Kalkulator Tes Jasmani Polri 2026 membantu Anda mensimulasikan dan menghitung nilai tes kebugaran jasmani.
Berdasarkan standar terbaru kepolisian Republik Indonesia, kalkulator ini menilai performa Anda pada komponen lari 12 menit, sit up, push up, pull up, dan shuttle run.
Informasi kalkulator
๐ Cara menggunakan kalkulator ini
- Masukkan jenis kelamin, usia, dan tinggi/berat badan untuk perhitungan IMT awal (syarat dasar Polri: IMT 18-25).
- Masukkan hasil lari 12 menit dalam meter (contoh: 2800 m). Standar Polri pria minimal 2400 m, wanita 2000 m untuk nilai cukup.
- Masukkan jumlah sit up dalam 1 menit. Pria target minimal 35, wanita 30 untuk nilai cukup.
- Masukkan jumlah push up dalam 1 menit. Pria target minimal 35, wanita 25.
- Masukkan jumlah pull up (pria) atau chinning (wanita) maksimal tanpa batas waktu.
- Masukkan waktu shuttle run 6x10 meter dalam detik. Pria target di bawah 20 detik, wanita di bawah 22 detik.
- Klik Hitung untuk melihat nilai total skala 0-100 dan klasifikasi: Baik Sekali (BS, 81-100), Baik (B, 61-80), Cukup (C, 41-60), Kurang (K, 21-40), Kurang Sekali (KS, 0-20).
๐งฎ Nilai Komposit Samapta Polri
Nilai_total = (nilai_lari + nilai_situp + nilai_pushup + nilai_pullup + nilai_shuttle) / 5
- Setiap komponen dinilai 0-100 berdasarkan tabel norma usia dan jenis kelamin
- Nilai minimal kelulusan: rata-rata 41 (kategori Cukup)
- Diskualifikasi langsung: ada 1 komponen mendapat nilai 0 atau IMT di luar 18-25
Tabel norma berbeda antara Bintara, Tamtama, dan Akpol. Standar tertinggi untuk Akpol/PA PSDP. Sumber: Perkap Kapolri terkait standar Samapta.
๐ก Contoh: Pria usia 19 tahun, calon Bintara Polri
Diketahui:- Lari 12 menit = 2900 m
- Sit up 1 menit = 42 kali
- Push up 1 menit = 40 kali
- Pull up = 12 kali
- Shuttle run 6x10m = 18.5 detik
Langkah:- Lari 2900m (pria 17-21 tahun): tabel = nilai 75
- Sit up 42 kali: nilai 75
- Push up 40 kali: nilai 70
- Pull up 12 kali: nilai 78
- Shuttle run 18.5 detik: nilai 72
- Total = (75 + 75 + 70 + 78 + 72) / 5 = 370 / 5 = 74
Hasil: Nilai 74, kategori Baik (B). Lolos batas minimum dan kompetitif untuk seleksi Bintara.
โ Pertanyaan yang sering diajukan
Apa saja jenis tes jasmani Polri 2026?
Tes Samapta Polri standar terdiri dari Samapta A (lari 12 menit untuk daya tahan aerobik) dan Samapta B (push up, sit up, pull up/chinning, shuttle run). Ditambah tes renang 25 meter (gaya bebas/dada) dan tes antropometri (tinggi, berat, postur). Untuk wanita, pull up diganti chinning (palang lebih rendah).
Berapa tinggi badan minimal masuk Polri?
Sesuai Peraturan Kapolri terbaru: Akpol pria minimal 165 cm, wanita 163 cm. Bintara pria 165 cm, wanita 160 cm. Tamtama pria 163 cm. Persyaratan ini bisa direlaksasi 2 cm untuk daerah tertentu (Papua, NTT) sesuai pertimbangan komposisi antropometri lokal. Selalu cek pengumuman resmi penerimaan tahun berjalan di penerimaan.polri.go.id.
Bagaimana cara meningkatkan lari 12 menit dari 2400 ke 3000 meter?
Latihan terbaik adalah kombinasi long-run (60% pace mudah) 2-3x seminggu dan interval training (HIIT: 4x800m dengan istirahat 2 menit) 1x seminggu. Target progresi: tambah jarak 100-200m per 2 minggu. Pemulihan minimal 1 hari antara latihan keras. Studi sport science menunjukkan butuh 8-12 minggu untuk peningkatan VO2max 10-15%.
Apakah ada bobot berbeda antar komponen Samapta?
Pada standar lama tahun 2010-an semua komponen bobotnya sama. Pada Perkap terbaru ada penekanan pada lari 12 menit sebagai indikator daya tahan kardio utama, dan beberapa Polda menambah bobot lari menjadi 2x dari komponen lain. Selalu konfirmasi ke panduan resmi penerimaan tahun berjalan karena standar bisa berubah.
Apa konsekuensi jika gagal di tes jasmani Polri?
Tes jasmani adalah tes gugur (passing grade): jika nilai rata-rata di bawah 41 (kategori Kurang), peserta gugur dan tidak lanjut ke tahap berikutnya. Tidak ada remedial dalam satu rangkaian seleksi. Calon yang gagal bisa mendaftar lagi di tahun berikutnya dengan persiapan lebih matang. Persiapkan minimal 6 bulan sebelum seleksi.
๐ Sumber & referensi
Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026