๐Ÿš—

Kalkulator Velg & Ban Mobil

Diameter total ban, speedometer error, offset & PCD, kompatibilitas upsize, plus database spec OEM mobil populer.

LIFESTYLE

Kalkulator velg dan ban mobil untuk modder, pemilik kendaraan, dan bengkel. Hitung diameter total ban, speedometer error setelah ganti ukuran, offset & PCD, kompatibilitas upsize/downsize, plus database spec OEM mobil populer di Indonesia.

Lima tab: diameter total ban (sidewall, keliling, revolusi per km), speedometer error vs ban OEM dengan rekomendasi kalibrasi, offset & PCD dengan penjelasan ET dan backspacing, kompatibilitas upsize/downsize (rule <3% aman, 3-5% perlu cek, >5% tidak disarankan), dan database spec ban OEM untuk Avanza, Innova, Fortuner, dan 20+ mobil populer lainnya.

Disklaimer: Modifikasi velg/ban di luar spec OEM dapat mempengaruhi handling, kenyamanan, dan keamanan kendaraan. Pastikan PCD, offset, dan center bore sesuai dengan kendaraan kamu, dan konsultasikan dengan dealer atau bengkel resmi. .

Kalkulator Velg & Ban Mobil

Hitung diameter total ban, speedometer error, backspacing offset, dan cek kompatibilitas upsize/downsize velg ban mobil kamu.

Masukkan kode ban (lebar/profil/velg) untuk menghitung sidewall, diameter total, keliling, dan revolusi per km.

Kode ban sekarang: 195/65 R15
Spesifikasi ban dan velg harus dipastikan dengan dealer atau bengkel resmi. Modifikasi velg/ban di luar spec OEM dapat mempengaruhi handling, kenyamanan, dan keamanan kendaraan. Pastikan PCD, offset, dan center bore sesuai dengan kendaraan kamu.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Buka tab Diameter Ban: masukkan ukuran ban dengan format lebar/aspek R diameter velg (contoh 205/65 R15) untuk menghitung diameter total ban, keliling, dan revolusi per kilometer.
  2. Pada tab Speedometer Error, masukkan ukuran ban OEM (bawaan pabrik) dan ukuran ban baru; sistem menghitung deviasi pembacaan speedometer dalam persen dan rekomendasi kalibrasi.
  3. Tab Offset & PCD: input nilai ET (offset dalam mm, positif atau negatif) dan PCD (Pitch Circle Diameter, misal 4x100 untuk Avanza); kalkulator menampilkan backspacing dan kompatibilitas mounting.
  4. Tab Upsize/Downsize: bandingkan ban OEM dengan ban target; sistem memberi grade: Aman (deviasi <3 persen), Perhatian (3-5 persen), Tidak Disarankan (>5 persen).
  5. Tab Database OEM: pilih merk dan tipe mobil dari dropdown (Avanza, Innova, Fortuner, Brio, Xpander, dll); spesifikasi ban OEM, PCD, dan offset akan terisi otomatis sebagai referensi.
  6. Selalu cek juga jarak fender (clearance) sebelum upsize; perubahan diameter total ban harus tidak menyebabkan ban menggesek fender saat suspensi penuh.

Diameter Ban, Speedometer Error, dan Offset

Sidewall_mm = Lebar * Aspek/100 ; DiameterTotal_mm = (Diameter_inch * 25.4) + 2 * Sidewall_mm ; Keliling_mm = pi * DiameterTotal_mm ; SpeedoError% = (DiameterBaru - DiameterOEM)/DiameterOEM * 100 ; Backspacing_mm = (LebarVelg_mm/2) + Offset_mm
  • Lebar = lebar ban dalam mm (angka pertama, contoh 205)
  • Aspek = aspect ratio dalam persen (angka kedua, contoh 65)
  • Diameter_inch = diameter velg dalam inch (R, contoh 15)
  • Sidewall = tinggi dinding samping ban dalam mm
  • Offset (ET) = jarak permukaan mounting velg ke garis tengah dalam mm, positif berarti mounting lebih ke luar
  • PCD = Pitch Circle Diameter, diameter lingkaran imajiner antar baut (contoh 100, 114.3)

Standar ECE R30 mensyaratkan speedometer tidak boleh menunjukkan kecepatan lebih rendah daripada kecepatan aktual dan tidak boleh menunjukkan lebih tinggi dari 1.1 * v + 4 km/h. Deviasi diameter ban -3 sampai +3 persen umumnya masih dalam toleransi pabrikan.

