hidup dan kemungkinan obat)
  3. Hitung MAP: 88 + (138 - 88)/3 = 88 + 50/3 = 88 + 16.67 = 104.67 mmHg
  4. MAP 104.67 berada sedikit di atas normal (70-100), menunjukkan beban kerja jantung meningkat
  5. Pulse Pressure: 138 - 88 = 50 mmHg (masih dalam rentang normal 40-60)

Hasil: Hipertensi Stage 1. MAP 104.67 mmHg (sedikit tinggi). Disarankan konsultasi dokter, modifikasi pola makan (DASH diet), olahraga teratur, kurangi garam.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda tekanan darah sistolik dan diastolik?
Tekanan sistolik (angka atas) adalah tekanan di pembuluh arteri saat jantung berkontraksi memompa darah keluar, normal di bawah 120 mmHg. Tekanan diastolik (angka bawah) adalah tekanan saat jantung relaksasi mengisi darah kembali, normal di bawah 80 mmHg. Kedua angka sama penting; sistolik meningkat lebih jelas pada lansia akibat kekakuan arteri, sedangkan diastolik lebih relevan pada usia muda.
Apakah pedoman AHA 130/80 berlaku di Indonesia?
Indonesia menggunakan pedoman Perhimpunan Hipertensi Indonesia (PERHI) yang masih mengacu threshold 140/90 mmHg untuk diagnosis hipertensi, sejalan dengan WHO dan ESC Eropa. Pedoman AHA/ACC 2017 yang menurunkan ke 130/80 lebih ketat dan banyak diadopsi di Amerika. Konsultasikan dengan dokter karena keputusan terapi mempertimbangkan faktor risiko kardiovaskular total, bukan hanya angka tekanan darah.
Bagaimana cara mengukur tekanan darah yang benar di rumah?
Gunakan tensimeter digital lengan atas (validated, bukan pergelangan), istirahat 5 menit sebelum mengukur, duduk dengan punggung disangga dan kaki tidak menyilang, lengan setinggi jantung. Lakukan 2-3 pengukuran berjarak 1-2 menit dan ambil rata-rata dari pengukuran ke-2 dan ke-3. Hindari berbicara, kafein, atau rokok 30 menit sebelumnya. Catat di pagi dan malam selama 7 hari sebelum kontrol dokter.
Apa itu hipertensi white coat dan masked hypertension?
White coat hypertension adalah kondisi tekanan darah tinggi hanya di klinik akibat kecemasan (sekitar 15-30% kasus), padahal normal di rumah. Masked hypertension kebalikannya: normal di klinik tapi tinggi di luar (10-15% populasi), berisiko karena sering tidak terdeteksi. Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) 24 jam atau Home Blood Pressure Monitoring (HBPM) 7 hari adalah cara membedakan dan mendiagnosis kedua kondisi ini.
Bagaimana cara menurunkan tekanan darah tanpa obat?
Modifikasi gaya hidup terbukti efektif: kurangi konsumsi garam (target <2300 mg natrium/hari, ideal <1500 mg), diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) tinggi sayur buah dan rendah lemak jenuh, olahraga aerobik 150 menit/minggu, turunkan berat badan jika overweight (setiap 1 kg turun ~1 mmHg), batasi alkohol, berhenti merokok, kelola stres dengan meditasi atau yoga, tidur cukup 7-9 jam. Penurunan 5-10 mmHg dapat dicapai dengan kombinasi intervensi ini.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026