๐Ÿญ

Kalkulator HPP Produk (Harga Pokok Produksi UMKM)

Hitung HPP (Harga Pokok Produksi) per unit untuk UMKM/UKM. Input bahan baku multi-komponen, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Output: HPP per unit, saran harga jual dengan markup 30/50/80/100/150%, dan analisis break-even point (BEP). Cocok untuk usaha kuliner, fashion, kerajinan, dan jasa produksi.

KEUANGAN

Kalkulator HPP Produk (Harga Pokok Produksi UMKM)

Hitung Harga Pokok Produksi (HPP) per unit untuk usaha UMKM Anda. Mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Sekaligus memberikan saran harga jual dan analisis Break-Even Point (BEP).

Rumus HPP per Unit:HPP = Biaya Bahan Baku + Tenaga Kerja Langsung + Overhead PabrikSemua komponen dihitung per unit produk. Acuan: PSAK 14 (Persediaan) dan akuntansi biaya UMKM.
1. Biaya Bahan Baku (per 1 unit produk)

Daftar semua bahan baku yang dipakai untuk membuat 1 unit produk. Isi harga satuan dan jumlah yang dipakai.

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Upah harian pekerja yang langsung terlibat dalam produksi. Akan dibagi dengan jumlah unit yang dihasilkan per hari.

3. Biaya Overhead Pabrik (per bulan)

Biaya tidak langsung: sewa tempat, listrik, gas, air, penyusutan alat, kemasan, dll. Total per bulan akan dibagi dengan jumlah unit produksi per bulan.

4. Break-Even Point (Opsional)

Hitung berapa unit minimum yang harus dijual agar tidak rugi. Isi jika Anda ingin analisis BEP.

Apa itu HPP (Harga Pokok Produksi)?

Definisi HPP:Harga Pokok Produksi (HPP) adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit produk. Mencakup tiga elemen utama:
  • Biaya Bahan Baku Langsung - material utama yang menjadi bagian produk
  • Biaya Tenaga Kerja Langsung - upah pekerja yang langsung memproduksi barang
  • Biaya Overhead Pabrik - biaya tidak langsung (listrik, sewa, penyusutan, dll.)

Tips Menetapkan Harga Jual untuk UMKM

  • Cek harga kompetitor di lokasi yang sama sebelum menetapkan markup
  • Pertimbangkan biaya pemasaran, kemasan tambahan, dan biaya platform (ojol/marketplace 20-25%)
  • UMKM kuliner: markup 50-100% (food cost ratio ideal 30-35%)
  • UMKM fashion: markup 100-200% (memperhitungkan stok yang tidak laku)
  • Jasa: markup 30-50% di atas HPP jasa (waktu + bahan)
  • Bulatkan ke angka psikologis: Rp 9.500 lebih menjual daripada Rp 9.700

Perbedaan HPP, HPP, dan HPP

HPP (Harga Pokok Produksi)Total biaya untuk memproduksi barang yang siap dijual. Dipakai untuk menetapkan harga jual minimum. Inilah yang dihitung kalkulator ini.
HPP (Harga Pokok Penjualan)HPP Produksi + Persediaan Awal - Persediaan Akhir. Dipakai di laporan laba rugi. Mencerminkan biaya barang yang benar-benar terjual dalam periode tertentu.
HPP (Harga Pokok Pembelian) - untuk usaha dagangHarga beli + ongkos kirim + bea masuk. Dipakai oleh reseller/distributor yang tidak memproduksi sendiri.

Referensi: PSAK 14 (Persediaan) - Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Untuk UMKM disarankan mengacu pada SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah) yang lebih sederhana. Konsultasikan dengan akuntan atau pendamping UMKM Kementerian Koperasi dan UKM untuk akurasi pembukuan usaha.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Daftar semua bahan baku yang dipakai untuk membuat 1 unit produk. Klik 'Tambah Bahan Baku' untuk menambah baris baru. Isi nama, harga satuan, jumlah, dan pilih satuan (gram, kg, ml, butir, pcs, dll.).
  2. Isi upah harian pekerja produksi, jumlah pekerja, dan total unit yang dihasilkan per hari. Kalkulator akan otomatis menghitung biaya tenaga kerja langsung (TKL) per unit.
  3. Masukkan total overhead pabrik per bulan (listrik, sewa, gas, air, kemasan, penyusutan alat) dan total unit produksi per bulan. Sistem akan membagi overhead ke setiap unit.
  4. Opsional: isi biaya tetap per bulan (gaji tetap, sewa kantor) dan rencana harga jual untuk mendapatkan analisis Break-Even Point (BEP) - berapa unit minimum yang harus dijual agar tidak rugi.
  5. Klik 'Hitung HPP' untuk melihat hasil: HPP per unit, breakdown 3 komponen biaya beserta persentasenya, rincian bahan baku, saran harga jual dengan markup 30-150%, dan BEP jika diisi.

