๐Ÿ“ˆ

Kalkulator Average Down Saham (Average Harga Beli)

Hitung rata-rata harga beli saham (average down/up), break-even price, dan simulasi profit/loss.

KEUANGAN

Kalkulator Average Harga Saham membantu investor menghitung harga rata-rata beli (average price) dari beberapa kali transaksi pembelian.

Cocok untuk strategi average down maupun average up. Dilengkapi simulasi profit/loss dengan target harga jual, perhitungan fee transaksi BEI standar (beli 0,15%, jual 0,25%), dan break-even price.

Disklaimer: Fee transaksi bervariasi antar sekuritas. Hasil bersifat simulasi dan bukan rekomendasi investasi. .

Kalkulator Average Harga Saham

Hitung rata-rata harga beli saham (average down/up) dari beberapa transaksi pembelian. Termasuk simulasi profit/loss dan break-even price.

Transaksi Pembelian

Tentang Average Saham

Average Down: Strategi membeli saham tambahan saat harga turun untuk menurunkan harga rata-rata beli. Tujuannya agar lebih cepat profit saat harga rebound.

Average Up: Kebalikannya โ€” membeli saham tambahan saat harga naik karena yakin tren akan terus naik. Rata-rata harga beli naik, tapi potensi profit lebih besar.

Fee Transaksi BEI: Fee beli standar sekitar 0,15% dan fee jual sekitar 0,25% (sudah termasuk PPh final 0,1%). Fee ini bervariasi antar sekuritas.

Break-Even Price: Harga jual minimum agar tidak rugi setelah memperhitungkan semua fee beli dan jual.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Masukkan transaksi pertama: harga beli per lembar dan jumlah lot (1 lot = 100 lembar).
  2. Klik tombol tambah transaksi untuk memasukkan pembelian kedua, ketiga, dan seterusnya.
  3. Centang opsi sertakan fee broker (standar BEI: beli 0,15%, jual 0,25%) jika ingin akurat.
  4. Lihat hasil harga rata-rata (average price) yang otomatis terhitung.
  5. Masukkan harga jual target untuk simulasi profit/loss dan break-even price.
  6. Gunakan hasil untuk evaluasi strategi average down atau average up portofolio Anda.

Weighted Average Price

Average = ฮฃ(Harga ร— Jumlah Lembar) / ฮฃ(Jumlah Lembar)
  • Harga = harga beli per lembar di tiap transaksi
  • Jumlah Lembar = lot ร— 100 (1 lot saham BEI = 100 lembar)
  • Total Modal = ฮฃ(Harga ร— Lembar) + ฮฃ(Fee Beli)
  • Break-even Price = (Total Modal ร— (1 + fee jual)) / Total Lembar
  • Profit = (Harga Jual ร— Lembar ร— (1 - fee jual)) - Total Modal

Fee broker bervariasi 0,1%-0,3% beli dan 0,2%-0,4% jual; cek profil broker Anda.

Contoh: Average down saham BBRI setelah harga turun

Diketahui:
  • Beli 1: 10 lot di Rp 5.000 (1.000 lembar, modal Rp 5.000.000)
  • Beli 2: 20 lot di Rp 4.500 (2.000 lembar, modal Rp 9.000.000)
  • Beli 3: 30 lot di Rp 4.000 (3.000 lembar, modal Rp 12.000.000)
  • Fee beli 0,15%, fee jual 0,25%
Langkah:
  1. Total lembar = 1.000 + 2.000 + 3.000 = 6.000 lembar (60 lot)
  2. Total nilai pembelian = 5.000.000 + 9.000.000 + 12.000.000 = Rp 26.000.000
  3. Average price = 26.000.000 / 6.000 = Rp 4.333,33 per lembar
  4. Total fee beli = 26.000.000 ร— 0,15% = Rp 39.000
  5. Total modal = 26.000.000 + 39.000 = Rp 26.039.000
  6. Break-even = 26.039.000 / (6.000 ร— (1 - 0,25%)) = Rp 4.350 per lembar

Hasil: Average price Rp 4.333,33; break-even (BEP) di harga Rp 4.350 setelah fee jual. Jika harga naik di atas Rp 4.350 sudah profit.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu strategi average down dan apakah selalu menguntungkan?
Average down adalah strategi membeli saham tambahan saat harga turun untuk menurunkan harga rata-rata beli. Strategi ini menguntungkan jika fundamental perusahaan masih bagus dan harga akan naik kembali. Namun berisiko jika saham terus turun atau fundamentalnya memburuk (saham nyangkut). Investor harus melakukan analisis fundamental dan tidak average down hanya karena harga murah. Hindari average down pada saham gorengan atau perusahaan rugi terus-menerus.
Berapa fee transaksi saham di Indonesia?
Fee transaksi saham di BEI bervariasi tergantung broker. Standar umum: fee beli 0,15-0,25% dan fee jual 0,25-0,35% (termasuk PPN dan pajak penjualan 0,1%). Broker online retail seperti Stockbit, Ajaib, IPOT, Mirae biasanya menawarkan fee lebih rendah dibandingkan broker full service. Untuk transaksi day trading, fee bisa lebih murah. Selalu cek struktur fee di profil aplikasi broker Anda.
Apa itu break-even price (BEP) dan bedanya dengan average price?
Average price adalah harga rata-rata pembelian tanpa memperhitungkan fee. Break-even price (BEP) adalah harga jual minimum agar Anda tidak rugi setelah dipotong fee beli dan fee jual. BEP selalu lebih tinggi dari average karena harus menutup biaya transaksi total. Misal average Rp 4.333, BEP bisa Rp 4.350 dengan fee 0,4% total. Jual di atas BEP = profit, di bawah BEP = rugi.
Kapan sebaiknya melakukan average up?
Average up dilakukan saat harga saham naik dan fundamental terbukti kuat (revenue growth, profit margin meningkat, manajemen baik). Strategi ini cocok untuk saham bluechip atau growth stock dalam tren uptrend. Risikonya: average price naik sehingga margin profit mengecil dan jika koreksi, kerugian relatif lebih besar. Investor disiplin biasanya average up secara bertahap dengan ukuran lot lebih kecil.
Apakah dividen mempengaruhi perhitungan average price?
Dividen tidak mempengaruhi average price secara matematis, tetapi mempengaruhi return total investasi. Beberapa investor menghitung adjusted average price dengan mengurangi total dividen yang diterima dari modal: Adjusted Average = (Total Modal - Total Dividen) / Total Lembar. Ini berguna untuk evaluasi kinerja jangka panjang. Dividen di Indonesia dipotong PPh final 10% untuk WP orang pribadi, kecuali diinvestasikan kembali.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026