Kalkulator eGFR memperkirakan laju filtrasi glomerulus untuk menilai fungsi ginjal Anda.
Menggunakan formula CKD-EPI 2021 (race-free) berdasarkan kreatinin serum, usia, dan jenis kelamin. Hasil diklasifikasikan ke dalam 6 stadium penyakit ginjal kronis (G1-G5).
Disklaimer: Hasil bukan diagnosis medis. Konsultasikan dengan dokter spesialis nefrologi untuk evaluasi fungsi ginjal. .
Informasi kalkulator
๐ Cara menggunakan kalkulator ini
- Masukkan kadar kreatinin serum dari hasil lab terbaru (satuan mg/dL). Konversi jika hasil dalam umol/L dengan membagi 88.4.
- Masukkan usia Anda dalam tahun penuh, minimal 18 tahun. Kalkulator CKD-EPI 2021 divalidasi untuk dewasa.
- Pilih jenis kelamin biologis (pria atau wanita) karena memengaruhi koefisien rumus.
- Tekan Hitung untuk memperoleh estimasi laju filtrasi glomerulus dalam mL/menit/1.73 m^2.
- Periksa kategori stadium G1-G5 untuk interpretasi fungsi ginjal Anda.
- Konsultasikan ke dokter atau nefrolog jika eGFR < 60 mL/menit/1.73 m^2 selama 3 bulan berturut-turut. Tip: hidrasi cukup sebelum cek lab agar kreatinin tidak terganggu dehidrasi.
๐งฎ CKD-EPI 2021 (race-free)
eGFR = 142 * min(Scr/k, 1)^a * max(Scr/k, 1)^-1.200 * 0.9938^Age * (1.012 jika wanita)
- Scr = kreatinin serum (mg/dL)
- k = 0.7 untuk wanita, 0.9 untuk pria
- a = -0.241 untuk wanita, -0.302 untuk pria
- Age = usia dalam tahun
Rumus ini direkomendasikan NKF/ASN 2021 menggantikan versi 2009 dengan menghapus koefisien ras.
๐ก Contoh: Pria 55 tahun, kreatinin 1.2 mg/dL
Diketahui:- Scr = 1.2 mg/dL
- Usia = 55 tahun
- Jenis kelamin = pria
- k = 0.9, a = -0.302
Langkah:- Scr/k = 1.2 / 0.9 = 1.333
- min(1.333, 1) = 1; max(1.333, 1) = 1.333
- eGFR = 142 * 1^(-0.302) * 1.333^(-1.200) * 0.9938^55
- eGFR = 142 * 1 * 0.715 * 0.711 = 72.2 mL/menit/1.73 m^2
Hasil: eGFR 72 mL/menit/1.73 m^2 termasuk stadium G2 (penurunan ringan), masih dalam batas fungsi ginjal yang dapat diterima.
โ Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu stadium G1 sampai G5 dalam penyakit ginjal kronis?
G1 (>=90) fungsi normal, G2 (60-89) penurunan ringan, G3a (45-59) ringan-sedang, G3b (30-44) sedang-berat, G4 (15-29) berat, dan G5 (<15) gagal ginjal. Diagnosis CKD ditegakkan jika eGFR <60 atau ada tanda kerusakan ginjal lain (proteinuria, hematuria) yang menetap >=3 bulan.
Kenapa CKD-EPI 2021 menghapus faktor ras?
Versi sebelumnya menambahkan koefisien 1.159 untuk pasien kulit hitam, padahal ras adalah konstruk sosial bukan biologis. NKF dan ASN pada 2021 merekomendasikan formula tanpa ras agar tidak terjadi overestimasi eGFR yang menunda diagnosis CKD pada populasi tertentu.
Apakah eGFR akurat untuk semua orang?
Tidak. eGFR kurang akurat pada orang dengan massa otot ekstrem (binaragawan, amputasi), kehamilan, gizi buruk, vegan ketat, atau usia di bawah 18. Pada kasus tersebut, dokter biasanya menggunakan cystatin C, klirens kreatinin 24 jam, atau iohexol clearance sebagai standar emas.
Berapa biaya cek kreatinin di Indonesia?
Cek kreatinin serum di laboratorium swasta seperti Prodia atau Kimia Farma berkisar Rp 45.000 sampai Rp 90.000 per test. Di Puskesmas dengan BPJS, cek kreatinin gratis bila ada indikasi medis. Cek rutin tahunan disarankan bagi pengidap diabetes, hipertensi, atau usia di atas 60 tahun.
Apa yang harus dilakukan jika eGFR rendah?
Jika eGFR <60 selama 3 bulan, segera konsultasi ke dokter penyakit dalam atau nefrolog. Kontrol tekanan darah <130/80, kontrol gula darah bila diabetes, hindari NSAID seperti ibuprofen dan diklofenak, batasi protein 0.6-0.8 g/kg BB/hari, serta kurangi garam <5 g/hari. PERNEFRI mencatat ~739.000 orang Indonesia hidup dengan CKD pada 2023.
๐ Sumber & referensi
Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026