Kalkulator Jam Kerja & Upah per Jam

Hitung total jam kerja harian dan upah per jam sesuai UU Cipta Kerja (1/173 × gaji).

KEUANGAN

Kalkulator Jam Kerja menghitung total jam kerja efektif dan upah per jam berdasarkan UU Cipta Kerja.

Dua mode: hitung jam kerja dari jam masuk-pulang dan hitung upah per jam dari gaji bulanan (rumus 1/173). Cek kepatuhan terhadap batas 40 jam/minggu.

Kalkulator Jam Kerja

Hitung total jam kerja efektif per hari/minggu/bulan dan cek kesesuaiannya dengan UU Cipta Kerja (maks 40 jam/minggu). Atau hitung upah per jam dari gaji bulanan menggunakan rumus 1/173 sesuai PP 35/2021.

Makan siang, sholat, dll.
Sesuai UU Cipta Kerja

Aturan Jam Kerja — UU Cipta Kerja & PP 35/2021

Sistem 5 Hari Kerja
8 jam kerja per hari, 40 jam per minggu. 2 hari libur (Sabtu & Minggu). Setiap jam melebihi 8 jam/hari atau 40 jam/minggu dihitung sebagai lembur.
Sistem 6 Hari Kerja
7 jam kerja per hari (Senin–Jumat) + 5 jam pada hari ke-6 (Sabtu), total 40 jam per minggu. 1 hari libur (Minggu).
Batas Maksimal Lembur
Maksimal 4 jam per hari dan 18 jam per minggu (PP 35/2021 Pasal 26). Lembur wajib atas persetujuan pekerja dan perusahaan.
Rumus Upah per Jam (1/173)
Upah per jam = Gaji sebulan ÷ 173. Digunakan sebagai dasar perhitungan upah lembur, cuti, dan kompensasi lainnya (Kepmenaker 102/2004 & PP 35/2021).

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Pilih mode: hitung total jam dari jam masuk-pulang, atau hitung upah per jam dari gaji bulanan.
  2. Untuk mode jam: masukkan jam masuk, jam pulang, dan durasi istirahat (default 1 jam).
  3. Untuk mode upah/jam: masukkan gaji bulanan dan kalkulator memakai pembagi 173 jam.
  4. Pilih sistem kerja 5 hari (8 jam/hari) atau 6 hari (7 jam/hari) sesuai UU Cipta Kerja.
  5. Periksa indikator kepatuhan: total jam per minggu tidak boleh melebihi 40 jam (kecuali lembur).
  6. Tip: untuk lembur, gunakan kalkulator lembur terpisah yang mengikuti rumus PP 35/2021.

Jam kerja efektif dan upah per jam

Jam_efektif = (jam_pulang − jam_masuk) − istirahat; Upah/jam = Gaji_bulanan / 173
  • Jam_efektif = jam kerja produktif per hari
  • 173 = konstanta jam kerja sebulan (40 jam/minggu × 52 minggu / 12 bulan)
  • Total mingguan = jam_efektif × hari_kerja
  • Batas atas: 40 jam/minggu untuk 5 atau 6 hari kerja

Konstanta 1/173 ditetapkan Kepmenakertrans 102/2004 dan dipakai untuk perhitungan upah lembur.

Contoh: Karyawan bergaji Rp 6.000.000/bulan, kerja 09:00-17:00, istirahat 1 jam

Diketahui:
  • Jam masuk = 09:00
  • Jam pulang = 17:00
  • Istirahat = 1 jam
  • Sistem = 5 hari kerja/minggu
  • Gaji bulanan = Rp 6.000.000
Langkah:
  1. Jam efektif harian = (17 − 9) − 1 = 7 jam.
  2. Total jam mingguan = 7 × 5 = 35 jam (di bawah batas 40 jam, patuh).
  3. Jam kerja sebulan rata-rata = 35 × 52/12 ≈ 151,7 jam.
  4. Upah per jam = 6.000.000 / 173 ≈ Rp 34.682.
  5. Upah lembur jam pertama hari kerja = 1,5 × Rp 34.682 ≈ Rp 52.023.

Hasil: Jam kerja efektif 7 jam/hari, upah per jam Rp 34.682, status kepatuhan AMAN.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jam kerja maksimal menurut UU Cipta Kerja?
UU 6/2023 (UU Cipta Kerja) Pasal 77 mengatur jam kerja maksimal 7 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk 6 hari kerja, atau 8 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk 5 hari kerja. Sektor tertentu (migas, pertambangan, pelayaran) dapat memiliki ketentuan khusus melalui PP atau PM.
Apakah waktu istirahat dihitung jam kerja?
Tidak. Pasal 79 UU Ketenagakerjaan jo. UU Cipta Kerja menetapkan istirahat minimal 30 menit setelah 4 jam kerja terus-menerus, dan waktu ini tidak masuk hitungan jam kerja. Akibatnya, shift 09:00-17:00 dengan istirahat 1 jam dihitung 7 jam kerja efektif.
Mengapa pembagi upah per jam adalah 173?
Angka 173 berasal dari (40 jam × 52 minggu) ÷ 12 bulan = 173,33 jam, dibulatkan ke 173. Konstanta ini diatur Kepmenakertrans No. 102/MEN/VI/2004 sebagai basis perhitungan upah sejam untuk lembur dan komponen upah lainnya, dan tetap berlaku setelah UU Cipta Kerja.
Bagaimana hak lembur dihitung?
PP 35/2021 mengatur tarif lembur hari kerja: jam pertama 1,5× upah sejam, jam ke-2 dan seterusnya 2× upah sejam. Lembur hari libur jauh lebih tinggi (2× sampai 4×). Batas lembur maksimal 4 jam/hari dan 18 jam/minggu kecuali sektor khusus.
Apakah karyawan kontrak punya hak jam kerja yang sama?
Ya. Aturan jam kerja, istirahat, dan lembur berlaku sama untuk PKWT, PKWTT, dan harian lepas. Yang membedakan hanyalah jangka waktu kontrak dan beberapa hak normatif lain seperti pesangon. Pelanggaran jam kerja dapat dilaporkan ke Disnaker kabupaten/kota.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026