๐Ÿช

Kalkulator Warung & UMKM

HPP, harga jual, modal awal, omzet, BEP, dan estimasi profit untuk warung sembako, warmindo, dan UMKM.

KEUANGAN

Kalkulator UMKM untuk pemilik warung sembako, warmindo, kantin sekolah, dan pelaku usaha mikro. Hitung HPP, harga jual, modal awal, omzet, BEP, dan estimasi profit bulanan dengan asumsi yang realistis untuk pasar Indonesia.

Lima tab: HPP & harga jual (margin target), modal awal warung (etalase, stok, peralatan, sewa, listrik, modal kerja), omzet harian/bulanan/tahunan, Break Even Point (BEP unit dan rupiah), dan estimasi laba bersih bulanan dengan ROI terhadap modal awal.

Disklaimer: Hasil hanya estimasi. Kondisi pasar, persaingan, dan faktor lokal sangat mempengaruhi performa aktual usaha Anda. .

Kalkulator Warung & UMKM

Bantuan hitung HPP, modal awal, omzet, BEP, dan estimasi profit untuk pemilik warung sembako, warmindo, kantin sekolah, dan UMKM di Indonesia. Tanpa rumus rumit โ€” sudah dilengkapi default realistis dan tips praktis.

Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP) per unit dan tentukan harga jual berdasarkan target margin. Cocok untuk menentukan harga gorengan, nasi bungkus, kopi sachet, dan produk warung lainnya.

Contoh: beli tepung, minyak, dan bumbu senilai Rp 50.000 untuk satu batch produksi.
Jumlah hasil produksi dari biaya di atas
Default 30% untuk warung sembako
Tips MarginMargin sehat untuk warung sembako: 10โ€“20%. Untuk warmindo atau kantin sekolah: 40โ€“60%. Untuk jajanan seperti gorengan atau kopi sachet: 50โ€“100%. Jangan lupa masukkan biaya kemasan, gas, dan listrik ke dalam bahan baku supaya HPP akurat.
Kalkulator ini memberikan estimasi berdasarkan angka yang Anda masukkan. Hasil aktual dapat berbeda tergantung lokasi, musim, kondisi pasar, dan pengelolaan warung. Selalu catat transaksi harian untuk data yang lebih akurat dari waktu ke waktu.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Buka tab HPP & Harga Jual: masukkan harga beli per pcs, biaya tambahan (transport, packing), dan margin target dalam persen (umumnya 15-30 persen untuk sembako, 50-100 persen untuk warmindo).
  2. Pindah ke Modal Awal Warung: isi biaya etalase/rak, stok awal, peralatan (timbangan, kalkulator), sewa 3-6 bulan di muka, deposit listrik, dan modal kerja 1 bulan operasional.
  3. Di tab Omzet, masukkan estimasi transaksi per hari dan rata-rata nilai transaksi; kalkulator menghasilkan omzet harian, bulanan, dan tahunan dengan asumsi 30 hari operasi.
  4. Pada Break Even Point, isi biaya tetap bulanan (sewa, listrik, gaji), kontribusi margin per unit, dan harga jual rata-rata; BEP unit dan BEP rupiah akan dihitung.
  5. Tab Laba Bersih: gabungan omzet dikurangi HPP, biaya operasional, depresiasi, dan estimasi PPh UMKM 0.5 persen; output berupa laba bersih bulanan dan ROI terhadap modal awal.
  6. Gunakan asumsi konservatif: hari operasi 25-28 hari per bulan (libur dan sakit), margin riil 60-80 persen dari target karena diskon dan kerusakan stok.

HPP, Margin, BEP, dan ROI UMKM

HPP = HargaBeli + BiayaTambahan ; HargaJual = HPP * (1 + Margin%) ; KontribusiMargin = HargaJual - BiayaVariabelPerUnit ; BEP_unit = BiayaTetap / KontribusiMargin ; BEP_rupiah = BiayaTetap / (1 - BiayaVariabel/HargaJual) ; LabaBersih = Omzet - HPP - OpEx - PPh ; ROI = LabaBulanan * 12 / ModalAwal
  • HPP = Harga Pokok Penjualan per unit
  • BiayaTetap = sewa + listrik + gaji + depresiasi alat
  • BiayaVariabel = HPP barang yang terjual
  • Margin% = target keuntungan dalam desimal
  • PPh = 0.5% dari omzet bulanan (PP 55/2022 untuk UMKM omzet < 4.8 miliar)
  • ROI = Return on Investment tahunan dalam persen

PP Nomor 55 Tahun 2022 menetapkan PPh final 0.5 persen dari peredaran bruto untuk UMKM dengan omzet di bawah Rp 4.8 miliar per tahun. Omzet hingga Rp 500 juta per tahun dibebaskan dari PPh (UU HPP 2021).

