🔌

Kalkulator Mobil Listrik Lengkap

Database 30+ mobil listrik di Indonesia, hitung biaya operasional, TCO 5 tahun, ROI vs bensin, range planner, insentif pemerintah, dan emisi CO₂.

LIFESTYLE

Kalkulator mobil listrik paling lengkap dengan database 30+ model EV yang dijual di Indonesia. Bantu Anda memilih, menghitung biaya, dan memutuskan beralih ke mobil listrik.

Tujuh tab: Browse & Bandingkan Model, Biaya Operasional Bulanan, TCO 5 Tahun, ROI & Breakeven vs Bensin, Range & Charging Planner, Insentif Pemerintah (PPN DTP/PPnBM/BBN-KB/PKB), serta Emisi CO₂ & Resale Value. Database mencakup Wuling, Hyundai, BYD, Chery, Neta, MG, Toyota, Lexus, Mercedes, BMW.

Disklaimer: Harga, spek, dan insentif dapat berubah. Konfirmasi langsung ke dealer untuk data terkini. Asumsi tarif PLN dan harga BBM dapat disesuaikan. .

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Pilih tab Browse & Bandingkan Model lalu filter berdasarkan harga, range, atau merek; bandingkan hingga 3 model EV sekaligus (Wuling Air ev, BYD Atto 3, Hyundai Ioniq 5, Tesla Model Y, dll).
  2. Tab Biaya Operasional Bulanan: input km/bulan dan tarif listrik (R-1 Rp 1.444 atau golongan EV L Rp 1.700) - dapatkan biaya energi bulanan akurat untuk model yang dipilih.
  3. Tab TCO 5 Tahun: agregasi harga beli + biaya energi 5 tahun + pajak BBN-KB/PKB diskon + asuransi + servis - bandingkan TCO antar model dan vs mobil bensin sekelas.
  4. Tab ROI & Breakeven: input mobil bensin yang akan ditukar, lihat berapa tahun premi harga EV balik modal melalui penghematan operasional.
  5. Tab Range & Charging Planner: input perjalanan rutin (Jakarta-Bandung 150 km, Surabaya-Malang, dll), kalkulator hitung kebutuhan singgah charging dan durasi 0-80%.
  6. Tab Insentif Pemerintah: dapatkan kalkulasi PPN DTP 1% (sisanya 11% disubsidi), BBN-KB 0%, PKB diskon 90%, dan TKDN bonus untuk model yang assembled lokal.
  7. Tab Emisi CO2 & Resale: hitung emisi tahunan dan proyeksi nilai jual ulang 3-5 tahun berdasarkan data depresiasi pasar.

EV TCO dengan Insentif Pemerintah Indonesia

TCO_5tahun = (Harga_OTR_pasca_insentif) + (Energi + Pajak + Asuransi + Servis) x 5 - Resale_5tahun
  • Harga_OTR_pasca_insentif = Harga_pre_tax x 1.01 (PPN 1%) + BBN-KB 0% + Biaya admin
  • Energi_tahun = km_tahun x (kWh/100km) / 100 x Tarif_listrik
  • PKB EV = PKB_normal x 0.1 (diskon 90% per Permendagri 6/2023)
  • Asuransi all-risk EV: ~3.5% nilai mobil/tahun (sedikit lebih tinggi dari ICE 2.5-3%)
  • Servis: km-based, rata-rata Rp 500rb-1.5jt per service interval 10.000-15.000 km
  • Resale 5 tahun: 45-55% harga awal untuk EV mass market, 55-65% untuk premium

PPN DTP (Ditanggung Pemerintah) hanya berlaku untuk EV ber-TKDN >40% (saat ini Wuling, Hyundai Ioniq 5/6, Chery Omoda E5 lokal). Model impor utuh (Tesla, BMW iX, Mercedes EQ) tidak dapat PPN DTP tapi tetap dapat BBN-KB 0% per peraturan daerah masing-masing provinsi.

