๐Ÿ•Œ

Kalkulator Jadwal Sholat Indonesia (Imsakiyah, Waktu 5 Sholat)

Jadwal sholat 5 waktu (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya) plus Imsak dan Dhuha untuk 26 kota besar Indonesia. Berbasis perhitungan astronomi standar Kementerian Agama RI (metode Muslim World League, madzhab Syafii). Tampilkan jadwal harian atau 30-hari (imsakiyah Ramadhan), plus waktu tengah malam dan sepertiga malam terakhir untuk Tahajud.

AGAMA ยท SOSIAL

Kalkulator Jadwal Sholat Indonesia

Hitung jadwal sholat 5 waktu (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya) plus Imsak dan Dhuha untuk 26 kota besar di Indonesia. Berbasis perhitungan astronomi sesuai standar Kementerian Agama RI.

-6.2088, 106.8456 (Asia/Jakarta)
Senin, 25 Mei 2026 (Jakarta)
SholatWaktu
Imsak (10 menit sebelum Subuh)04.32
Subuh04.42
Syuruq (Matahari terbit)05.55
Dhuha (matahari + 20 menit)06.15
Dzuhur11.51
Ashar15.12
Maghrib17.44
Isya18.53
Tengah Malam23.13
Sepertiga Malam Terakhir (waktu utama Tahajud)01.03

Tentang Perhitungan

Jadwal sholat dihitung secara astronomi berdasarkan lintang/bujur kota dan posisi matahari (deklinasi + equation of time) pada tanggal yang dipilih. Perhitungan mengikuti standar Kementerian Agama RI: metode Muslim World League (sudut Subuh 18ยฐ, Isya 17ยฐ) dengan madzhab Syafi'i untuk waktu Ashar (panjang bayangan = panjang benda + bayangan saat Dzuhur).

Imsak = waktu Subuh dikurangi 10 menit, mengikuti konvensi Kemenag RI sebagai penanda berhentinya makan sahur. Dhuha dimulai ~20 menit setelah matahari terbit (syuruq) dan berlangsung hingga sekitar 15 menit sebelum Dzuhur.

Sepertiga malam terakhir adalah waktu utama Tahajud, dihitung sebagai 1/3 akhir dari periode Maghrib ke Subuh. Untuk lokasi di luar 26 kota preset, hasil hanya estimasi - gunakan jadwal resmi BIMAS Islam Kemenag (bimasislam.kemenag.go.id/jadwalshalat) sebagai rujukan utama.

Estimasi astronomi, bukan rujukan syar'i. Untuk kepastian, konfirmasi dengan jadwal resmi masjid setempat atau Kementerian Agama RI. Selisih 1-3 menit antar metode adalah normal.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Pilih kota dari 26 kota besar Indonesia (Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Aceh, dll). Koordinat lintang/bujur akan otomatis terisi.
  2. Pilih tanggal yang ingin dilihat jadwal sholatnya. Default adalah hari ini.
  3. Pilih metode perhitungan. Rekomendasi Kemenag RI: Muslim World League (Subuh 18 derajat, Isya 17 derajat). Madzhab Asar fixed ke Syafii (mayoritas Indonesia).
  4. Lihat hasil: Imsak (Subuh - 10 menit), Subuh, Syuruq, Dhuha, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya, plus tengah malam dan sepertiga malam terakhir untuk Tahajud.
  5. Centang "Tampilkan jadwal 30 hari" untuk lihat imsakiyah/jadwal sebulan penuh - cocok untuk Ramadhan atau perencanaan ibadah bulanan.
  6. Bandingkan dengan jadwal resmi BIMAS Islam Kemenag (bimasislam.kemenag.go.id/jadwalshalat) sebagai rujukan utama syar'i.

Perhitungan Jadwal Sholat (Astronomi)

Waktu sholat = f(lintang, bujur, tanggal, sudut matahari per sholat)
  • Lintang & bujur: koordinat geografis lokasi
  • Deklinasi matahari & Equation of Time: dihitung per tanggal Julian dari rumus Meeus
  • Subuh & Isya: sudut matahari di bawah horizon (MWL: 18 derajat & 17 derajat; Mesir: 19.5 derajat & 17.5 derajat)
  • Dzuhur: saat matahari di meridian (tepat di atas kepala)
  • Ashar: saat panjang bayangan = panjang benda + bayangan Dzuhur (Syafii) atau 2x panjang benda + bayangan Dzuhur (Hanafi)
  • Maghrib: tepat saat matahari terbenam (refraksi atmosfer dihitung)
  • Imsak: Subuh - 10 menit (konvensi Kemenag RI sebagai batas akhir sahur)
  • Dhuha: matahari sudah naik sekitar 5 derajat (~20 menit setelah syuruq)

Perhitungan menggunakan library adhan.js (open-source, sesuai standar astronomi). Margin error tipikal 1-3 menit antar metode. Untuk akurasi resmi syar'i, rujuk jadwal Kementerian Agama RI atau masjid setempat.