Harga Pokok Produksi (HPP)

HPP per unit = Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Pabrik (semua per unit)
  • Biaya Bahan Baku per unit = ฮฃ (harga satuan bahan ร— jumlah pakai per unit)
  • Biaya Tenaga Kerja Langsung per unit = (upah harian ร— jumlah pekerja) / unit per hari
  • Biaya Overhead Pabrik per unit = total overhead per bulan / unit per bulan
  • Harga Jual = HPP ร— (1 + markup%)
  • BEP (unit) = Biaya Tetap / (Harga Jual - HPP)

Mengacu pada PSAK 14 (Persediaan) dan SAK EMKM untuk UMKM. HPP berbeda dengan HPP Penjualan (Harga Pokok Penjualan) yang memperhitungkan persediaan awal dan akhir periode.

Contoh: Usaha Pisang Goreng - produksi 100 pcs/hari

Diketahui:
  • Bahan baku per 1 pcs pisang goreng: pisang 100 gr ร— Rp 25/gr = Rp 2.500, tepung 30 gr ร— Rp 12/gr = Rp 360, minyak 20 ml ร— Rp 18/ml = Rp 360, gula 5 gr ร— Rp 14/gr = Rp 70. Total bahan = Rp 3.290
  • Tenaga kerja: 1 pekerja, upah Rp 100.000/hari, produksi 100 pcs/hari โ†’ TKL per unit = Rp 1.000
  • Overhead per bulan: Rp 1.500.000 (gas, listrik, kemasan, sewa lapak), produksi 3.000 pcs/bulan โ†’ Overhead per unit = Rp 500
  • Biaya tetap tambahan: Rp 0 (sudah include di overhead). Rencana harga jual: Rp 8.000/pcs
Langkah:
  1. HPP = Rp 3.290 (bahan) + Rp 1.000 (TKL) + Rp 500 (overhead) = Rp 4.790 per pcs
  2. Saran harga jual markup 50% = Rp 4.790 ร— 1,50 = Rp 7.185 โ†’ bulatkan Rp 7.500
  3. Saran harga jual markup 100% = Rp 4.790 ร— 2,00 = Rp 9.580 โ†’ bulatkan Rp 9.500
  4. Margin kontribusi (jika jual Rp 8.000) = Rp 8.000 - Rp 4.790 = Rp 3.210 per pcs
  5. Jika biaya tetap tambahan Rp 1.500.000/bulan, BEP = Rp 1.500.000 / Rp 3.210 = 468 pcs/bulan

Hasil: HPP = Rp 4.790 per pcs. Harga jual ideal Rp 7.500-9.500 (markup 50-100%). BEP tercapai pada penjualan 468 pcs/bulan (sekitar 16 pcs/hari) jika harga jual Rp 8.000.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya HPP (Harga Pokok Produksi) dan HPP (Harga Pokok Penjualan)?
HPP Produksi = total biaya untuk memproduksi barang yang siap dijual (bahan + TKL + overhead). HPP Penjualan = HPP Produksi + Persediaan Awal - Persediaan Akhir, dipakai di laporan laba rugi. Kalkulator ini menghitung HPP Produksi yang jadi acuan menetapkan harga jual.
Berapa markup ideal untuk UMKM kuliner?
Umumnya 50-100% di atas HPP, dengan food cost ratio 30-35% (artinya bahan baku maksimal 30-35% dari harga jual). UMKM minuman/dessert bisa markup 150-300%. Pertimbangkan juga biaya platform (GoFood/GrabFood/ShopeeFood 20-25% dari harga jual).
Apakah gaji owner masuk biaya tenaga kerja langsung?
Tidak. Tenaga Kerja Langsung (TKL) adalah pekerja yang langsung membuat produk (juru masak, jahit, packing). Gaji owner/manajer masuk Biaya Tetap atau Biaya Operasional, bukan HPP. Jika owner ikut produksi, hitung wajar sebagai upah pasar (misal Rp 100-150rb/hari).
Bagaimana cara menghitung biaya overhead untuk usaha rumahan?
Untuk usaha rumahan, alokasikan proporsional: misal listrik rumah Rp 500rb/bulan, alat usaha pakai 40% listrik โ†’ Rp 200rb. Sewa rumah Rp 2jt, dapur dipakai 30% untuk usaha โ†’ Rp 600rb. Tambahkan gas, kemasan, penyusutan alat (harga alat / umur ekonomis bulan). SAK EMKM membolehkan estimasi wajar untuk UMKM.
Bagaimana jika produksi tidak rutin (musiman/event)?
Hitung HPP berdasarkan rata-rata produksi 3-6 bulan terakhir untuk tenaga kerja dan overhead. Untuk produk event/musiman (hampers Lebaran, kue Natal), pakai estimasi total produksi sepanjang musim. Bahan baku tetap dihitung per unit aktual. Tambahkan buffer 10-15% di harga jual untuk antisipasi sisa stok.

Terakhir diperbarui: 23 Mei 2026