🏗️

Kalkulator Biaya Bangun Rumah

Estimasi biaya bangun rumah per m², RAB detail, perbandingan 10 kota besar, dan simulasi KPR.

KEUANGAN

Kalkulator biaya bangun rumah untuk calon pemilik rumah di Indonesia. Estimasi cepat, RAB detail, perbandingan harga 10 kota besar, dan simulasi KPR.

Empat tab: estimasi cepat (biaya per m² untuk tipe sederhana/menengah/mewah, 1-3 lantai, breakdown 7 komponen), RAB detail (10 item biaya editable), perbandingan 10 kota (Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, dll dengan multiplier regional), dan simulasi KPR (DP, bunga, tenor, angsuran anuitas).

Disklaimer: Estimasi biaya bersifat perkiraan dan dapat berbeda signifikan tergantung lokasi, material, dan kontraktor. Konsultasikan dengan kontraktor profesional untuk RAB akurat. .

Kalkulator Biaya Bangun Rumah 2026

Estimasi biaya pembangunan rumah dengan perhitungan cepat, RAB detail, perbandingan antar kota, dan simulasi KPR.

Hitung estimasi biaya bangun rumah berdasarkan luas, tipe bangunan, dan jumlah lantai. Cocok untuk perencanaan awal.

Estimasi biaya bersifat perkiraan dan dapat berbeda signifikan tergantung lokasi, material, dan kontraktor. Konsultasikan dengan kontraktor profesional untuk RAB akurat.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Pilih tab estimasi cepat untuk hitung kasar berdasarkan tipe (sederhana, menengah, mewah) dan jumlah lantai (1-3). Hasil per m² mengacu rata-rata pasar 2026.
  2. Masukkan luas bangunan dalam m² (bukan luas tanah). Tipe sederhana Rp 3,5-5 juta/m², menengah Rp 5-7,5 juta/m², mewah Rp 8-15 juta/m².
  3. Tab RAB detail: edit 10 komponen biaya (pondasi, struktur, dinding, atap, lantai, plafon, kusen, plumbing, listrik, finishing). Sesuaikan dengan harga lokal kontraktor Anda.
  4. Tab perbandingan kota: pilih 10 kota besar (Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, Medan, dll). Kalkulator menerapkan multiplier regional berdasarkan harga material dan upah tukang.
  5. Tab simulasi KPR: input DP (20-30% disarankan BI), bunga (7-13% per tahun), tenor (5-30 tahun). Hasil cicilan anuitas bulanan.
  6. Tip: sediakan dana contingency 10-15% untuk perubahan desain dan inflasi material selama konstruksi (semen, baja, keramik fluktuatif).
  7. Verifikasi izin: PBG (Persetujuan Bangunan Gedung, pengganti IMB) wajib sesuai PP 16/2021 sebelum konstruksi dimulai.

Estimasi biaya bangun rumah dan KPR anuitas

Biaya_total = luas_bangunan x harga_per_m² x multiplier_regional x faktor_lantai; KPR_anuitas: PMT = P x [r(1+r)^n] / [(1+r)^n - 1]
  • luas_bangunan = total luas bangunan (m²)
  • harga_per_m² = harga acuan tipe rumah
  • multiplier_regional = 0,85 (kota kecil) sampai 1,35 (Jakarta/Bali)
  • faktor_lantai = 1,0 (1 lantai), 1,15 (2 lantai), 1,3 (3 lantai)
  • P = pokok KPR setelah DP, r = bunga bulanan, n = tenor bulan

Harga referensi mengacu Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia dan Indeks Harga Konsumen Subkelompok Perumahan BPS.

Contoh: Rumah tipe menengah 100 m² di Bandung dengan KPR

Diketahui:
  • Luas bangunan: 100 m²
  • Tipe: menengah (Rp 6.000.000/m²)
  • Kota: Bandung (multiplier 1,05)
  • Lantai: 1 (faktor 1,0)
  • DP 30%, bunga 8%/tahun, tenor 15 tahun
Langkah:
  1. Biaya konstruksi: 100 x 6.000.000 x 1,05 x 1,0 = Rp 630.000.000.
  2. Tambah contingency 10%: Rp 693.000.000.
  3. DP 30% (asumsi sudah ada tanah): 30% x 693.000.000 = Rp 207.900.000.
  4. Pokok KPR: Rp 485.100.000.
  5. Bunga bulanan r = 8%/12 = 0,00667. Tenor n = 180 bulan.
  6. PMT = 485.100.000 x [0,00667 x 1,00667^180] / [1,00667^180 - 1] = Rp 4.636.000/bulan.
  7. Total bayar selama 15 tahun: 180 x 4.636.000 = Rp 834.480.000 (bunga Rp 349 juta).

Hasil: Total biaya bangun Rp 693 juta. Cicilan KPR Rp 4,64 juta/bulan selama 15 tahun, total bayar Rp 834 juta.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa biaya bangun rumah per m² di Indonesia 2026?
Patokan umum: tipe sederhana (RSS) Rp 3,5-5 juta/m², tipe menengah Rp 5-7,5 juta/m², tipe mewah Rp 8-15 juta/m². Harga sangat dipengaruhi lokasi (Jakarta-Bali termahal), kualitas material, dan kerumitan desain. Survei Bank Indonesia SHPR menunjukkan kenaikan harga properti residensial 1,5-2,5% per tahun. Selalu minta 3 penawaran kontraktor untuk benchmark.
Apa saja izin yang dibutuhkan untuk bangun rumah?
Sesuai PP 16/2021, izin utama adalah PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) pengganti IMB. Diurus di OSS (oss.go.id) atau DPMPTSP kabupaten/kota. Setelah selesai bangun, terbit SLF (Sertifikat Laik Fungsi). Untuk daerah tertentu juga butuh AMDAL/UKL-UPL. PBG butuh dokumen: gambar arsitektur, sertifikat tanah, KTP, dan KK. Bangun tanpa PBG berisiko bongkar paksa dan denda.
Bagaimana memilih kontraktor yang terpercaya?
Cek legalitas (NIB, sertifikat keahlian SBU), portofolio proyek serupa, dan referensi klien lama. Mintalah RAB detail (bukan lumpsum vague), kontrak tertulis dengan termin pembayaran (DP 30%, progress 30%-30%, retensi 10%), dan jaminan pemeliharaan 3-12 bulan. Hindari kontraktor yang minta DP >40% atau tidak punya rekening perusahaan. Cek juga track record di Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI/GAPENSI).
Berapa DP KPR yang ideal?
Bank Indonesia mengatur LTV (Loan-to-Value) KPR maksimal 80-100% tergantung tipe properti (SE BI 24/4/DKMP). Artinya DP minimal 0-20%. Idealnya DP 30% agar cicilan lebih ringan dan total bunga lebih kecil. Contoh: harga rumah Rp 500 juta, DP 30% = Rp 150 juta, cicilan KPR Rp 350 juta tenor 15 tahun bunga 8% = Rp 3,34 juta/bulan.
Apakah lebih baik bangun rumah atau beli rumah jadi?
Bangun sendiri: kontrol penuh desain dan kualitas, biasanya 10-25% lebih murah daripada developer, tapi butuh waktu 6-12 bulan dan manajemen tinggi. Beli jadi: cepat huni, ada sertifikat dan SLF lengkap, biasanya termasuk fasum, tapi customisasi terbatas dan markup developer 15-30%. Pertimbangkan profil risiko, ketersediaan waktu, dan akses tanah.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026