๐Ÿง’

Kalkulator Status Gizi Anak (Z-Score WHO)

Hitung status gizi anak lengkap berdasarkan WHO 2006: BB/U, TB/U, BB/TB, dan IMT/U dengan Z-score dan rekomendasi intervensi.

KESEHATAN

Kalkulator status gizi anak lengkap berdasarkan standar WHO 2006 untuk usia 0-60 bulan. Mencakup 4 indikator utama dan ringkasan terintegrasi.

Lima tab: BB/U (berat menurut umur), TB/U (tinggi menurut umur), BB/TB (berat menurut tinggi - deteksi wasting), IMT/U (IMT menurut umur), dan ringkasan status gizi (gizi buruk/kurang/baik/lebih/obesitas) dengan rekomendasi intervensi.

Disklaimer: Estimasi Z-score berdasarkan tabel WHO 2006. Konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi untuk diagnosis dan intervensi yang tepat. .

Penilaian status gizi anak balita (0-60 bulan) berdasarkan 4 indikator antropometri standar WHO 2006: BB/U, TB/U, BB/TB, dan IMT/U. Hasil tab Ringkasan menggabungkan keempat indikator untuk klasifikasi status gizi lengkap.

Berat Badan menurut Umur (Weight-for-Age). Mendeteksi berat badan kurang (underweight) atau berat berlebih.

0-60 bulan (5 tahun)

Tentang Status Gizi Anak

BB/U (Berat menurut Umur): mendeteksi underweight; gabungan sinyal gizi akut dan kronis.

TB/U (Tinggi menurut Umur): mendeteksi stunting akibat kekurangan gizi kronis sejak 1.000 hari pertama kehidupan.

BB/TB (Berat menurut Tinggi): mendeteksi wasting (gizi akut) dan kelebihan berat tanpa pengaruh usia.

IMT/U: indikator utama obesitas anak. Klasifikasi Z-score mengikuti standar WHO 2006.

Kalkulator ini menggunakan referensi WHO 2006 yang disederhanakan untuk skrining cepat. Hasil bukan diagnosis. Konsultasikan dengan dokter anak, ahli gizi, atau Posyandu untuk evaluasi mendalam dan tata laksana.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Pilih jenis kelamin anak (laki-laki/perempuan) karena standar WHO dipisah berdasarkan gender.
  2. Masukkan usia dalam bulan (0-60), berat badan dalam kg (1 desimal), dan tinggi/panjang dalam cm.
  3. Untuk anak <2 tahun (24 bulan), tinggi diukur berbaring (length); usia >2 tahun diukur berdiri (height).
  4. Pilih indikator yang ingin dihitung: BB/U, TB/U, BB/TB, atau IMT/U.
  5. Klik Hitung untuk Z-score, kategori status gizi, dan rekomendasi intervensi sesuai pedoman Kemenkes.
  6. Gunakan tab Ringkasan untuk melihat keempat indikator sekaligus dan klasifikasi terintegrasi (stunting + wasting + underweight).

Z-Score WHO Child Growth Standards (2006)

Z-score = ((value/M)^L - 1) / (L ร— S) jika L โ‰  0 ; Z-score = ln(value/M) / S jika L = 0
  • value = nilai antropometri anak (BB, TB, atau IMT)
  • L = parameter Box-Cox power (skewness)
  • M = median referensi WHO untuk usia/tinggi tertentu
  • S = coefficient of variation
  • Kategori: <-3 SD = sangat kurang/buruk; -3 s.d. -2 SD = kurang; -2 s.d. +1 SD = normal; +1 s.d. +2 SD = berisiko lebih; >+2 SD = lebih/obesitas

Stunting = TB/U <-2 SD. Wasting = BB/TB <-2 SD. Underweight = BB/U <-2 SD. Obesitas = IMT/U >+3 SD.

Contoh: Anak perempuan usia 24 bulan, BB 10 kg, TB 82 cm

Diketahui:
  • Jenis kelamin: Perempuan
  • Usia: 24 bulan
  • BB: 10.0 kg
  • TB: 82 cm
Langkah:
  1. Median BB/U perempuan 24 bln (M) = 11.5 kg; L = -0.1119; S = 0.10930
  2. Z BB/U = ((10/11.5)^(-0.1119) - 1) / (-0.1119 ร— 0.10930)
  3. = ((0.8696)^(-0.1119) - 1) / (-0.01223)
  4. = (1.01568 - 1) / (-0.01223) = -1.28 SD
  5. Median TB/U perempuan 24 bln = 85.7 cm, S = 0.04018, L = 1
  6. Z TB/U โ‰ˆ (82/85.7 - 1) / 0.04018 = -0.0432 / 0.04018 = -1.07 SD

Hasil: BB/U -1.28 SD = gizi baik (normal). TB/U -1.07 SD = normal. Status: tidak stunting, tidak underweight. Tetap pantau pertumbuhan tiap bulan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda stunting, wasting, dan underweight?
Stunting = pendek menurut umur (TB/U <-2 SD), indikator kekurangan gizi kronis terutama 1000 HPK. Wasting = kurus menurut tinggi (BB/TB <-2 SD), indikator gizi akut. Underweight = berat rendah menurut umur (BB/U <-2 SD), gabungan kronis-akut. Stunting permanen mempengaruhi IQ dan produktivitas dewasa.
Mengapa standar WHO dipakai, bukan standar lokal?
WHO Multicentre Growth Reference Study (2006) menunjukkan anak <5 tahun dari 6 negara (Brazil, Ghana, India, Norway, Oman, USA) memiliki pertumbuhan serupa jika diberi ASI eksklusif, MPASI adekuat, dan lingkungan sehat. Artinya, perbedaan tinggi antar bangsa lebih disebabkan gizi-lingkungan daripada genetik. Indonesia mengadopsi via Permenkes No. 2/2020.
Berapa target stunting nasional Indonesia?
Target prevalensi stunting Indonesia 2024 adalah 14% (turun dari 24.4% di 2021 menurut SSGI). Per 2023, angka berada di 21.5%. WHO menetapkan stunting <20% sebagai 'medium severity' dan <2.5% sebagai eliminated. Intervensi prioritas: 1000 HPK, ASI eksklusif 6 bulan, MPASI bergizi, dan sanitasi.
Apa yang harus dilakukan jika anak terdeteksi gizi kurang?
Segera rujuk ke Puskesmas atau Posyandu untuk konfirmasi dan PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Untuk gizi buruk (BB/TB <-3 SD) tanpa komplikasi, ikuti protokol F-75/F-100 atau RUTF (ready-to-use therapeutic food). Cek penyebab dasar: pola makan, infeksi kronis (TB, HIV), atau kelainan kongenital. Pantau BB mingguan.
Bagaimana mengukur tinggi/panjang anak dengan benar?
Anak <2 tahun (atau <87 cm) diukur berbaring (recumbent length) dengan length board: kepala menempel pada papan tetap, lutut diluruskan, kaki tegak lurus. Anak โ‰ฅ2 tahun diukur berdiri (stature) dengan stadiometer: tumit, pantat, dan kepala menempel dinding, pandangan Frankfort horizontal. Selisih length-stature sekitar 0.7 cm.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026