๐Ÿ“‰

Kalkulator Trading & Manajemen Risiko

Position sizing, risk:reward, profit & loss, dan compounding untuk trader saham, forex, dan kripto. Fokus disiplin manajemen risiko.

KEUANGAN

Kalkulator manajemen risiko untuk trader saham, forex, dan kripto Indonesia. Fokus pada disiplin position sizing, R:R ratio, dan capital preservation โ€” bukan prediksi harga.

Empat tab: position sizing (modal ร— risk% / |entry โˆ’ SL|, hasil dalam lot saham, lot forex, atau koin kripto), risk:reward dengan break-even win rate dan expected value, profit & loss dengan fee buy/sell dan PPh final saham 0.1%, dan compounding bulanan dengan tabel pertumbuhan modal.

Disklaimer: Trading mengandung risiko kehilangan modal. Kalkulator ini adalah alat bantu manajemen risiko, bukan rekomendasi trading. Selalu gunakan stop loss, risk per trade maksimal 1-2% dari modal, dan jangan trading dengan uang yang tidak siap kamu kehilangan. .

Kalkulator Trading & Manajemen Risiko

Alat bantu disiplin untuk trader saham, forex, dan kripto. Fokus pada position sizing, risk:reward, P&L, dan proyeksi compounding โ€” bukan prediksi harga.

Tentukan ukuran posisi yang aman berdasarkan modal, toleransi risiko, dan jarak stop loss. Lindungi modalmu sebelum memikirkan profit.

Disclaimer: Trading mengandung risiko kehilangan modal. Calculator ini adalah alat bantu manajemen risiko, bukan rekomendasi trading. Selalu gunakan stop loss, risk per trade maksimal 1-2% dari modal, dan jangan pernah trading dengan uang yang tidak siap kamu kehilangan. Past performance is not indicative of future results.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Mulai di tab Position Sizing: masukkan modal total dalam rupiah, risk per trade dalam persen (umumnya 1-2 persen), harga entry, harga stop loss, dan instrumen (saham, forex, atau kripto).
  2. Kalkulator menghasilkan ukuran posisi maksimal: untuk saham dalam jumlah lot (1 lot = 100 lembar), untuk forex dalam lot standar/mini/mikro, untuk kripto dalam jumlah koin.
  3. Pindah ke tab Risk:Reward, masukkan entry, stop loss, dan target profit; sistem menghitung rasio R:R serta break-even win rate (BEW = 1/(1+RR)).
  4. Di tab Profit & Loss, isi harga beli, harga jual, jumlah lot, fee beli, fee jual, plus PPh final 0.1 persen untuk saham; hasilnya laba bersih setelah biaya.
  5. Pada tab Compounding, masukkan modal awal, profit bulanan rata-rata dalam persen, dan jangka waktu; tabel pertumbuhan modal bulan-per-bulan akan tampil.
  6. Selalu uji asumsi: rasio R:R minimal 1:2, win rate realistis 40-60 persen, dan risk per trade tidak melebihi 2 persen modal agar bertahan dari serangkaian loss beruntun.

Position Sizing dan Risk Management

PositionSize = (Modal * Risk%) / |Entry - StopLoss| ; RR = |Target - Entry| / |Entry - StopLoss| ; BreakEvenWinRate = 1 / (1 + RR) ; ExpectedValue = (WinRate * AvgWin) - (LossRate * AvgLoss) ; Compounding: Modal_n = Modal_0 * (1 + r)^n
  • Modal = total modal trading dalam rupiah
  • Risk% = persentase modal yang dipertaruhkan per trade (rekomendasi 0.5 - 2 persen)
  • Entry = harga masuk posisi
  • StopLoss = harga untuk cut loss
  • Target = harga take profit
  • WinRate = persentase trade yang profit
  • r = return rata-rata per periode dalam desimal
  • n = jumlah periode

PPh final saham di Indonesia 0.1 persen dari nilai bruto jual (PP 41/1994), dipotong otomatis oleh sekuritas. Fee beli umumnya 0.15-0.25 persen, fee jual 0.25-0.35 persen sudah termasuk levy bursa.

