๐Ÿก

Kalkulator Mortgage Affordability

Hitung harga rumah maksimal yang Anda mampu (28/36 rule, DTI), stress test scenarios, dan hidden costs kepemilikan rumah.

KEUANGAN

Kalkulator afford rumah untuk menentukan harga rumah maksimal yang Anda mampu berdasarkan pendapatan dan kondisi finansial.

Empat tab: 28/36 rule (housing & total debt), DTI method (front-end/back-end), stress test (rate naik 2%/income turun 10%), dan hidden costs (PBB, asuransi, maintenance, HOA).

Disklaimer: Asumsi konservatif. Konsultasikan dengan financial advisor untuk perencanaan finansial yang holistik. .

Kalkulator Kemampuan Beli Rumah 2026

Hitung berapa harga rumah maksimum yang mampu Anda beli berdasarkan penghasilan, utang lain, uang muka, dan kondisi pasar. Pakai aturan 28/36, DTI, stress test, dan biaya tersembunyi.

Aturan 28/36: maksimal 28% dari penghasilan untuk cicilan rumah, maksimal 36% untuk total cicilan (rumah + utang lain). Standar konservatif yang direkomendasikan oleh perencana keuangan.

Penghasilan kotor per bulan dari semua sumber.
KKB, kartu kredit minimum, KTA, dll. Tidak termasuk cicilan rumah.
Dana segar untuk DP. Idealnya minimal 20% dari harga rumah.
Hasil bersifat estimasi dan tidak menggantikan analisis kelayakan kredit dari bank. Konsultasikan dengan bank atau perencana keuangan untuk keputusan pembelian rumah.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Masukkan pendapatan bruto bulanan (sebelum pajak) dari semua sumber: gaji, bonus rata-rata, sewa, freelance.
  2. Catat utang bulanan lain: kartu kredit minimum payment, KKB/leasing motor mobil, KTA, student loan.
  3. Masukkan jumlah down payment yang sudah disiapkan; standar minimum 20% di Indonesia (LTV 80%).
  4. Tentukan suku bunga KPR yang berlaku saat ini (cek SBDK bank) dan tenor (umumnya 15-25 tahun).
  5. Untuk tab stress test, simulasikan skenario bunga naik 2% atau pendapatan turun 10% untuk memastikan masih affordable.
  6. Periksa tab hidden costs: PBB tahunan, asuransi kebakaran, IPL (apartemen), maintenance 1% nilai rumah/tahun, renovasi awal.
  7. Bandingkan hasil 28/36 rule dengan DTI back-end OJK (maksimal 40%) untuk konfirmasi kelayakan.

28/36 Rule dan Maximum Affordable Price

Max_PITI = 0.28 x Pendapatan_bruto; Max_total_debt = 0.36 x Pendapatan_bruto
  • PITI = Principal + Interest + Tax (PBB) + Insurance
  • Front-end ratio (housing): tidak lebih dari 28% pendapatan bruto
  • Back-end ratio (total debt): tidak lebih dari 36% pendapatan bruto (OJK Indonesia: 40%)
  • Max harga rumah ~= (Max_PITI - Tax - Insurance) dikonversi ke pokok via tenor & bunga
  • Pokok_max = PMT / (i x (1+i)^n / [(1+i)^n - 1])

OJK Indonesia menetapkan batas DTI 30-40% untuk KPR. Bank umumnya pakai 30% untuk konservatif. Sertakan biaya akuisisi 8-10% (BPHTB, notaris, BBN) yang tidak boleh dari pinjaman.

Contoh: Pasangan menikah dengan pendapatan gabungan Rp30jt/bulan

Diketahui:
  • Pendapatan gabungan: Rp30.000.000/bulan
  • Utang lain: KKB Rp3jt/bulan, KK Rp500rb
  • Down payment tersedia: Rp200.000.000
  • Bunga KPR: 9% efektif, tenor 20 tahun
  • PBB+asuransi estimasi: Rp1.5jt/bulan
Langkah:
  1. Max housing payment = 28% x 30jt = Rp8.4jt/bulan.
  2. Max total debt = 36% x 30jt = Rp10.8jt; tersedia Rp10.8 - 3.5 = Rp7.3jt untuk housing (lebih ketat).
  3. Pakai Rp7.3jt - 1.5jt (PBB+insurance) = Rp5.8jt untuk cicilan KPR.
  4. i bulanan = 9%/12 = 0.75%; n = 240 bulan.
  5. Pokok_max = 5.8jt / [0.0075 x (1.0075)^240 / ((1.0075)^240 - 1)] = 5.8jt / 0.008997 = Rp644.6jt.
  6. Harga rumah maks = 644.6jt + 200jt DP = Rp844.6jt.

Hasil: Pasangan ini mampu membeli rumah maksimal Rp844 juta dengan cicilan Rp5.8jt/bulan. Setelah stress test bunga naik 2% (11%), cicilan jadi Rp6.5jt, masih dalam batas aman. Sisakan Rp80jt untuk biaya akuisisi (BPHTB 5% + notaris).

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa down payment minimum KPR di Indonesia?
Bank Indonesia mengatur LTV maksimal KPR via PBI: rumah pertama 95% (DP 5%) untuk subsidi FLPP, rumah pertama non-subsidi 90% (DP 10%), rumah kedua 85% (DP 15%), rumah ketiga 80% (DP 20%). Praktis bank meminta DP 20-30% untuk mengurangi risiko. DP lebih tinggi = cicilan lebih ringan + bunga lebih rendah karena risiko bank kecil.
Apa beda bunga flat, efektif, dan anuitas?
Flat: bunga dihitung dari pokok awal sepanjang tenor, total bunga paling mahal (bunga flat 6% setara efektif ~11%). Efektif: bunga dihitung dari sisa pokok, makin kecil seiring waktu. Anuitas: cicilan tetap tapi proporsi pokok-bunga bergeser (awal didominasi bunga, akhir pokok). Bank KPR Indonesia mayoritas pakai efektif/anuitas. Hindari bunga flat untuk pinjaman besar.
Apakah BI Checking pengaruhi approval KPR?
Sangat pengaruh. Bank cek SLIK OJK untuk melihat riwayat kredit 24 bulan terakhir. Kolektibilitas: 1 (lancar) approved; 2 (DPK <90 hari telat) approved tapi bunga lebih tinggi; 3+ (KL/D/M, >90 hari telat) hampir pasti ditolak. Bersihkan tunggakan minimal 12 bulan sebelum apply KPR. Tutup kartu kredit yang tidak dipakai untuk menurunkan available credit limit.
Bagaimana jika gagal lolos 28/36 rule?
Empat strategi: (1) tambah DP untuk turunkan pokok pinjaman; (2) perpanjang tenor dari 15 ke 20 atau 25 tahun (cicilan turun, total bunga naik); (3) lunasi utang KKB/KK dulu untuk turunkan back-end ratio; (4) co-applicant dengan pasangan untuk menggabungkan pendapatan. Jangan paksakan house poor - 30-40% pendapatan habis untuk rumah saja stres finansial.
Berapa hidden cost yang sering dilupakan?
Tujuh biaya tersembunyi: (1) BPHTB 5% dari NJOP/harga jual; (2) AJB + balik nama 1-2.5%; (3) PNBP BPN Rp50rb-200rb; (4) PBB tahunan 0.1-0.3% NJOP; (5) IPL apartemen Rp10-25rb/m2/bulan; (6) renovasi awal Rp200-500rb/m2 untuk hunian layak; (7) maintenance reserve 1% nilai rumah/tahun. Total bisa 8-15% di atas harga properti dalam 12 bulan pertama.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026