โ˜€๏ธ

Kalkulator Panel Surya

Sizing sistem panel surya on-grid dan off-grid, estimasi ROI 25 tahun, dan kalkulator beban listrik rumah tangga.

LIFESTYLE

Kalkulator panel surya untuk pemilik rumah yang ingin beralih ke energi matahari. Sizing sistem on-grid dan off-grid, estimasi ROI, dan kalkulator beban listrik rumah tangga.

Empat tab: kebutuhan daya (kWh/bulan โ†’ jumlah panel 400Wp, luas atap), off-grid (baterai, inverter, charge controller), estimasi ROI 25 tahun (payback, IRR, penghematan total), dan kalkulator beban rumah (14+ peralatan dengan watt ร— jam).

Disklaimer: Estimasi berdasarkan kondisi rata-rata Indonesia (4-5 PSH). Hasil aktual tergantung lokasi, orientasi atap, cuaca, dan kualitas komponen. .

Hitung kebutuhan panel surya berdasarkan konsumsi listrik bulanan Anda (kWh atau Rupiah). Estimasi jumlah panel dan luas atap yang dibutuhkan.

Lihat kWh di tagihan PLN bulanan Anda
Rata-rata Indonesia: 4-5 PSH. Default: 4.5 jam
Estimasi berdasarkan kondisi rata-rata Indonesia (4-5 PSH). Hasil aktual tergantung lokasi, orientasi atap, cuaca, dan kualitas komponen. Konsultasikan dengan installer bersertifikat.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Mulai dari tab Beban Rumah - daftarkan peralatan listrik dengan watt dan jam pakai harian untuk dapatkan total kWh/hari.
  2. Pindah ke tab Kebutuhan Daya, masukkan konsumsi bulanan dari tagihan PLN (kWh) dan pilih lokasi (irradiance 4-5 kWh/m2/hari di Indonesia).
  3. Sistem akan menghitung jumlah panel 400 Wp yang dibutuhkan dan estimasi luas atap (1 panel โ‰ˆ 2 m2).
  4. Untuk off-grid, isi tab Sistem Off-Grid: pilih hari otonomi (1-3 hari), tipe baterai (lithium 80% DoD atau lead-acid 50% DoD), dan kebutuhan inverter.
  5. Tab ROI menampilkan payback period berdasarkan biaya investasi, hemat listrik bulanan, dan asumsi kenaikan tarif PLN 5%/tahun.
  6. Pertimbangkan skema PLTS Atap Permen ESDM No. 2/2024: ekspor listrik ke PLN dengan rasio 65% kompensasi untuk pelanggan rumah.

PLTS Atap - Sizing

Kapasitas panel (Wp) = Konsumsi harian (kWh) ร— 1000 / (PSH ร— ฮท); Jumlah panel = Kapasitas / Wp per panel
  • PSH = Peak Sun Hours (4-5 jam di Indonesia)
  • ฮท = efisiensi sistem (0,75-0,85 termasuk losses kabel, inverter, debu)
  • Konsumsi harian = konsumsi bulanan / 30
  • Baterai (Ah) = Konsumsi harian ร— hari otonomi / (Tegangan sistem ร— DoD ร— ฮท inverter)
  • Payback (tahun) = Investasi awal / Penghematan tahunan

Permen ESDM No. 2 Tahun 2024 membatasi kapasitas PLTS atap pelanggan rumah maks sama dengan daya tersambung (kVA), dengan kompensasi ekspor 65% untuk kategori rumah.

Contoh: Rumah tagihan listrik Rp 1,2 juta/bulan, daya 4400 VA, Bekasi

Diketahui:
  • Konsumsi bulanan = 850 kWh (golongan R-2)
  • Konsumsi harian = 28,3 kWh
  • PSH Bekasi = 4,5 jam, efisiensi sistem = 0,80
  • Panel = 400 Wp/unit, harga sistem on-grid Rp 14 juta/kWp
Langkah:
  1. Kapasitas terpasang = 28,3 ร— 1000 / (4,5 ร— 0,80) = 7.861 Wp โ‰ˆ 8 kWp
  2. Jumlah panel = 8000 / 400 = 20 panel
  3. Luas atap = 20 ร— 2 m2 = 40 m2
  4. Investasi = 8 ร— Rp 14.000.000 = Rp 112.000.000
  5. Hemat per bulan โ‰ˆ Rp 1.000.000 (asumsi ekspor 65%)
  6. Payback = 112.000.000 / (1.000.000 ร— 12) โ‰ˆ 9,3 tahun

Hasil: Butuh 20 panel 400 Wp (8 kWp), investasi Rp 112 juta, payback sekitar 9,3 tahun.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah PLTS atap masih bisa ekspor listrik ke PLN?
Ya, namun dengan skema baru di Permen ESDM No. 2 Tahun 2024: kompensasi ekspor menjadi 65% (rumah tangga) dari tarif listrik, bukan 100% seperti permen sebelumnya. Net metering dihapus diganti dengan deemed mechanism, sehingga PLTS tetap menguntungkan tapi lebih lama balik modal dibanding regulasi 2018-2021.
Berapa lama umur panel surya dan baterai?
Panel surya tier-1 (JinkoSolar, LONGi, Trina, Canadian Solar) bergaransi performa 25-30 tahun dengan degradasi 0,5-0,8% per tahun. Inverter string bergaransi 5-10 tahun. Baterai lithium LFP (LiFePO4) tahan 6.000-10.000 siklus atau 10-15 tahun. Baterai lead-acid VRLA hanya 500-1.000 siklus atau 3-5 tahun.
Apa beda on-grid, off-grid, dan hybrid?
On-grid tersambung ke jaringan PLN tanpa baterai, paling murah dan efisien tapi mati saat PLN padam. Off-grid mandiri penuh dengan baterai, cocok untuk daerah belum terlistriki. Hybrid menggabungkan keduanya: tetap ekspor ke PLN tapi punya baterai cadangan saat blackout. Hybrid 30-40% lebih mahal dari on-grid.
Apakah panel surya bekerja saat mendung?
Ya, tapi output turun 10-30% dari kapasitas. Panel surya bekerja dengan radiasi difus (cahaya tersebar), bukan hanya sinar matahari langsung. Indonesia memiliki rata-rata 4-5 PSH (peak sun hours) per hari sepanjang tahun, dengan musim hujan menurunkan produksi sekitar 15-20%.
Bagaimana proses pemasangan PLTS resmi?
Tahapnya: (1) survey teknis kontraktor SBUJK ESDM, (2) pengajuan permohonan ke PLN UP3, (3) pemasangan oleh instalatir bersertifikat, (4) Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari lembaga inspeksi teknis, (5) penggantian kWh meter ekspor-impor oleh PLN, (6) commissioning. Total proses 4-8 minggu, biaya SLO sekitar Rp 800.000-1.500.000.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026