Kalkulator ROI (Return on Investment) untuk mengevaluasi keuntungan investasi. Hitung ROI sederhana hingga perbandingan multi-investasi.
Empat tab: ROI sederhana, ROI dengan periode (CAGR), perbandingan investasi (2-3 proyek side by side), dan target ROI (hitung nilai akhir yang dibutuhkan).
Disklaimer: Hasil perhitungan bersifat estimasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. .
Informasi kalkulator
๐ Cara menggunakan kalkulator ini
- Pilih jenis kalkulasi ROI: sederhana (tanpa periode), dengan periode waktu (CAGR), perbandingan multi-investasi, atau target ROI.
- Untuk ROI sederhana, masukkan modal awal (investasi) dalam Rupiah dan nilai akhir atau keuntungan bersih.
- Untuk ROI dengan periode, tambahkan lama investasi dalam tahun agar kalkulator menghitung CAGR (Compound Annual Growth Rate).
- Untuk perbandingan, masukkan data 2-3 investasi berbeda (modal, hasil, periode) untuk melihat mana yang paling menguntungkan.
- Klik hitung untuk melihat ROI dalam persentase, profit bersih, dan analisis kelayakan investasi.
- Tip: Bandingkan ROI dengan benchmark inflasi (3-4%/tahun), deposito (5-6%), atau IHSG rata-rata (8-10%) untuk konteks.
๐งฎ Rumus ROI dan CAGR
ROI = ((Nilai_akhir - Modal) / Modal) x 100% | Profit = Nilai_akhir - Modal | CAGR = ((Nilai_akhir / Modal)^(1/n) - 1) x 100% | Annualized_ROI = ((1 + ROI)^(1/n) - 1) x 100%
- Modal = investasi awal (Rp)
- Nilai_akhir = total nilai investasi saat ini atau hasil jual (Rp)
- Profit = keuntungan bersih (Rp)
- n = lama investasi (tahun)
- ROI = Return on Investment (persen total)
- CAGR = pertumbuhan tahunan ekuivalen majemuk
ROI sederhana tidak memperhitungkan waktu, sedangkan CAGR lebih akurat untuk membandingkan investasi dengan jangka waktu berbeda. ROI belum mempertimbangkan inflasi, pajak, dan biaya transaksi.
๐ก Contoh: Investasi reksadana Rp 50 juta selama 3 tahun menjadi Rp 72 juta
Diketahui:- Modal awal: Rp 50.000.000
- Nilai akhir: Rp 72.000.000
- Periode: 3 tahun
Langkah:- Hitung profit: Rp 72.000.000 - Rp 50.000.000 = Rp 22.000.000
- ROI total: (22.000.000 / 50.000.000) x 100% = 44%
- CAGR: ((72/50)^(1/3) - 1) x 100% = (1.44^0.333 - 1) x 100%
- 1.44^0.333 = 1.1292, sehingga CAGR = (1.1292 - 1) x 100% = 12.92%
- Bandingkan dengan IHSG 8-10%/tahun: investasi ini outperform pasar saham Indonesia
Hasil: ROI total 44%, CAGR 12.92%/tahun, profit Rp 22 juta. Investasi tergolong sangat baik (di atas rata-rata pasar).
โ Pertanyaan yang sering diajukan
Apa perbedaan ROI dan CAGR?
ROI (Return on Investment) mengukur total keuntungan investasi dalam persentase tanpa memperhitungkan waktu, sedangkan CAGR (Compound Annual Growth Rate) mengukur pertumbuhan tahunan ekuivalen dengan asumsi compounding. Contoh: investasi yang berlipat 2x dalam 2 tahun memiliki ROI 100% tapi CAGR hanya 41.42%/tahun. CAGR lebih tepat untuk membandingkan investasi dengan periode berbeda atau menilai performa konsisten.
Berapa ROI yang dianggap baik?
ROI yang baik tergantung jenis investasi dan profil risiko. Acuan umum di Indonesia: deposito 5-6%/tahun (low risk), obligasi pemerintah 6-7%, reksadana pendapatan tetap 7-8%, IHSG rata-rata 10 tahun terakhir 8-10%, reksadana saham 10-15%, properti 8-12%/tahun. ROI di atas 15%/tahun secara konsisten tergolong sangat baik. Selalu bandingkan dengan inflasi (3-4%) untuk melihat real return.
Apakah ROI sudah memperhitungkan biaya dan pajak?
ROI sederhana belum memperhitungkan biaya transaksi (komisi broker 0.1-0.3%, fee reksadana 1-3%), pajak (PPh final 10% untuk dividen, 0.1% untuk jual saham, 10% untuk bunga deposito), dan inflasi. Untuk gambaran lebih akurat, hitung Net ROI = ((Nilai_akhir - Modal - Biaya - Pajak) / Modal) x 100%. Real ROI mengurangi nominal ROI dengan inflasi: Real_ROI = ((1+ROI)/(1+inflasi) - 1) x 100%.
Bagaimana menghitung ROI dengan setoran berkala?
Untuk investasi dengan setoran berkala (DCA - Dollar Cost Averaging), gunakan metode IRR (Internal Rate of Return) yang memperhitungkan timing setiap arus kas. Formula sederhana ROI = ((Nilai_akhir - Total_Setoran) / Total_Setoran) x 100% memberikan gambaran kasar, namun tidak akurat karena setoran awal memiliki waktu compound lebih lama. Gunakan fungsi XIRR di Excel atau kalkulator IRR untuk presisi.
Apa kelemahan ROI sebagai metrik investasi?
ROI memiliki beberapa kelemahan: tidak memperhitungkan waktu (investasi 50% dalam 1 tahun vs 5 tahun terlihat sama), mengabaikan risiko (volatilitas dan probabilitas kerugian), tidak mempertimbangkan opportunity cost, dapat dimanipulasi dengan memilih periode menguntungkan, dan tidak memasukkan inflasi atau pajak. Metrik tambahan seperti Sharpe Ratio, Maximum Drawdown, dan Risk-Adjusted Return memberikan gambaran lebih lengkap.
๐ Sumber & referensi
Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026