Contoh: Hyundai Ioniq 5 Long Range vs Toyota Innova Zenix Hybrid, pakai 2.500 km/bulan

Diketahui:
  • Hyundai Ioniq 5 LR: OTR Jakarta Rp 859 juta (pasca insentif PPN DTP), 16 kWh/100km, range 481 km
  • Innova Zenix Hybrid: OTR Jakarta Rp 580 juta, 22 km/liter Pertamax
  • Tarif listrik R-1: Rp 1.444/kWh, Pertamax Rp 13.700/liter
  • Pakai 2.500 km/bulan = 30.000 km/tahun
Langkah:
  1. Energi Ioniq 5 = (2.500 x 16 / 100) x 1.444 = 400 kWh x 1.444 = Rp 577.600/bulan
  2. Energi Innova = (2.500 / 22) x 13.700 = 113.6 liter x 13.700 = Rp 1.556.320/bulan
  3. Selisih energi = Rp 978.720/bulan = Rp 11.74 juta/tahun
  4. PKB Ioniq 5 = PKB normal Rp 8.5 juta x 0.1 = Rp 850rb/tahun (Innova full Rp 5.8 jt)
  5. Total saving operasional = energi + PKB + servis ringan = Rp 14 juta/tahun
  6. Premi harga awal Ioniq 5 vs Innova = 859 - 580 = Rp 279 juta
  7. Breakeven = 279 / 14 = 19.9 tahun (terlalu lama untuk Ioniq 5 vs Innova)
  8. Resale 5 tahun: Ioniq 5 ~Rp 470jt, Innova ~Rp 365jt, jadi selisih nilai sisa Rp 105jt

Hasil: Ioniq 5 premium tinggi vs Innova; tetap pilih jika prioritas teknologi/lingkungan; Wuling Air ev/BYD Atto 3 (Rp 400-600jt) lebih masuk akal vs Innova.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mobil listrik apa yang paling laku di Indonesia 2025?
Berdasarkan data GAIKINDO 2025, top 5 EV terlaris: (1) Wuling Air ev (entry RP 245-295 juta), (2) BYD Atto 3 (Rp 515-575 juta), (3) Hyundai Ioniq 5 (Rp 770-859 juta), (4) Chery Omoda E5 (Rp 488-498 juta), (5) Wuling Cloud EV (Rp 398-440 juta). Pasar EV Indonesia tumbuh 412% YoY berkat insentif PPN DTP dan ekspansi model.
Berapa lama charging EV di rumah?
Tergantung kapasitas charger dan baterai. Charger portabel 2.2 kW (colok PLN biasa) full 0-100% butuh 18-30 jam - hanya untuk top-up overnight. Wallbox 7.4 kW butuh 6-10 jam (paling umum di rumah). Wallbox 22 kW butuh 2-4 jam tapi perlu daya rumah 33.000 VA. Fast charging DC 50-100 kW di SPKLU: 0-80% dalam 30-60 menit.
Apa itu PPN DTP untuk mobil listrik?
PPN Ditanggung Pemerintah berdasarkan PMK 38/2023, kemudian diperbarui PMK 9/2024. EV ber-TKDN >40% hanya membayar PPN 1% (sisanya 11% disubsidi negara), berlaku untuk model assembled lokal seperti Wuling Air ev, Hyundai Ioniq 5/6, dan Chery Omoda E5. Model impor utuh seperti Tesla, BMW iX, Mercedes EQS tidak dapat insentif ini.
Berapa biaya servis mobil listrik per tahun?
Rata-rata 30-50% lebih murah dari mobil bensin karena tidak ada ganti oli, busi, filter udara, atau timing belt. Servis berkala 10.000 km hanya cek brake fluid, coolant baterai, dan rotasi ban: Rp 500.000-1.500.000 di bengkel resmi. Total per tahun untuk pemakaian normal 18.000 km: Rp 900rb-2.5jt vs mobil bensin Rp 3-5jt.
Apakah EV cocok untuk perjalanan luar kota?
Cocok dengan perencanaan. Range realistis EV modern 350-480 km (mode efisien) sudah cukup untuk Jakarta-Bandung (150 km), Jakarta-Cirebon (250 km), Surabaya-Malang (95 km) tanpa charging. Untuk Jakarta-Yogyakarta (560 km), butuh 1x singgah SPKLU di Tegal/Semarang (30-45 menit fast charging). Aplikasi PLN Mobile dan Charge.in menunjukkan SPKLU di jalur trans-Jawa cukup rapat.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026