Contoh: Jakarta, 22 Mei 2026, metode Muslim World League

Diketahui:
  • Kota: Jakarta (-6.2088, 106.8456)
  • Tanggal: 22 Mei 2026
  • Metode: Muslim World League (Subuh 18 derajat, Isya 17 derajat)
  • Madzhab Asar: Syafii
Langkah:
  1. Hitung Julian Day untuk 22 Mei 2026 di Jakarta
  2. Hitung deklinasi matahari dan equation of time pada tanggal tersebut
  3. Untuk Subuh: cari waktu saat matahari berada 18 derajat di bawah horizon timur
  4. Untuk Dzuhur: saat matahari transit meridian lokal
  5. Untuk Ashar: cari waktu saat panjang bayangan = panjang benda + bayangan Dzuhur
  6. Untuk Maghrib: saat matahari terbenam di horizon barat (koreksi refraksi)
  7. Untuk Isya: saat matahari berada 17 derajat di bawah horizon barat
  8. Imsak = Subuh - 10 menit

Hasil: Imsak ~04:24, Subuh ~04:34, Syuruq ~05:54, Dhuha ~06:14, Dzuhur ~11:50, Ashar ~15:13, Maghrib ~17:46, Isya ~18:59 WIB. Variasi 1-3 menit tergantung metode.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda metode Muslim World League, Egyptian, dan Umm al-Qura?
Beda di sudut matahari untuk Subuh & Isya. Muslim World League (MWL) pakai Subuh 18 derajat & Isya 17 derajat - rekomendasi Kemenag RI dan paling umum di Indonesia. Egyptian General Authority pakai 19.5 derajat & 17.5 derajat - sedikit lebih awal Subuh dan lebih lambat Isya. Umm al-Qura (Makkah) pakai 18.5 derajat & 90 menit setelah Maghrib - dipakai sebagian masjid Indonesia yang ikut rujukan Saudi. Selisih antar metode 1-5 menit; untuk praktek sehari-hari semua valid.
Kenapa Imsak = Subuh - 10 menit? Apakah Imsak itu wajib?
Imsak BUKAN waktu sholat dan bukan hukum syar'i wajib. Imsak adalah penanda berhati-hati sebelum Subuh - konvensi Kemenag RI menetapkan 10 menit sebelum Subuh sebagai batas akhir sahur supaya umat tidak makan saat adzan Subuh berkumandang. Sahur tetap sah hingga adzan Subuh; Imsak adalah safety margin. Di Saudi dan beberapa negara lain, tidak ada konsep Imsak resmi - sahur dihentikan tepat saat adzan Subuh.
Apa beda madzhab Syafii dan Hanafi untuk waktu Ashar?
Mayoritas ulama (Syafii, Maliki, Hanbali) sepakat: Ashar masuk saat panjang bayangan = panjang benda ditambah bayangan saat Dzuhur. Madzhab Hanafi pakai pendapat: Ashar masuk saat panjang bayangan = 2x panjang benda ditambah bayangan Dzuhur, jadi waktu Ashar Hanafi sekitar 30-90 menit lebih lambat. Di Indonesia, mayoritas pakai Syafii, jadi kalkulator ini default ke Syafii.
Bagaimana jadwal imsakiyah Ramadhan dihitung?
Sama dengan jadwal sholat harian, hanya saja Imsak (Subuh - 10 menit) menjadi penanda akhir sahur dan Maghrib menjadi waktu berbuka puasa. Centang "Tampilkan jadwal 30 hari" pada kalkulator ini untuk lihat imsakiyah satu bulan penuh. Awal Ramadhan ditentukan Kemenag RI lewat sidang isbat (rukyatul hilal); cek pengumuman resmi untuk tanggal mulai dan akhir Ramadhan tahun berjalan.
Mengapa jadwal sholat kalkulator ini bisa beda 1-3 menit dengan jadwal masjid setempat?
Beberapa kemungkinan: (1) Masjid pakai metode/sudut berbeda dari kalkulator. (2) Masjid pakai koordinat presisi (alamat masjid) vs kalkulator pakai centroid kota. (3) Masjid menambah safety margin (ihtiyat) 1-2 menit untuk berhati-hati. (4) Perbedaan rumus equation of time / koreksi refraksi atmosfer. Selisih 1-3 menit normal dan dapat diterima syar'i. Untuk presisi maksimal, ikuti jadwal resmi masjid setempat.

Terakhir diperbarui: 23 Mei 2026