๐Ÿท

Kalkulator Target Tabungan (Goal-Based)

Hitung berapa yang harus ditabung per hari/bulan/tahun untuk mencapai target nominal. Simulasi compounding bunga deposito/tabungan. Untuk metode challenge nabung 52 minggu, lihat Kalkulator Tabungan Harian.

KEUANGAN

Kalkulator Tabungan membantu Anda merencanakan target menabung dan mensimulasikan pertumbuhan tabungan.

Dua mode: hitung berapa yang harus ditabung per hari/minggu/bulan untuk mencapai target, atau simulasikan berapa yang terkumpul dalam jangka waktu tertentu. Mendukung bunga tabungan dan pajak bunga.

Kalkulator Tabungan 2026

Rencanakan tabungan Anda: hitung berapa yang harus ditabung tiap hari/minggu/bulan untuk mencapai target, atau simulasikan pertumbuhan tabungan rutin Anda โ€” lengkap dengan bunga dan pajak.

Bunga membantu target lebih cepat tercapai. Kosongkan jika tidak ada bunga.

Panduan Menabung & Tips Keuangan

Aturan 50/30/2050% penghasilan untuk kebutuhan pokok (makan, sewa, tagihan), 30% untuk keinginan (hiburan, makan di luar), dan 20% untuk tabungan & investasi. Ini adalah panduan umum yang bisa disesuaikan dengan kondisi finansial Anda.
Bunga Majemuk vs Bunga SederhanaBunga sederhana (simple interest) dihitung dari modal pokok saja: Bunga = Pokok ร— r ร— t. Bunga majemuk (compound interest) dihitung dari modal + bunga yang sudah terkumpul: FV = P(1 + r/n)^(nt). Rekening tabungan bank umum di Indonesia umumnya menggunakan bunga harian yang dikreditkan setiap bulan โ€” ini termasuk bunga majemuk.
Pajak Bunga Tabungan (PPh Final 20%)Berdasarkan PP 123/2015, bunga tabungan dan deposito dikenakan PPh Final 20% jika bunga yang diterima melebihi Rp 7.500.000 per tahun. Pajak dipotong langsung oleh bank. Tabungan dengan bunga di bawah batas tersebut bebas pajak โ€” ini menguntungkan bagi penabung kecil.
Strategi Menabung EfektifTerapkan "pay yourself first" โ€” sisihkan tabungan di awal bulan sebelum pengeluaran lain. Buka rekening tabungan terpisah khusus untuk tujuan tertentu. Manfaatkan autodebet agar konsisten. Untuk tujuan jangka panjang (>3 tahun), pertimbangkan instrumen yang lebih menguntungkan seperti reksa dana atau obligasi negara (SBN).
Dana Darurat Terlebih DahuluSebelum menabung untuk tujuan lain, prioritaskan membangun dana darurat sebesar 3โ€“6 kali pengeluaran bulanan (lajang: 3ร—, berkeluarga: 6ร—). Dana darurat disimpan di instrumen yang likuid seperti tabungan atau reksa dana pasar uang โ€” bukan deposito berjangka.

Catatan: Hasil perhitungan bersifat estimasi. Suku bunga tabungan aktual dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan bank. Konsultasikan keputusan finansial besar dengan perencana keuangan bersertifikat (CFP).

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Pilih mode: 'Hitung Cicilan Tabungan' (dari target) atau 'Simulasi Pertumbuhan' (dari setoran rutin).
  2. Untuk mode target: masukkan jumlah target (misal Rp 50 juta) dan jangka waktu yang diinginkan.
  3. Untuk mode simulasi: masukkan setoran bulanan/mingguan/harian dan durasi menabung.
  4. Masukkan bunga tabungan tahunan (umumnya 1-4% di bank Indonesia) dan pajak bunga (20% untuk tabungan di atas Rp 7,5 juta).
  5. Masukkan saldo awal jika sudah punya tabungan sebelumnya.
  6. Klik Hitung untuk melihat besaran setoran rutin atau hasil akhir tabungan beserta total bunga.
  7. Tip: gunakan rekening tabungan terpisah dari rekening operasional agar tidak tergoda menarik dana.

