Kalkulator Tinggi Potensi Genetik memprediksi tinggi badan anak saat dewasa berdasarkan tinggi badan kedua orang tua.
Menggunakan rumus resmi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) yang memperhitungkan selisih rata-rata tinggi laki-laki dan perempuan. Hasilnya berupa rentang tinggi potensial (ยฑ8,5 cm dari titik tengah) yang dipengaruhi faktor genetik, nutrisi, dan lingkungan.
Disklaimer: Hasil prediksi bersifat estimasi. Konsultasikan dengan dokter anak untuk evaluasi pertumbuhan yang komprehensif. .
Informasi kalkulator
๐ Cara menggunakan kalkulator ini
- Pilih jenis kelamin anak (laki-laki atau perempuan).
- Masukkan tinggi badan ayah dalam sentimeter (cm).
- Masukkan tinggi badan ibu dalam sentimeter (cm).
- Klik hitung untuk melihat tinggi potensi genetik (TPG) anak saat dewasa.
- Lihat rentang tinggi potensial (ยฑ8,5 cm dari nilai tengah) sebagai estimasi realistis.
- Bandingkan dengan tinggi anak saat ini dan grafik pertumbuhan WHO/IDAI untuk evaluasi.
๐งฎ Tinggi Potensi Genetik (Tanner & IDAI)
TPG laki-laki = ((TB Ayah + TB Ibu + 13) / 2) ยฑ 8,5 cm; TPG perempuan = ((TB Ayah + TB Ibu - 13) / 2) ยฑ 8,5 cm
- TB Ayah = tinggi badan ayah biologis dalam cm
- TB Ibu = tinggi badan ibu biologis dalam cm
- Angka 13 cm = rata-rata selisih tinggi laki-laki dan perempuan dewasa
- ยฑ8,5 cm = rentang variasi normal (1 standar deviasi)
- Hasil ditampilkan sebagai rentang: nilai tengah ยฑ 8,5 cm
Rumus Tanner-Davies asli; IDAI menggunakan formula ini untuk skrining pertumbuhan anak Indonesia.
๐ก Contoh: Anak laki-laki dengan ayah 170 cm dan ibu 158 cm
Diketahui:- Jenis kelamin anak = Laki-laki
- Tinggi ayah = 170 cm
- Tinggi ibu = 158 cm
Langkah:- Penjumlahan tinggi orang tua + 13 (untuk laki-laki) = 170 + 158 + 13 = 341
- Bagi 2 = 341 / 2 = 170,5 cm (nilai tengah TPG)
- Rentang bawah = 170,5 - 8,5 = 162 cm
- Rentang atas = 170,5 + 8,5 = 179 cm
- TPG anak laki-laki: 162-179 cm (kemungkinan 95% berada di rentang ini)
- Untuk anak perempuan dari orang tua yang sama: (170+158-13)/2 = 157,5 cm, rentang 149-166 cm
Hasil: Tinggi potensi genetik anak laki-laki diperkirakan 170,5 cm (rentang 162-179 cm) saat dewasa.
โ Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah anak pasti mencapai tinggi potensi genetiknya?
Tidak selalu. TPG adalah potensi maksimal berdasarkan gen, tetapi pencapaian aktual dipengaruhi banyak faktor: gizi (terutama 1000 HPK), aktivitas fisik, tidur, status kesehatan, dan hormon. Menurut WHO dan IDAI, genetik berkontribusi 60-80% terhadap tinggi akhir, sisanya 20-40% faktor lingkungan. Anak stunting (panjang/tinggi <-2 SD) sulit mencapai TPG. Pastikan asupan protein hewani, kalsium, zinc, vitamin D cukup dan rutin cek tumbuh kembang ke Posyandu.
Kapan anak berhenti tumbuh tinggi?
Lempeng pertumbuhan (growth plate) di tulang panjang menutup setelah pubertas selesai. Perempuan biasanya berhenti tumbuh sekitar 14-16 tahun (2 tahun setelah menstruasi pertama). Laki-laki berhenti sekitar 16-18 tahun, beberapa hingga 21 tahun. Indikator selesai pubertas: rambut wajah penuh pada laki-laki, payudara penuh dan menstruasi reguler pada perempuan. Setelah growth plate menutup, pertambahan tinggi tidak mungkin lagi secara alami.
Apakah olahraga seperti basket dan renang bisa menambah tinggi?
Olahraga tidak langsung menambah tinggi melebihi potensi genetik, tapi bisa membantu mencapai TPG dengan optimal. Basket, renang, bersepeda, dan lompat tali merangsang hormon pertumbuhan (growth hormone) yang puncaknya saat tidur dalam dan latihan intens. Olahraga juga memperbaiki postur sehingga tinggi terlihat maksimal. Mitos olahraga 'menarik tulang' tidak benar; yang penting adalah stimulasi hormon dan nutrisi selama masa pertumbuhan.
Apa itu stunting dan bagaimana mencegahnya?
Stunting adalah gangguan pertumbuhan kronis di mana panjang/tinggi badan anak <-2 SD dari median WHO. Penyebab utama: kurang gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (sejak konsepsi hingga 2 tahun), infeksi berulang, dan sanitasi buruk. Prevalensi stunting Indonesia 21,5% (SSGI 2023), target 2026 turun ke 14%. Pencegahan: ASI eksklusif 6 bulan, MPASI bergizi, imunisasi lengkap, jamban sehat, dan pemantauan rutin di Posyandu/Puskesmas.
Apakah suntik hormon pertumbuhan aman dan efektif?
Terapi hormon pertumbuhan (rhGH) hanya direkomendasikan untuk kondisi medis tertentu: defisiensi hormon pertumbuhan, sindrom Turner, sindrom Prader-Willi, atau bayi SGA yang tidak catch-up. Tidak direkomendasikan untuk anak tinggi normal yang ingin lebih tinggi. Efek samping potensial: nyeri sendi, edema, peningkatan tekanan intrakranial, dan risiko diabetes. Biaya tinggi (Rp 5-15 juta/bulan, durasi 2-5 tahun) dan harus dengan resep dokter endokrin anak.
๐ Sumber & referensi
Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026