๐ŸŽ๏ธ

Kalkulator CC Mesin Kendaraan

Hitung kapasitas mesin (CC) dari bore, stroke, dan jumlah silinder. Konversi CC ke liter dan HP.

LIFESTYLE

Kalkulator CC Mesin menghitung kapasitas mesin kendaraan dari dimensi bore, stroke, dan jumlah silinder.

Mendukung konversi CC ke liter, cubic inch, dan estimasi HP. Klasifikasi kendaraan berdasarkan CC beserta informasi pajak kendaraan bermotor (PKB) terkait.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Masukkan diameter bore (mm), yaitu diameter silinder mesin. Data ini biasanya ada di manual kendaraan atau spesifikasi pabrikan.
  2. Masukkan panjang stroke (mm), yaitu jarak gerak piston dari TMA (Titik Mati Atas) ke TMB (Titik Mati Bawah).
  3. Masukkan jumlah silinder, mulai dari 1 (motor bebek) hingga 12 (supercar).
  4. Tekan Hitung untuk memperoleh kapasitas mesin total dalam cc (cm^3) sekaligus konversi ke liter dan cubic inch.
  5. Periksa klasifikasi kendaraan dan estimasi tarif pajak PKB sesuai kapasitas mesin yang dihitung. Tip: untuk motor 150 cc ke atas, pertimbangkan biaya BBNKB dan progres pajak progresif jika kepemilikan ke-2 atau lebih.

Volume Silinder Mesin

CC = (pi / 4) * Bore^2 * Stroke * Jumlah Silinder / 1000
  • CC = kapasitas mesin total (cm^3)
  • Bore = diameter silinder (mm)
  • Stroke = panjang langkah piston (mm)
  • Jumlah Silinder = banyak ruang bakar
  • Pembagi 1000 = konversi mm^3 ke cm^3

1 liter = 1000 cc; 1 cubic inch = 16.387 cc.

Contoh: Honda Beat 110cc, bore 50 mm, stroke 55.1 mm, 1 silinder

Diketahui:
  • Bore = 50 mm
  • Stroke = 55.1 mm
  • Jumlah silinder = 1
Langkah:
  1. Luas penampang = (pi/4) * 50^2 = 1963.5 mm^2
  2. Volume silinder = 1963.5 * 55.1 = 108.189 mm^3
  3. CC = 108.189 / 1000 = 108.2 cc
  4. Dengan 1 silinder, total = 108.2 cc (dibulatkan 110 cc oleh pabrikan)

Hasil: Kapasitas mesin 108.2 cc, masuk kategori sepeda motor di bawah 250 cc dengan tarif PKB DKI Jakarta sekitar 2% dari NJKB.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda mesin bore over-square, square, dan under-square?
Mesin over-square (bore > stroke) menghasilkan tenaga puncak di RPM tinggi, cocok untuk sport. Square (bore = stroke) menyeimbangkan torsi dan tenaga. Under-square / long-stroke (bore < stroke) menghasilkan torsi besar di RPM rendah, cocok untuk diesel atau truk. Contoh Honda CRF250L 76 x 55 mm (over-square).
Bagaimana hubungan CC dengan tenaga kuda (HP)?
Tidak ada konversi pasti, tetapi rule of thumb mesin bensin naturally aspirated menghasilkan 0.5-1.2 HP per cc. Mesin turbo bisa 1.5-2.5 HP/cc. Mesin diesel umumnya 0.4-0.7 HP/cc. Honda Civic 1500 cc turbo menghasilkan 174 HP (1.16 HP/cc), Toyota Avanza 1500 cc NA menghasilkan 104 HP (0.69 HP/cc).
Apakah pajak kendaraan dihitung dari CC?
Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Indonesia dihitung dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang ditetapkan Kemendagri, bukan langsung dari CC. Namun CC memengaruhi NJKB karena kendaraan ber-CC besar umumnya bernilai lebih tinggi. Tarif PKB dasar 1.5-2% NJKB sesuai Perda masing-masing provinsi (UU No. 1/2022 tentang HKPD).
Apa itu PPnBM kendaraan bermotor?
PPnBM kendaraan baru ditentukan oleh kategori kendaraan, emisi/konsumsi, kapasitas, dan aturan turunannya, bukan CC saja. PPN mengikuti tarif dan DPP yang berlaku; barang mewah tertentu memakai tarif statutori 12% atas DPP penuh. Gunakan faktur dealer untuk pungutan aktual karena insentif dan klasifikasi dapat berubah.
Apa beda CC dan displacement total?
CC (cubic centimeter) dan displacement adalah satuan yang sama. Satu CC = 1 cm^3. Displacement total = volume satu silinder dikali jumlah silinder. Pabrikan biasanya membulatkan ke atas: mesin 1497 cc disebut 1500 cc atau '1.5L'. Mesin Toyota 2GR-FE V6 sebenarnya 3456 cc, dibulatkan 3.5L.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026