Kalkulator Tabungan membantu Anda merencanakan target menabung dan mensimulasikan pertumbuhan tabungan.
Dua mode: hitung berapa yang harus ditabung per hari/minggu/bulan untuk mencapai target, atau simulasikan berapa yang terkumpul dalam jangka waktu tertentu. Mendukung bunga tabungan dan pajak bunga.
Informasi kalkulator
๐ Cara menggunakan kalkulator ini
- Pilih mode: 'Hitung Cicilan Tabungan' (dari target) atau 'Simulasi Pertumbuhan' (dari setoran rutin).
- Untuk mode target: masukkan jumlah target (misal Rp 50 juta) dan jangka waktu yang diinginkan.
- Untuk mode simulasi: masukkan setoran bulanan/mingguan/harian dan durasi menabung.
- Masukkan bunga tabungan tahunan (umumnya 1-4% di bank Indonesia) dan pajak bunga (20% untuk tabungan di atas Rp 7,5 juta).
- Masukkan saldo awal jika sudah punya tabungan sebelumnya.
- Klik Hitung untuk melihat besaran setoran rutin atau hasil akhir tabungan beserta total bunga.
- Tip: gunakan rekening tabungan terpisah dari rekening operasional agar tidak tergoda menarik dana.
๐งฎ Future Value Tabungan dengan Setoran Rutin (Anuitas)
FV = PV x (1 + i)^n + PMT x [((1 + i)^n - 1) / i]. Mode target: PMT = (Target - PV x (1+i)^n) x i / ((1+i)^n - 1).
- FV = nilai tabungan akhir (Future Value)
- PV = saldo awal (Present Value)
- PMT = setoran rutin per periode
- i = bunga per periode (bunga tahunan / 12 untuk bulanan)
- n = jumlah periode (bulan)
Pajak bunga 20% berlaku untuk saldo > Rp 7,5 juta sesuai PP 131/2000. Bunga efektif setelah pajak: i_net = i x (1 - 0,20).
๐ก Contoh: Menabung untuk DP rumah Rp 100 juta dalam 5 tahun
Diketahui:- Target: Rp 100.000.000
- Jangka waktu: 5 tahun (60 bulan)
- Saldo awal: Rp 5.000.000
- Bunga tabungan: 3% per tahun (0,25% per bulan); pajak bunga 20%
Langkah:- Bunga bulanan setelah pajak: 0,0025 x 0,80 = 0,002 atau 0,2%.
- FV saldo awal: 5.000.000 x (1+0,002)^60 = 5.000.000 x 1,1272 = Rp 5.636.000.
- Target dari setoran: 100.000.000 - 5.636.000 = Rp 94.364.000.
- Faktor anuitas: ((1,002)^60 - 1) / 0,002 = 0,1272 / 0,002 = 63,6.
- PMT = 94.364.000 / 63,6 โ Rp 1.484.000 per bulan.
Hasil: Setoran bulanan sekitar Rp 1.484.000 selama 60 bulan, dengan total bunga setelah pajak โ Rp 5,5 juta.
โ Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa bunga tabungan rata-rata bank di Indonesia?
Bunga tabungan reguler di bank umum berkisar 0,5-2% per tahun. Tabungan berjangka (deposito on-call) bisa 2-4%, sementara deposito 1-12 bulan 4-6%. Bank digital seperti Jenius, Bank Jago, atau Seabank menawarkan bunga lebih tinggi 3-7%. Cek data terbaru di laman OJK atau Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) masing-masing bank.
Apakah bunga tabungan kena pajak?
Ya, PPh Pasal 4 ayat (2) sebesar 20% final dikenakan atas bunga tabungan dan deposito jika saldo > Rp 7,5 juta (PP 131/2000). Pajak dipotong otomatis oleh bank. Tabungan dengan saldo โค Rp 7,5 juta dibebaskan dari pajak bunga, jadi memecah saldo ke beberapa rekening kecil dapat menghindari pajak (legal).
Apa beda tabungan dengan deposito?
Tabungan dapat ditarik sewaktu-waktu, bunga rendah (0,5-2%), dan cocok untuk dana darurat atau transaksi harian. Deposito mengunci dana untuk jangka tertentu (1-12 bulan), bunga lebih tinggi (4-6%), dan ada penalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo. Kedua produk dijamin LPS hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank.
Apakah LPS menjamin tabungan saya?
Ya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat tingkat bunga simpanan tidak melebihi LPS Rate (saat ini 4,25% untuk Rupiah). Jika bunga melebihi LPS Rate, simpanan tidak dijamin. Cek tarif terbaru di lps.go.id.
Bagaimana strategi menabung yang efektif?
Gunakan prinsip pay yourself first: sisihkan dulu 10-20% gaji untuk tabungan, baru sisanya untuk konsumsi. Pisahkan rekening tabungan dari operasional, aktifkan autodebet ke tabungan setiap awal bulan, dan tetapkan target spesifik (SMART). Untuk jangka panjang >3 tahun, pertimbangkan instrumen investasi (reksa dana, SBN ritel, emas) yang lebih melawan inflasi.
๐ Sumber & referensi
Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026