Kalkulator Diskon membantu Anda menghitung harga akhir setelah potongan diskon secara cepat dan akurat.
Mendukung diskon tunggal maupun diskon bertingkat (ganda) yang sering dipakai marketplace dan toko retail. Kalkulator ini juga bisa menambahkan pajak/PPN sehingga Anda tahu harga final yang benar-benar harus dibayar.
Informasi kalkulator
๐ Cara menggunakan kalkulator ini
- Masukkan harga asli barang sebelum diskon dalam Rupiah penuh.
- Pilih jenis diskon: persentase tunggal (misal 30%) atau diskon bertumpuk (misal 30% + 20% lagi).
- Isi persentase diskon. Untuk diskon bertumpuk (stacked discount), kalkulator menghitung secara berurutan โ bukan dijumlahkan.
- Opsional: aktifkan toggle pajak (PPN 11%) untuk simulasi harga akhir setelah pajak.
- Klik "Hitung". Anda akan melihat harga setelah diskon, nominal hemat, dan persentase hemat efektif.
๐งฎ Diskon tunggal & bertumpuk
Diskon tunggal: H_akhir = H_asli ร (1 โ d%)
Diskon bertumpuk: H_akhir = H_asli ร (1 โ d1%) ร (1 โ d2%)
- H_asli = harga sebelum diskon
- H_akhir = harga setelah diskon
- d, d1, d2 = persentase diskon (dalam desimal: 30% = 0,30)
Diskon bertumpuk 30% + 20% TIDAK sama dengan 50%. Hasil sebenarnya 0,70 ร 0,80 = 0,56 โ diskon efektif 44%, bukan 50%.
๐ก Contoh: Sepatu Rp 800.000, diskon 30% + 20% tambahan dari member, PPN 11%
Diketahui:- Harga asli = Rp 800.000
- Diskon pertama (umum) = 30%
- Diskon kedua (member) = 20%
- PPN = 11%
Langkah:- Diskon pertama: 800.000 ร (1 โ 0,30) = 800.000 ร 0,70 = Rp 560.000
- Diskon kedua: 560.000 ร (1 โ 0,20) = 560.000 ร 0,80 = Rp 448.000
- Total diskon efektif: (800.000 โ 448.000) รท 800.000 = 44% (bukan 50%!)
- PPN 11%: 448.000 ร 1,11 = Rp 497.280
Hasil: Harga akhir setelah diskon + PPN = Rp 497.280. Hemat dari harga asli = Rp 302.720 (โ38% setelah PPN). Diskon bertumpuk 30+20 โ 50% โ perbedaan 6 poin persentase.
โ Pertanyaan yang sering diajukan
Mengapa diskon 50%+20% bukan 70%?
Karena diskon kedua dihitung dari harga setelah diskon pertama, bukan dari harga asli. 50%+20% berarti: harga jadi 50% dari asli, lalu dipotong 20% lagi โ 50% ร 80% = 40% dari asli, jadi diskon efektif 60%, bukan 70%. Selalu hitung berurutan, jangan jumlahkan.
Apa beda "Disc up to 70%" dengan "Disc 70%"?
"Up to 70%" artinya MAKSIMAL 70% โ hanya beberapa item tertentu yang dapat diskon segini. Sebagian besar item biasanya diskonnya jauh lebih kecil. Selalu cek harga sebelum dan sesudah untuk verifikasi.
Bagaimana cara hitung harga sebelum diskon kalau saya cuma tahu harga setelah diskon?
Gunakan reverse formula: H_asli = H_akhir รท (1 โ d%). Contoh: harga setelah diskon Rp 600.000, diskon 25%. H_asli = 600.000 รท 0,75 = Rp 800.000. Berguna untuk mengecek apakah toko menaikkan harga dulu sebelum kasih diskon palsu.
Apakah PPN dihitung sebelum atau setelah diskon?
Berdasarkan UU PPh dan PP 9/2021 di Indonesia, PPN dihitung dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) โ yaitu harga JUAL yang sudah didiskon. Jadi urutannya: harga asli โ potong diskon โ tambahkan PPN. Toko yang menambahkan PPN ke harga asli sebelum diskon merugikan konsumen.
Hari belanja online (10.10, 11.11) โ bagaimana strategi optimal?
Bandingkan harga 1โ2 minggu SEBELUM event (banyak toko menaikkan harga dulu, lalu "kasih diskon"). Gunakan voucher cashback bertumpuk: diskon toko + cashback platform + cashback bank/e-wallet. Total hemat efektif bisa 30โ50% dari harga normal kalau dilakukan benar.
๐ Sumber & referensi
Terakhir diperbarui: 23 Mei 2026