Contoh: Contoh: Upsize Toyota Avanza dari 185/70R14 ke 195/65R15

Diketahui:
  • Ban OEM Avanza 1.5G: 185/70 R14
  • Ban target upsize: 195/65 R15
  • PCD Avanza: 4x114.3, offset OEM: ET40
Langkah:
  1. Hitung diameter ban OEM: Sidewall = 185 * 70/100 = 129.5 mm, DiameterTotal = (14 * 25.4) + 2*129.5 = 355.6 + 259 = 614.6 mm.
  2. Hitung diameter ban baru: Sidewall = 195 * 65/100 = 126.75 mm, DiameterTotal = (15 * 25.4) + 2*126.75 = 381 + 253.5 = 634.5 mm.
  3. Hitung deviasi: (634.5 - 614.6)/614.6 * 100 = 3.24 persen, masuk kategori Perhatian (3-5 persen).
  4. Hitung speedometer error: pada speedo menunjuk 60 km/h, kecepatan aktual = 60 * (634.5/614.6) = 61.94 km/h, deviasi +1.94 km/h.
  5. Revolusi per km berkurang: 1.000.000 / 614.6 = 1627 rpm OEM vs 1.000.000 / 634.5 = 1576 rpm baru, selisih 51 rpm.

Hasil: Upsize ke 195/65R15 menghasilkan deviasi 3.24 persen (Perhatian), speedo akan menunjuk lebih lambat 3 persen dari kecepatan sebenarnya, masih dapat ditoleransi tetapi sebaiknya kalibrasi ulang ODO.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu offset (ET) velg?
Offset atau ET (Einpresstiefe dalam Jerman) adalah jarak antara permukaan mounting velg ke garis tengah lebar velg, diukur dalam milimeter. ET positif (contoh ET40) berarti permukaan mounting lebih ke arah luar, membuat velg masuk ke dalam fender. ET negatif (ET-10) membuat velg menonjol keluar (poke). Setiap mobil punya ET standar; deviasi terlalu jauh dari ET OEM dapat merusak bearing dan suspensi.
Apa arti angka PCD seperti 4x100 dan 5x114.3?
PCD (Pitch Circle Diameter) menunjukkan jumlah baut dan diameter lingkaran imajiner yang menghubungkan pusat semua baut roda. 4x100 berarti 4 baut dengan diameter lingkaran 100 mm (umum di Brio, Jazz, Yaris). 5x114.3 berarti 5 baut diameter 114.3 mm (umum di Innova, CR-V, X-Trail). Velg dengan PCD tidak sesuai TIDAK boleh dipasang meski jumlah baut sama; gunakan adaptor PCD hanya bila diperlukan dan beli yang berkualitas hub-centric.
Berapa toleransi diameter ban yang aman untuk upsize?
Toleransi industri umumnya plus/minus 3 persen dari diameter OEM. Deviasi di bawah 3 persen tidak memerlukan rekalibrasi speedometer dan tidak signifikan mempengaruhi gearing transmisi. Deviasi 3-5 persen masih dapat ditoleransi tetapi disarankan kalibrasi via OBD-II atau aksesori speedo. Deviasi di atas 5 persen berpotensi merusak transmisi otomatis, ABS, dan ESP karena modul-modul ini bergantung pada rasio diameter yang spesifik.
Apakah speedometer Indonesia diatur regulasi?
Ya, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 33 Tahun 2018 dan Standar Nasional Indonesia (SNI) mengadopsi ECE R39 dan R30 yang mensyaratkan speedometer tidak boleh menampilkan kecepatan lebih rendah daripada kecepatan sebenarnya. Karena itu pabrikan mengkalibrasi speedometer 3-7 persen di atas kecepatan aktual sebagai margin keselamatan. Mengganti ban dengan diameter lebih besar dapat membuat speedometer justru lebih akurat atau bahkan menampilkan lebih rendah - perlu dihindari.
Apa risiko upsize terlalu besar?
Lima risiko utama: 1) Konsumsi BBM naik 2-5 persen karena ban lebih berat dan diameter besar, 2) Akselerasi melambat karena gearing efektif berubah, 3) Ground clearance berubah dan suspensi bekerja lebih keras, 4) ABS dan traction control bisa salah baca karena ECU dikalibrasi untuk diameter OEM, 5) Garansi pabrikan dapat batal untuk masalah suspensi, transmisi, dan kelistrikan. Pertimbangkan plus-sizing bertahap maksimal +1 inch.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026