Contoh: Contoh: Position Sizing Saham BBCA

Diketahui:
  • Modal trading Rp 100.000.000
  • Risk per trade 1 persen = Rp 1.000.000
  • Rencana beli BBCA di Rp 9.500
  • Stop loss di Rp 9.300, target di Rp 10.100
Langkah:
  1. Hitung risk per lembar saham: |9500 - 9300| = Rp 200 per lembar.
  2. Hitung jumlah lembar maksimal: Rp 1.000.000 / Rp 200 = 5.000 lembar.
  3. Konversi ke lot: 5.000 / 100 = 50 lot, nilai posisi 50 * 100 * 9500 = Rp 47.500.000.
  4. Hitung Risk:Reward: |10100 - 9500| / |9500 - 9300| = 600/200 = 3, artinya RR 1:3.
  5. Break-even win rate: 1/(1+3) = 25 persen, artinya cukup menang 1 dari 4 trade untuk impas.

Hasil: Beli 50 lot BBCA, potential loss Rp 1.000.000 (1 persen modal), potential profit Rp 3.000.000 (3 persen modal), R:R = 1:3, BEW 25 persen.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa risk per trade yang aman?
Standar manajemen risiko profesional adalah 0.5 - 2 persen modal per trade. Dengan risk 1 persen, butuh 100 trade loss beruntun untuk habis modal, yang secara statistik hampir mustahil. Trader pemula sebaiknya mulai dari 0.5 persen sambil belajar disiplin. Risk di atas 2 persen sering disebut over-leveraged dan rentan membuat akun bangkrut hanya dengan 5-10 loss beruntun.
Apakah PPh final saham 0.1 persen berlaku untuk semua transaksi?
Ya, PPh Pasal 4 ayat 2 final sebesar 0.1 persen dari nilai bruto transaksi penjualan saham di Bursa Efek Indonesia berlaku untuk semua investor (PP Nomor 41 Tahun 1994 dan perubahannya). Pajak ini dipotong otomatis oleh perusahaan sekuritas pada saat settlement T+2 dan disetorkan ke kas negara. Hanya transaksi jual yang kena pajak ini, bukan transaksi beli.
Apa beda R:R 1:2 dan 1:3 secara matematis?
R:R 1:2 berarti target profit dua kali stop loss, dengan break-even win rate 33.3 persen. R:R 1:3 berarti target tiga kali stop loss dengan BEW 25 persen. Semakin tinggi R:R, semakin rendah win rate yang dibutuhkan untuk profit, tetapi probabilitas mencapai target juga turun karena harga harus bergerak lebih jauh. Kombinasi optimal biasanya R:R 1:2 hingga 1:3 dengan win rate 45-55 persen.
Bagaimana compounding berbeda dengan profit tetap?
Compounding adalah strategi reinvestasi seluruh profit ke modal pokok, sehingga ukuran posisi membesar dan profit absolut meningkat eksponensial. Dengan profit 5 persen per bulan compounded, modal Rp 10 juta menjadi Rp 17.96 juta dalam 12 bulan (gain 80 persen), sedangkan dengan profit tetap (tidak reinvestasi) hanya Rp 16 juta. Risiko juga ikut membesar, sehingga butuh disiplin manajemen risiko.
Apakah kripto kena pajak juga?
Ya, sesuai PMK 68/PMK.03/2022 transaksi aset kripto dikenakan PPh final 0.1 persen dari nilai transaksi (atau 0.2 persen bila exchange tidak terdaftar di Bappebti) plus PPN 0.11 persen (atau 0.22 persen). Pajak ini dipotong otomatis oleh exchange terdaftar seperti Indodax, Tokocrypto, dan Pintu. Wajib pajak tetap perlu melaporkan transaksi kripto di SPT Tahunan walau pajaknya sudah final.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026