๐Ÿฉธ

Kalkulator Gula Darah

Cek kadar gula darah (puasa, 2 jam PP, HbA1c), konversi mg/dL ke mmol/L, target HbA1c, dan referensi WHO/ADA.

KESEHATAN

Kalkulator gula darah untuk memeriksa kadar glukosa dan risiko diabetes berdasarkan standar WHO/ADA.

Empat tab: cek gula darah (puasa, 2 jam PP, HbA1c), konversi satuan (mg/dL โ†” mmol/L), target HbA1c, dan referensi klasifikasi lengkap.

Disklaimer: Bukan pengganti diagnosis medis. Konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi kadar gula darah. .

Kalkulator Gula Darah

Cek kategori gula darah Anda, konversi satuan, analisis HbA1c, dan lihat referensi berdasarkan pedoman WHO/ADA.

Masukkan kadar gula darah dan jenis tes untuk mengetahui klasifikasi Anda.

Bukan pengganti diagnosis medis. Konsultasikan dengan dokter.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Pilih jenis tes: gula darah puasa (GDP, setelah puasa 8 jam), 2 jam setelah makan (GD2PP), gula darah sewaktu (GDS), atau HbA1c (rata-rata 3 bulan).
  2. Masukkan hasil pengukuran dalam mg/dL (standar Indonesia) atau mmol/L (standar internasional, gunakan tab konversi jika perlu).
  3. Klik hitung untuk melihat kategori sesuai pedoman PERKENI/ADA: normal, prediabetes, atau diabetes.
  4. Untuk HbA1c, masukkan persentase (%) - normal <5.7%, prediabetes 5.7-6.4%, diabetes >=6.5%.
  5. Gunakan tab konversi untuk mengubah satuan: mg/dL ke mmol/L = nilai / 18.018, atau HbA1c ke eAG (estimated Average Glucose).
  6. Tip: Test rutin disarankan tahunan untuk usia >35 atau memiliki faktor risiko (obesitas, riwayat keluarga diabetes, hipertensi).

Klasifikasi Gula Darah dan Konversi (ADA/PERKENI)

Normal GDP: <100 mg/dL | Prediabetes GDP: 100-125 mg/dL | Diabetes GDP: >=126 mg/dL | Normal GD2PP: <140 | Prediabetes GD2PP: 140-199 | Diabetes GD2PP: >=200 | Normal HbA1c: <5.7% | Prediabetes: 5.7-6.4% | Diabetes: >=6.5% | Konversi: mmol/L = mg/dL / 18.018 | eAG = (28.7 x HbA1c%) - 46.7
  • GDP = Gula Darah Puasa (8 jam tidak makan)
  • GD2PP = Gula Darah 2 jam Post Prandial (setelah makan)
  • GDS = Gula Darah Sewaktu (tanpa puasa)
  • HbA1c = Hemoglobin terglikasi (% sel darah merah)
  • eAG = estimated Average Glucose (mg/dL) ekuivalen dengan HbA1c
  • Diabetes GDS: >=200 mg/dL dengan gejala klasik (polidipsi, poliuri, polifagia)

Diagnosis diabetes memerlukan 2 hasil tes abnormal di waktu berbeda. HbA1c kurang akurat pada anemia, hemoglobinopati, atau gagal ginjal kronik. Gunakan plasma vena untuk hasil terstandar (bukan kapiler jari).

Contoh: Pasien dengan GDP 118 mg/dL dan HbA1c 6.1%

Diketahui:
  • Gula Darah Puasa (GDP): 118 mg/dL
  • HbA1c: 6.1%
  • Usia: 45 tahun, BMI 28 (overweight)
Langkah:
  1. Cek kategori GDP: 118 mg/dL berada di rentang 100-125, masuk Prediabetes (IFG - Impaired Fasting Glucose)
  2. Cek HbA1c: 6.1% di rentang 5.7-6.4%, konfirmasi Prediabetes
  3. Konversi GDP ke mmol/L: 118 / 18.018 = 6.55 mmol/L (di atas normal 5.6 mmol/L)
  4. Hitung eAG dari HbA1c: (28.7 x 6.1) - 46.7 = 175.07 - 46.7 = 128.4 mg/dL (rata-rata 3 bulan)
  5. Risiko: tanpa intervensi, 5-10% prediabetes berkembang menjadi diabetes per tahun

Hasil: Prediabetes (IFG + HbA1c elevated). eAG 128 mg/dL. Disarankan turun BB 5-7%, olahraga 150 menit/minggu, kurangi karbohidrat sederhana, cek ulang dalam 3-6 bulan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan GDP, GD2PP, GDS, dan HbA1c?
GDP (Gula Darah Puasa) diukur setelah puasa 8 jam, menggambarkan kontrol gula basal. GD2PP diukur 2 jam setelah makan, melihat respons tubuh terhadap glukosa. GDS dapat diambil kapan saja, untuk skrining cepat. HbA1c mencerminkan rata-rata gula darah 2-3 bulan terakhir karena mengukur persentase hemoglobin yang berikatan dengan glukosa. HbA1c paling stabil dan tidak terpengaruh kondisi sesaat seperti stres atau makanan.
Apa itu prediabetes dan bisakah disembuhkan?
Prediabetes adalah kondisi gula darah lebih tinggi dari normal namun belum mencapai kriteria diabetes, ditandai GDP 100-125 mg/dL, GD2PP 140-199 mg/dL, atau HbA1c 5.7-6.4%. Tanpa intervensi, 5-10% prediabetes berkembang menjadi diabetes per tahun. Kabar baiknya, prediabetes dapat dibalik dengan penurunan berat badan 5-7%, diet rendah kalori, dan olahraga 150 menit/minggu, terbukti menurunkan risiko diabetes hingga 58% (Diabetes Prevention Program study).
Berapa target HbA1c untuk penderita diabetes?
Target HbA1c menurut ADA dan PERKENI bersifat individual: umumnya <7% untuk dewasa diabetes tipe 2 tanpa komplikasi, <6.5% untuk pasien muda baru terdiagnosis tanpa komorbiditas, dan <8% untuk lansia atau penderita dengan riwayat hipoglikemia berat, komplikasi vaskular lanjut, atau harapan hidup terbatas. Setiap penurunan HbA1c 1% mengurangi risiko komplikasi mikrovaskular 25-40%.
Bagaimana cara mempersiapkan tes gula darah puasa?
Puasa total 8-12 jam sebelum tes (hanya boleh minum air putih), hindari olahraga berat malam sebelumnya, tidak merokok pada pagi tes, dan tetap minum obat rutin kecuali ada instruksi khusus. Lakukan tes pagi hari (07.00-09.00) untuk hasil terstandar. Hindari stres berat dan kurang tidur karena dapat meningkatkan gula darah palsu. Konfirmasi dengan tes ulang jika hasil borderline.
Apakah gula darah normal sama untuk semua usia?
Target umum sama (GDP <100 mg/dL, HbA1c <5.7%) namun toleransi klinis berbeda. Anak dan dewasa muda dianjurkan lebih ketat. Lansia (>65 tahun) target dapat lebih longgar (HbA1c 7.5-8%) untuk menghindari risiko hipoglikemia yang berbahaya. Ibu hamil memiliki target khusus: GDP <95, GD2PP <120 mg/dL untuk mencegah komplikasi gestational diabetes. Bayi dan anak memerlukan pertimbangan dokter spesialis endokrin anak.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026