๐Ÿ“ˆ

Kalkulator Reksadana

Simulasi investasi reksa dana dengan bunga majemuk bulanan, setoran rutin, dan biaya subscription/redemption. Mendukung 4 jenis: Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, dan Saham.

KEUANGAN

Kalkulator Reksadana mensimulasikan pertumbuhan investasi reksa dana dengan bunga majemuk bulanan, setoran rutin, dan biaya subscription/redemption.

Mendukung empat jenis reksa dana (Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, Saham) dengan kisaran return historis masing-masing. Menghitung NAB akhir setelah biaya beli dan jual, total modal, total keuntungan, ROI, serta tabel proyeksi per tahun. Keuntungan reksa dana bebas pajak penghasilan untuk investor individu.

Disklaimer: Return reksa dana tidak dijamin dan berfluktuasi mengikuti pasar. Angka historis bukan jaminan kinerja masa depan. Pastikan produk terdaftar di OJK sebelum berinvestasi. .

Kalkulator Reksadana

Simulasi pertumbuhan investasi reksadana dengan bunga majemuk bulanan, setoran rutin, dan biaya subscription/redemption. Hasil bersifat estimasi โ€” return aktual dapat berbeda.

Kombinasi saham & obligasi, risiko sedang, fleksibel mengikuti kondisi pasar.
Masukkan 0 atau kosongkan jika hanya setoran rutin.
Kisaran Campuran: 8โ€“12%/tahun
Umumnya 0โ€“3%. Default: 1%.
Banyak produk: 0% setelah 1 tahun.

Panduan Reksadana Indonesia

Reksadana Pasar Uang โ€” 3โ€“5%/tahunInvestasi jangka pendek (<1 tahun), risiko sangat rendah, cocok untuk dana darurat.
Reksadana Pendapatan Tetap โ€” 5โ€“8%/tahunMayoritas obligasi, risiko rendah-sedang, imbal hasil lebih stabil.
Reksadana Campuran โ€” 8โ€“12%/tahunKombinasi saham & obligasi, risiko sedang, fleksibel mengikuti kondisi pasar.
Reksadana Saham โ€” 10โ€“20%/tahunMayoritas saham, potensi return tertinggi, risiko paling tinggi, horizon >5 tahun.
NAB (Nilai Aktiva Bersih) & Unit Penyertaan (UP)NAB adalah total nilai portofolio reksadana dibagi jumlah unit yang beredar. Ketika Anda membeli reksadana, Anda mendapatkan sejumlah UP. Keuntungan Anda dihitung dari kenaikan NAB per UP dikalikan jumlah UP yang dimiliki. NAB per UP diumumkan setiap hari bursa.
Biaya Reksadana
  • Biaya Beli (Subscription Fee): dikenakan saat membeli unit, umumnya 0โ€“3%.
  • Biaya Jual (Redemption Fee): dikenakan saat mencairkan, banyak produk menetapkan 0% setelah kepemilikan lebih dari 1 tahun.
  • Management Fee: biaya manajer investasi, sudah tercermin otomatis dalam NAB harian (tidak perlu dihitung terpisah).
  • Custodian Fee: biaya bank kustodian, juga sudah masuk NAB harian.
Pajak Reksadana โ€” Bebas PPh PenghasilanKeuntungan modal (capital gain) dari reksadana tidak dikenakan PPh untuk investor individu di Indonesia. Berdasarkan PMK No. 153/2024 dan regulasi sebelumnya, hasil investasi reksadana โ€” baik dari kenaikan NAB maupun dividen yang direinvestasikan โ€” tidak dipotong pajak penghasilan. Ini menjadikan reksadana salah satu instrumen investasi yang paling efisien secara pajak.
Registrasi OJK & Keamanan InvestasiSeluruh reksadana yang dipasarkan di Indonesia wajib terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Manajer investasi (MI) juga harus memiliki izin OJK. Sebelum berinvestasi, pastikan produk dan MI tercatat di sikapiuangmu.ojk.go.id. Dana investor disimpan terpisah di bank kustodian โ€” bukan milik MI โ€” sehingga aman jika MI mengalami masalah.
Risiko vs Return โ€” Pilih Sesuai Profil
Pasar Uang: Risiko sangat rendah, cocok jangka <1 thnPendapatan Tetap: Risiko rendah, stabil, 1โ€“3 thnCampuran: Risiko sedang, fleksibel, 3โ€“5 thnSaham: Risiko tinggi, potensi max, >5 thn
Prinsip dasar: semakin tinggi potensi return, semakin tinggi risiko. Diversifikasikan portofolio sesuai tujuan keuangan dan toleransi risiko Anda.

Catatan: Kalkulator ini menggunakan asumsi return konstan dengan bunga majemuk bulanan. Return reksadana aktual berfluktuasi mengikuti pasar dan tidak dijamin. Angka return historis bukan jaminan kinerja masa depan. Lakukan riset mandiri atau konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum berinvestasi.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Pilih jenis reksa dana: Pasar Uang (RDPU), Pendapatan Tetap (RDPT), Campuran (RDC), atau Saham (RDS).
  2. Masukkan modal awal (lump sum) yang ingin diinvestasikan, misal Rp 5.000.000.
  3. Tambahkan setoran rutin bulanan jika menggunakan strategi dollar cost averaging (DCA).
  4. Masukkan estimasi return tahunan sesuai jenis (RDPU 4-6%, RDPT 5-8%, RDC 7-10%, RDS 10-15%).
  5. Isi biaya subscription (beli) dan redemption (jual) sesuai prospektus manajer investasi, biasanya 0-2%.
  6. Tentukan jangka waktu investasi dalam tahun dan klik Hitung untuk melihat proyeksi NAB akhir, total modal, dan keuntungan.
  7. Bandingkan beberapa jenis reksa dana untuk mengetahui profil risk-return yang sesuai tujuan finansial Anda.

