๐Ÿ’ฑ

Kalkulator Forex (Pip, Lot, Margin)

Hitung pip value, lot size, dan margin forex. Mendukung berbagai pair mata uang dan leverage.

KEUANGAN

Kalkulator Forex membantu trader menghitung pip value, lot size, dan margin untuk berbagai pair mata uang.

Tiga mode: hitung nilai pip untuk mengetahui profit/loss per pip, hitung lot size berdasarkan manajemen risiko (% balance), dan hitung margin yang dibutuhkan berdasarkan leverage. Mendukung pair mayor dan cross.

Disklaimer: Trading forex berisiko tinggi. Kalkulator ini untuk edukasi dan perencanaan, bukan rekomendasi trading. .

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Pilih mode kalkulator: Pip Value (nilai pip), Lot Size (ukuran lot berdasarkan risiko), atau Margin (modal jaminan).
  2. Pilih pair mata uang, misalnya EUR/USD, GBP/JPY, atau XAU/USD untuk emas.
  3. Untuk Pip Value: masukkan ukuran posisi dalam lot (1 standard lot = 100.000 unit base currency).
  4. Untuk Lot Size: masukkan saldo akun (USD/IDR), persentase risiko (1-2% disarankan), dan stop loss dalam pip.
  5. Untuk Margin: masukkan leverage (1:100 sampai 1:1000) dan ukuran posisi.
  6. Tekan Hitung untuk melihat hasil. Tip: jangan pertaruhkan lebih dari 2% saldo per posisi sesuai prinsip Van Tharp position sizing.

Pip Value, Position Size, dan Margin

Pip Value = (Pip Decimal / Exchange Rate) * Lot Size; Position Size = (Saldo * Risk%) / (Stop Loss Pip * Pip Value); Margin = (Lot Size * Contract Size) / Leverage
  • Pip Decimal = 0.0001 untuk pair 4-desimal, 0.01 untuk pair JPY
  • Exchange Rate = harga pair saat ini
  • Lot Size = 100.000 (standard), 10.000 (mini), 1.000 (micro) unit
  • Risk% = persentase saldo yang dipertaruhkan (umumnya 1-2%)
  • Leverage = rasio modal pinjaman (misalnya 1:100)

Untuk USD sebagai quote currency, pip value = pip decimal * lot size langsung tanpa konversi.

Contoh: Trade EUR/USD dengan akun $5.000, risiko 1%, SL 30 pip

Diketahui:
  • Saldo = USD 5.000
  • Risk = 1% = USD 50
  • Stop Loss = 30 pip
  • Pair = EUR/USD, pip value standard lot = USD 10
Langkah:
  1. Maksimal kerugian = 5000 * 1% = USD 50
  2. Pip value per micro lot (0.01) = USD 0.10
  3. Kerugian per micro lot = 0.10 * 30 = USD 3
  4. Position size = 50 / 3 = 16.67 micro lot = 0.17 standard lot

Hasil: Trader sebaiknya membuka posisi maksimum 0.17 lot agar potensi kerugian saat SL hit tidak melebihi 1% saldo ($50).

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah trading forex legal di Indonesia?
Trading forex melalui broker berizin Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) legal di Indonesia. Pastikan broker terdaftar di SRO seperti JFX/KBI dan memiliki nomor izin Bappebti. Daftar broker resmi dapat dicek di bappebti.go.id. Broker offshore tanpa izin Bappebti dilarang dan transaksinya tidak dilindungi hukum Indonesia.
Berapa pajak penghasilan dari profit forex?
Profit trading forex dari broker dalam negeri dipotong PPh Final 2.5% dari margin transaksi (PMK 31/2013). Jika trading via broker luar negeri, profit dilaporkan sebagai penghasilan lain di SPT Tahunan dan dikenakan tarif progresif PPh OP 5-35%. Konsultasikan dengan konsultan pajak untuk struktur yang tepat.
Apa beda leverage 1:100 dan 1:500?
Leverage adalah rasio modal pinjaman terhadap modal sendiri. Leverage 1:100 berarti dengan margin $100, Anda mengendalikan posisi senilai $10.000. Leverage 1:500 = $100 mengontrol $50.000. Bappebti membatasi leverage maksimum 1:200 untuk klien retail. Leverage tinggi memperbesar potensi profit dan loss secara proporsional.
Kenapa pip pada pair JPY berbeda?
Pair JPY (USD/JPY, EUR/JPY, GBP/JPY) hanya memiliki 2 desimal karena harga JPY yang besar. Satu pip = 0.01, bukan 0.0001 seperti pair lain. Contoh USD/JPY bergerak dari 149.50 ke 149.55 = 5 pip. Beberapa broker menampilkan pip fraksional (pipette) dengan 3 desimal untuk eksekusi lebih presisi.
Apa itu margin call dan stop out?
Margin call adalah peringatan dari broker bahwa equity Anda mendekati margin level minimum (umumnya 100%), sehingga harus tambah dana atau tutup posisi. Stop out adalah penutupan paksa posisi oleh broker ketika margin level mencapai ambang (umumnya 50%) untuk mencegah saldo negatif. Bappebti mewajibkan negative balance protection bagi klien retail sejak 2023.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026