Kalkulator Reksadana mensimulasikan pertumbuhan investasi reksa dana dengan bunga majemuk bulanan, setoran rutin, dan biaya subscription/redemption.
Mendukung empat jenis reksa dana (Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, Saham) dengan kisaran return historis masing-masing. Menghitung NAB akhir setelah biaya beli dan jual, total modal, total keuntungan, ROI, serta tabel proyeksi per tahun. Keuntungan reksa dana bebas pajak penghasilan untuk investor individu.
Disklaimer: Return reksa dana tidak dijamin dan berfluktuasi mengikuti pasar. Angka historis bukan jaminan kinerja masa depan. Pastikan produk terdaftar di OJK sebelum berinvestasi. .
Informasi kalkulator
๐ Cara menggunakan kalkulator ini
- Pilih jenis reksa dana: Pasar Uang (RDPU), Pendapatan Tetap (RDPT), Campuran (RDC), atau Saham (RDS).
- Masukkan modal awal (lump sum) yang ingin diinvestasikan, misal Rp 5.000.000.
- Tambahkan setoran rutin bulanan jika menggunakan strategi dollar cost averaging (DCA).
- Masukkan estimasi return tahunan sesuai jenis (RDPU 4-6%, RDPT 5-8%, RDC 7-10%, RDS 10-15%).
- Isi biaya subscription (beli) dan redemption (jual) sesuai prospektus manajer investasi, biasanya 0-2%.
- Tentukan jangka waktu investasi dalam tahun dan klik Hitung untuk melihat proyeksi NAB akhir, total modal, dan keuntungan.
- Bandingkan beberapa jenis reksa dana untuk mengetahui profil risk-return yang sesuai tujuan finansial Anda.
๐งฎ Pertumbuhan NAB Reksa Dana dengan DCA
NAB_akhir = [P_net + ฮฃ(PMT_net ร (1 + r/12)^(12t - k))] ร (1 - fee_jual); PMT_net = PMT ร (1 - fee_beli)
- P_net = modal awal setelah dikurangi fee subscription
- PMT = setoran bulanan (Rp)
- PMT_net = setoran setelah fee subscription
- r = return tahunan dalam desimal (compounded monthly)
- t = jangka waktu (tahun)
- k = bulan ke-k saat setoran dilakukan
- fee_jual = biaya redemption (decimal)
Keuntungan reksa dana untuk investor individu BEBAS PPh sesuai PMK No. 100/2022. Manajer investasi memotong biaya pengelolaan dari NAB harian.
๐ก Contoh: RDS dengan modal awal Rp 10 juta + DCA Rp 1 juta/bulan, 10 tahun
Diketahui:- Modal awal P = Rp 10.000.000
- Setoran bulanan = Rp 1.000.000
- Return reksa dana saham r = 12% per tahun
- Fee subscription = 1%, fee redemption = 0,5%
- Tenor = 10 tahun
Langkah:- P_net = 10.000.000 ร (1 - 0,01) = Rp 9.900.000
- PMT_net = 1.000.000 ร (1 - 0,01) = Rp 990.000
- FV modal awal = 9.900.000 ร (1,01)^120 โ Rp 32.704.000
- FV setoran = 990.000 ร [((1,01)^120 - 1) / 0,01] โ Rp 227.825.000
- Subtotal = 32.704.000 + 227.825.000 = Rp 260.529.000
- Setelah fee jual: 260.529.000 ร (1 - 0,005) = Rp 259.226.000
Hasil: NAB akhir Rp 259,2 juta. Total setoran Rp 130 juta (10 juta + 120 juta), total keuntungan bersih Rp 129,2 juta atau ROI 99,4% dalam 10 tahun. Bebas pajak penghasilan untuk investor individu.
โ Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda 4 jenis reksa dana?
Pasar Uang (RDPU): 100% di deposito/SBI/obligasi <1 tahun, risiko sangat rendah, return 4-6%. Pendapatan Tetap (RDPT): minimal 80% obligasi, risiko rendah-sedang, return 5-8%. Campuran (RDC): kombinasi saham+obligasi+pasar uang fleksibel, risiko sedang, return 7-10%. Saham (RDS): minimal 80% saham, risiko tinggi, return jangka panjang 10-15%. Pilih sesuai horizon waktu dan toleransi risiko.
Apakah keuntungan reksa dana kena pajak?
Untuk investor individu, capital gain dan dividen reksa dana BEBAS PPh sesuai UU PPh dan PMK No. 100/PMK.010/2022. Untuk investor badan, capital gain reksa dana saham tetap bebas pajak tapi obligasi di portofolio kena PPh Final 10%. Bebas pajak ini menjadi salah satu daya tarik utama reksa dana dibanding instrumen lain seperti deposito (PPh 20%) atau obligasi langsung (PPh 10%).
Berapa minimum investasi reksa dana?
Di banyak platform digital (Bibit, Bareksa, Ajaib, Tanamduit, IPOT) minimum pembelian mulai dari Rp 10.000 - Rp 100.000. Di sekuritas/bank besar minimum bisa Rp 100.000 - Rp 1 juta. Tidak ada batas maksimum. Semua platform harus terdaftar di OJK sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Cek izin OJK sebelum membeli.
Apa itu NAB (Nilai Aktiva Bersih)?
NAB adalah nilai total aset reksa dana dikurangi kewajiban, dibagi jumlah unit penyertaan beredar (NAB per unit). NAB dihitung setiap hari bursa oleh Bank Kustodian. Anggap NAB sebagai 'harga saham' reksa dana. Jika Anda beli ketika NAB Rp 1.000/unit dan jual saat NAB Rp 1.500/unit, untung 50% sebelum fee. NAB bisa naik atau turun mengikuti pergerakan portofolio.
Apa risiko investasi reksa dana?
Risiko pasar (NAB bisa turun mengikuti harga saham/obligasi), risiko likuiditas (pencairan butuh 1-7 hari kerja), risiko default penerbit obligasi di portofolio, risiko wanprestasi manajer investasi, dan risiko perubahan ekonomi/politik. Reksa dana tidak dijamin LPS. Mitigasi: pilih MI dengan rekam jejak panjang dan AUM besar, diversifikasi antar jenis, dan investasi jangka panjang untuk meredam volatilitas.
๐ Sumber & referensi
Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026