Future Value Tabungan dengan Setoran Rutin (Anuitas)

FV = PV x (1 + i)^n + PMT x [((1 + i)^n - 1) / i]. Mode target: PMT = (Target - PV x (1+i)^n) x i / ((1+i)^n - 1).
  • FV = nilai tabungan akhir (Future Value)
  • PV = saldo awal (Present Value)
  • PMT = setoran rutin per periode
  • i = bunga per periode (bunga tahunan / 12 untuk bulanan)
  • n = jumlah periode (bulan)

Pajak bunga 20% berlaku untuk saldo > Rp 7,5 juta sesuai PP 131/2000. Bunga efektif setelah pajak: i_net = i x (1 - 0,20).

Contoh: Menabung untuk DP rumah Rp 100 juta dalam 5 tahun

Diketahui:
  • Target: Rp 100.000.000
  • Jangka waktu: 5 tahun (60 bulan)
  • Saldo awal: Rp 5.000.000
  • Bunga tabungan: 3% per tahun (0,25% per bulan); pajak bunga 20%
Langkah:
  1. Bunga bulanan setelah pajak: 0,0025 x 0,80 = 0,002 atau 0,2%.
  2. FV saldo awal: 5.000.000 x (1+0,002)^60 = 5.000.000 x 1,1272 = Rp 5.636.000.
  3. Target dari setoran: 100.000.000 - 5.636.000 = Rp 94.364.000.
  4. Faktor anuitas: ((1,002)^60 - 1) / 0,002 = 0,1272 / 0,002 = 63,6.
  5. PMT = 94.364.000 / 63,6 โ‰ˆ Rp 1.484.000 per bulan.

Hasil: Setoran bulanan sekitar Rp 1.484.000 selama 60 bulan, dengan total bunga setelah pajak โ‰ˆ Rp 5,5 juta.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa bunga tabungan rata-rata bank di Indonesia?
Bunga tabungan reguler di bank umum berkisar 0,5-2% per tahun. Tabungan berjangka (deposito on-call) bisa 2-4%, sementara deposito 1-12 bulan 4-6%. Bank digital seperti Jenius, Bank Jago, atau Seabank menawarkan bunga lebih tinggi 3-7%. Cek data terbaru di laman OJK atau Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) masing-masing bank.
Apakah bunga tabungan kena pajak?
Ya, PPh Pasal 4 ayat (2) sebesar 20% final dikenakan atas bunga tabungan dan deposito jika saldo > Rp 7,5 juta (PP 131/2000). Pajak dipotong otomatis oleh bank. Tabungan dengan saldo โ‰ค Rp 7,5 juta dibebaskan dari pajak bunga, jadi memecah saldo ke beberapa rekening kecil dapat menghindari pajak (legal).
Apa beda tabungan dengan deposito?
Tabungan dapat ditarik sewaktu-waktu, bunga rendah (0,5-2%), dan cocok untuk dana darurat atau transaksi harian. Deposito mengunci dana untuk jangka tertentu (1-12 bulan), bunga lebih tinggi (4-6%), dan ada penalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo. Kedua produk dijamin LPS hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank.
Apakah LPS menjamin tabungan saya?
Ya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat tingkat bunga simpanan tidak melebihi LPS Rate (saat ini 4,25% untuk Rupiah). Jika bunga melebihi LPS Rate, simpanan tidak dijamin. Cek tarif terbaru di lps.go.id.
Bagaimana strategi menabung yang efektif?
Gunakan prinsip pay yourself first: sisihkan dulu 10-20% gaji untuk tabungan, baru sisanya untuk konsumsi. Pisahkan rekening tabungan dari operasional, aktifkan autodebet ke tabungan setiap awal bulan, dan tetapkan target spesifik (SMART). Untuk jangka panjang >3 tahun, pertimbangkan instrumen investasi (reksa dana, SBN ritel, emas) yang lebih melawan inflasi.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026