Contoh: Contoh: Modal dan BEP Warung Sembako

Diketahui:
  • Modal awal Rp 50.000.000 (etalase 8 juta, stok awal 30 juta, sewa 6 bulan 6 juta, peralatan 2 juta, modal kerja 4 juta)
  • Biaya tetap per bulan Rp 2.500.000 (sewa 1 juta + listrik 300rb + gaji 1 juta + lain-lain 200rb)
  • Margin rata-rata 18 persen dari harga jual
  • Rata-rata transaksi 60 per hari senilai Rp 25.000
Langkah:
  1. Hitung omzet harian: 60 * Rp 25.000 = Rp 1.500.000 per hari.
  2. Hitung omzet bulanan (28 hari): 28 * 1.500.000 = Rp 42.000.000.
  3. Hitung laba kotor: 18% * 42.000.000 = Rp 7.560.000.
  4. Kurangi biaya tetap: 7.560.000 - 2.500.000 = Rp 5.060.000 laba operasional.
  5. Kurangi PPh final UMKM 0.5%: 5.060.000 - (0.5% * 42.000.000) = 5.060.000 - 210.000 = Rp 4.850.000 laba bersih.
  6. BEP rupiah: 2.500.000 / 0.18 = Rp 13.888.889 per bulan, BEP harian = Rp 496.000.
  7. ROI tahunan: (4.850.000 * 12) / 50.000.000 = 116 persen.

Hasil: Laba bersih bulanan Rp 4.85 juta, BEP omzet bulanan Rp 13.89 juta (tercapai di hari ke-10), ROI tahunan 116 persen (payback 10-11 bulan).

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa margin ideal warung sembako?
Margin sembako di Indonesia umumnya 8-15 persen untuk barang pokok seperti beras, minyak, dan gula karena kompetisi ketat dan harga dipantau pemerintah. Untuk barang sekunder (snack, kebutuhan rumah tangga) margin bisa 20-30 persen. Warmindo dan kantin biasanya 50-100 persen karena ada nilai tambah pengolahan. Survey Kemenkop UKM menunjukkan rata-rata margin kotor warung sembako 12 persen.
Apa itu PPh UMKM 0.5 persen?
PPh final 0.5 persen dari peredaran bruto adalah tarif khusus UMKM berdasarkan PP Nomor 55 Tahun 2022 yang menggantikan PP 23/2018. Berlaku untuk wajib pajak orang pribadi atau badan dengan omzet sampai Rp 4.8 miliar per tahun. Sejak UU HPP 2021, omzet di bawah Rp 500 juta per tahun bebas PPh sama sekali. Pajak ini final, jadi tidak perlu menghitung ulang di SPT Tahunan.
Apakah saya butuh NPWP untuk buka warung?
Secara hukum, semua wajib pajak yang berpenghasilan di atas PTKP (Rp 54 juta per tahun untuk lajang) wajib memiliki NPWP. Untuk warung, NIK sekarang berfungsi sebagai NPWP per 2024. Selain itu disarankan punya NIB (Nomor Induk Berusaha) via OSS yang gratis dan otomatis memberikan izin usaha mikro. NIB memudahkan akses KUR, bantuan pemerintah, dan kerja sama dengan distributor.
Bagaimana cara memilih lokasi warung yang menguntungkan?
Tiga faktor utama: density (jumlah rumah tangga dalam radius 200 meter, minimal 100 KK), kompetisi (idealnya tidak lebih dari 2 warung sejenis dalam radius 300 meter), dan akses (di jalur lalu lintas pejalan kaki atau motor). Survey selama 1-2 minggu pada jam ramai (pagi 6-8, sore 16-19) untuk menghitung potensi pengunjung. Lokasi dekat sekolah, kantor, atau pasar tradisional biasanya optimal.
Berapa lama biasanya BEP modal warung?
Payback period warung sembako di kota-kota Indonesia rata-rata 12-24 bulan tergantung lokasi dan modal. Modal Rp 30-50 juta dengan laba bersih Rp 3-5 juta per bulan akan BEP di bulan ke-10 hingga ke-15. Warmindo dan warkop dengan margin lebih tinggi bisa BEP 8-12 bulan namun jam kerja lebih panjang. Riset Bank Indonesia 2023 menunjukkan median ROI UMKM mikro adalah 80 persen per tahun.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026