Pertumbuhan NAB Reksa Dana dengan DCA

NAB_akhir = [P_net + ฮฃ(PMT_net ร— (1 + r/12)^(12t - k))] ร— (1 - fee_jual); PMT_net = PMT ร— (1 - fee_beli)
  • P_net = modal awal setelah dikurangi fee subscription
  • PMT = setoran bulanan (Rp)
  • PMT_net = setoran setelah fee subscription
  • r = return tahunan dalam desimal (compounded monthly)
  • t = jangka waktu (tahun)
  • k = bulan ke-k saat setoran dilakukan
  • fee_jual = biaya redemption (decimal)

Keuntungan reksa dana untuk investor individu BEBAS PPh sesuai PMK No. 100/2022. Manajer investasi memotong biaya pengelolaan dari NAB harian.

Contoh: RDS dengan modal awal Rp 10 juta + DCA Rp 1 juta/bulan, 10 tahun

Diketahui:
  • Modal awal P = Rp 10.000.000
  • Setoran bulanan = Rp 1.000.000
  • Return reksa dana saham r = 12% per tahun
  • Fee subscription = 1%, fee redemption = 0,5%
  • Tenor = 10 tahun
Langkah:
  1. P_net = 10.000.000 ร— (1 - 0,01) = Rp 9.900.000
  2. PMT_net = 1.000.000 ร— (1 - 0,01) = Rp 990.000
  3. FV modal awal = 9.900.000 ร— (1,01)^120 โ‰ˆ Rp 32.704.000
  4. FV setoran = 990.000 ร— [((1,01)^120 - 1) / 0,01] โ‰ˆ Rp 227.825.000
  5. Subtotal = 32.704.000 + 227.825.000 = Rp 260.529.000
  6. Setelah fee jual: 260.529.000 ร— (1 - 0,005) = Rp 259.226.000

Hasil: NAB akhir Rp 259,2 juta. Total setoran Rp 130 juta (10 juta + 120 juta), total keuntungan bersih Rp 129,2 juta atau ROI 99,4% dalam 10 tahun. Bebas pajak penghasilan untuk investor individu.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda 4 jenis reksa dana?
Pasar Uang (RDPU): 100% di deposito/SBI/obligasi <1 tahun, risiko sangat rendah, return 4-6%. Pendapatan Tetap (RDPT): minimal 80% obligasi, risiko rendah-sedang, return 5-8%. Campuran (RDC): kombinasi saham+obligasi+pasar uang fleksibel, risiko sedang, return 7-10%. Saham (RDS): minimal 80% saham, risiko tinggi, return jangka panjang 10-15%. Pilih sesuai horizon waktu dan toleransi risiko.
Apakah keuntungan reksa dana kena pajak?
Untuk investor individu, capital gain dan dividen reksa dana BEBAS PPh sesuai UU PPh dan PMK No. 100/PMK.010/2022. Untuk investor badan, capital gain reksa dana saham tetap bebas pajak tapi obligasi di portofolio kena PPh Final 10%. Bebas pajak ini menjadi salah satu daya tarik utama reksa dana dibanding instrumen lain seperti deposito (PPh 20%) atau obligasi langsung (PPh 10%).
Berapa minimum investasi reksa dana?
Di banyak platform digital (Bibit, Bareksa, Ajaib, Tanamduit, IPOT) minimum pembelian mulai dari Rp 10.000 - Rp 100.000. Di sekuritas/bank besar minimum bisa Rp 100.000 - Rp 1 juta. Tidak ada batas maksimum. Semua platform harus terdaftar di OJK sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Cek izin OJK sebelum membeli.
Apa itu NAB (Nilai Aktiva Bersih)?
NAB adalah nilai total aset reksa dana dikurangi kewajiban, dibagi jumlah unit penyertaan beredar (NAB per unit). NAB dihitung setiap hari bursa oleh Bank Kustodian. Anggap NAB sebagai 'harga saham' reksa dana. Jika Anda beli ketika NAB Rp 1.000/unit dan jual saat NAB Rp 1.500/unit, untung 50% sebelum fee. NAB bisa naik atau turun mengikuti pergerakan portofolio.
Apa risiko investasi reksa dana?
Risiko pasar (NAB bisa turun mengikuti harga saham/obligasi), risiko likuiditas (pencairan butuh 1-7 hari kerja), risiko default penerbit obligasi di portofolio, risiko wanprestasi manajer investasi, dan risiko perubahan ekonomi/politik. Reksa dana tidak dijamin LPS. Mitigasi: pilih MI dengan rekam jejak panjang dan AUM besar, diversifikasi antar jenis, dan investasi jangka panjang untuk meredam volatilitas.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026