๐Ÿ’น

Kalkulator Investasi & Bunga Majemuk

Simulasi pertumbuhan investasi dengan bunga majemuk (compound interest) dan top-up rutin. Proyeksi per tahun.

KEUANGAN

Kalkulator Investasi & Bunga Majemuk mensimulasikan pertumbuhan dana investasi Anda dalam jangka panjang.

Menghitung compound interest (bunga majemuk) dengan opsi kontribusi rutin bulanan atau tahunan. Menampilkan proyeksi saldo per tahun, total keuntungan, dan ROI. Mendukung berbagai frekuensi compounding: harian, bulanan, kuartalan, dan tahunan.

Kalkulator Investasi & Bunga Majemuk

Simulasi pertumbuhan investasi dengan bunga majemuk (compound interest) dan kontribusi rutin. Lihat proyeksi per tahun.

Tentang Bunga Majemuk

Bunga majemuk (compound interest) adalah bunga yang dihitung dari modal pokok ditambah bunga yang sudah terkumpul sebelumnya. Ini berbeda dengan bunga sederhana yang hanya dihitung dari modal pokok saja.

FV = P(1 + r/n)^(nt) + PMT ร— ((1 + r/n)^(nt) - 1) / (r/n)
P=modal, r=bunga/tahun, n=frekuensi, t=tahun, PMT=kontribusi

Kekuatan compound interest:Albert Einstein menyebutnya โ€œkeajaiban dunia kedelapanโ€. Modal Rp 10 juta dengan return 10%/tahun menjadi Rp 67 juta dalam 20 tahun โ€” tanpa top-up.

Contoh return rata-rata: Deposito 3-5%/tahun, obligasi 6-8%/tahun, reksa dana saham 8-12%/tahun (historis IHSG). Semakin tinggi return, semakin besar risiko.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Masukkan modal awal (initial investment) dalam Rupiah, misalnya Rp 10.000.000.
  2. Tentukan jumlah kontribusi rutin (bulanan/tahunan) jika ada, contohnya Rp 1.000.000 per bulan.
  3. Masukkan estimasi return tahunan dalam persen (misal 8% per tahun untuk reksa dana campuran).
  4. Pilih frekuensi compounding: harian, bulanan, kuartalan, atau tahunan. Bulanan paling umum.
  5. Tentukan jangka waktu investasi dalam tahun (1-50 tahun).
  6. Klik Hitung untuk melihat nilai akhir, total kontribusi, total keuntungan, dan ROI.
  7. Bandingkan beberapa skenario (return rendah/sedang/tinggi) sebelum memutuskan instrumen.

Future Value dengan Setoran Berkala

FV = P(1 + r/n)^(nt) + PMT ร— [((1 + r/n)^(nt) - 1) / (r/n)]
  • FV = nilai akhir investasi (Rp)
  • P = modal awal / principal (Rp)
  • r = tingkat return tahunan dalam desimal (8% = 0,08)
  • n = frekuensi compounding per tahun (12 untuk bulanan)
  • t = jangka waktu (tahun)
  • PMT = setoran rutin per periode compounding (Rp)

Rumus mengasumsikan return konstan dan setoran di akhir periode (ordinary annuity).

Contoh: Investasi reksa dana saham 20 tahun

Diketahui:
  • Modal awal P = Rp 10.000.000
  • Setoran bulanan PMT = Rp 1.000.000
  • Return r = 10% per tahun
  • Compounding bulanan n = 12
  • Jangka waktu t = 20 tahun
Langkah:
  1. Hitung r/n = 0,10/12 = 0,008333
  2. Hitung nt = 12 ร— 20 = 240 periode
  3. FV modal awal = 10.000.000 ร— (1,008333)^240 = Rp 73.280.737
  4. FV setoran = 1.000.000 ร— [((1,008333)^240 - 1) / 0,008333] = Rp 759.368.836
  5. FV total = 73.280.737 + 759.368.836 = Rp 832.649.573

Hasil: Nilai akhir Rp 832,6 juta. Total setoran Rp 250 juta (10 juta + 240 juta), total keuntungan Rp 582,6 juta atau ROI 233% dalam 20 tahun.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu bunga majemuk (compound interest)?
Bunga majemuk adalah bunga yang dihitung dari pokok ditambah bunga periode sebelumnya, sehingga modal tumbuh eksponensial. Berbeda dengan bunga sederhana (simple interest) yang hanya dihitung dari pokok. Inilah yang Einstein disebut sebagai keajaiban kedelapan dunia. Semakin lama jangka waktu, dampak compounding semakin dramatis.
Berapa return realistis untuk investasi di Indonesia?
Rata-rata historis return tahunan: deposito bank 3-5%, obligasi pemerintah (SBN) 6-7%, reksa dana pendapatan tetap 5-7%, reksa dana campuran 7-10%, reksa dana saham/IHSG jangka panjang 10-12%, dan emas 7-9%. Angka ini sebelum inflasi yang rata-rata 3-4% per tahun di Indonesia. Return masa lalu tidak menjamin masa depan.
Apakah hasil kalkulator sudah memperhitungkan inflasi?
Tidak, kalkulator ini menghitung nilai nominal (face value). Untuk daya beli riil, kurangi return dengan inflasi: jika return 10% dan inflasi 4%, return riil adalah sekitar 6%. Gunakan kalkulator inflasi terpisah untuk menyesuaikan target dana ke nilai masa depan. Selalu buat target dengan margin aman.
Apa beda compounding bulanan vs tahunan?
Semakin sering compounding, semakin besar hasil akhir karena bunga lebih cepat diinvestasikan kembali. Pada return 10%/tahun selama 30 tahun dengan modal Rp 10 juta: compounding tahunan menghasilkan Rp 174 juta, bulanan Rp 199 juta, harian Rp 200 juta. Selisih bulanan vs harian sudah sangat kecil. Sebagian besar instrumen menggunakan compounding bulanan atau harian.
Apakah keuntungan investasi kena pajak?
Tergantung instrumennya. Deposito kena PPh Final 20% untuk saldo di atas Rp 7,5 juta. Bunga obligasi kena PPh Final 10%. Capital gain reksa dana bebas pajak untuk investor individu. Dividen saham domestik bebas pajak jika diinvestasikan kembali sesuai UU HPP, dan PPh Final 0,1% berlaku untuk transaksi jual saham di bursa. Selalu cek tarif terbaru di DJP.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026