๐Ÿ”‹

Kalkulator Solar Battery Storage

Sizing battery storage untuk solar system off-grid/backup, discharge runtime, dan ROI vs generator diesel.

LIFESTYLE

Kalkulator solar battery storage untuk sizing battery system off-grid atau backup, plus ROI vs generator diesel.

Empat tab: backup battery sizing (DOD, system voltage), off-grid system lengkap (panel + battery + inverter), discharge runtime, dan ROI vs genset diesel.

Disklaimer: Estimasi awal. Sizing aktual butuh penilaian profesional dengan load analysis. .

Kalkulator Baterai Surya & Off-Grid

Hitung kapasitas baterai untuk backup listrik atau sistem off-grid lengkap. Berbeda dari kalkulator panel surya, fokus alat ini adalah penyimpanan energi (baterai LiFePO4 vs lead-acid) untuk antisipasi pemadaman dan rumah jauh dari jaringan PLN.

Hitung kapasitas baterai untuk backup beberapa jam atau hari saat PLN mati. Sesuaikan voltase sistem (12/24/48V), Depth of Discharge (DOD), dan efisiensi inverter.

Lihat tagihan PLN bulanan / 30 hari. Rata-rata rumah Indonesia 5-10 kWh/hari.
1 hari untuk pemadaman tipikal, 2-3 hari untuk daerah rawan blackout panjang.
Tipikal 80-90%. Termasuk kerugian inverter, kabel, dan self-discharge baterai.
Estimasi adalah panduan awal. Sizing baterai dan sistem off-grid yang aktual harus melibatkan asesmen profesional (pengukuran beban detail, audit kelistrikan, kondisi lokasi). Brand dan harga komponen dapat berubah cepat. Konsultasikan dengan instalatir bersertifikat.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Tab Backup Battery Sizing: input beban kritis (Watt), durasi backup (jam), Depth of Discharge (DOD 50% lead-acid atau 80-90% LiFePO4), dan tegangan sistem (12/24/48 V).
  2. Tab Off-Grid System: input konsumsi harian (kWh/hari), peak sun hours daerah (Indonesia 4-5 jam, Pulau Jawa 4,5), efisiensi inverter 90-95%, dan autonomy day (2-3 hari).
  3. Tab Discharge Runtime: masukkan kapasitas baterai (Ah), tegangan, beban (Watt) untuk dapat estimasi durasi dengan koreksi Peukert untuk lead-acid.
  4. Tab ROI vs Diesel: input biaya genset (Rp 8-15 juta untuk 5 kVA), konsumsi solar (0,3 L/kWh), harga solar/diesel Rp 6.800/L, dan biaya battery system untuk break-even.
  5. Selalu gunakan oversizing 20-30% untuk antisipasi cuaca mendung berturut-turut dan degradasi panel 0,5%/tahun.
  6. Tip: LiFePO4 lebih mahal di depan tapi 2.000-6.000 siklus vs lead-acid 300-500 siklus, jadi cost per kWh lifetime lebih rendah.

Battery Sizing & Solar Panel Sizing

Battery_Ah = (Beban_Wh x Autonomy) / (V_sistem x DOD x Efisiensi_inv); Panel_Wp = (Beban_kWh x 1000) / (PSH x Eff_sistem)
  • Beban_Wh: total konsumsi harian dalam watt-hour
  • Autonomy: jumlah hari backup tanpa charging (2-3 hari standard off-grid)
  • V_sistem: tegangan baterai (12/24/48 V)
  • DOD: Depth of Discharge max (50% lead-acid, 80-90% LiFePO4)
  • Eff_inv: efisiensi inverter 0,9-0,95
  • PSH: Peak Sun Hours, Indonesia rata-rata 4-5 jam/hari (BMKG/ESDM)
  • Eff_sistem: efisiensi total sistem 0,7-0,8 (panel + MPPT + battery + inverter)

Peukert exponent untuk lead-acid 1,1-1,3 (kapasitas turun di discharge tinggi). LiFePO4 mendekati 1,0 (kapasitas linier).

Contoh: Off-Grid Cabin di Bogor (Konsumsi 5 kWh/hari)

Diketahui:
  • Beban harian 5 kWh (lampu LED, kulkas mini, charging, fan)
  • Peak Sun Hours Bogor: 4,2 jam/hari
  • Sistem 48V, baterai LiFePO4 DOD 80%
  • Inverter efficiency 92%, sistem efficiency 75%
  • Autonomy 2 hari
Langkah:
  1. Battery capacity = (5000 Wh x 2 hari) / (48V x 0,8 x 0,92) = 10.000 / 35,33 = 283 Ah
  2. Pilih bank battery 48V 300 Ah LiFePO4 (~14,4 kWh)
  3. Panel capacity = 5000 / (4,2 x 0,75) = 5000 / 3,15 = 1.587 Wp
  4. Pilih 6 x panel 300 Wp = 1.800 Wp (oversizing 13%)
  5. Estimasi biaya 2026: Panel Rp 4 juta/kWp x 1,8 = Rp 7,2 juta; Battery LiFePO4 Rp 6 juta/kWh x 14,4 = Rp 86,4 juta; Inverter 3 kW hybrid Rp 15 juta; Wiring + MPPT + frame Rp 8 juta
  6. Total investasi: ~Rp 116,6 juta
  7. Genset 5 kVA konsumsi 0,3 L solar/kWh x 5 kWh x 365 hari x Rp 6.800 = Rp 3,72 juta/tahun + maintenance Rp 1 juta = Rp 4,72 juta/tahun
  8. Payback vs genset (asumsi listrik gratis dari surya): 116,6 / 4,72 = 24,7 tahun (tidak ekonomis dibanding genset murni, tapi unggul dalam keandalan dan noise)

Hasil: Sistem off-grid 1,8 kWp + 14,4 kWh battery dengan investasi Rp 116 juta. Ekonomis jika lokasi tidak terjangkau PLN; tidak ekonomis vs genset di lokasi listrik tersedia.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa Peak Sun Hours di Indonesia?
Berdasarkan data BMKG dan ESDM, Peak Sun Hours (PSH) di Indonesia rata-rata 4-5 kWh/m2/hari. Wilayah timur (NTT, Sulawesi Tenggara) tertinggi sekitar 5,1-5,4 PSH. Pulau Jawa 4,2-4,8 PSH. Sumatera dan Kalimantan 3,8-4,5 PSH karena lebih banyak awan. Untuk perencanaan konservatif, gunakan PSH worst-month (umumnya Desember-Februari di Jawa), bukan rata-rata tahunan.
Lead-acid vs LiFePO4 untuk solar storage, mana yang lebih baik?
LiFePO4 (Lithium Iron Phosphate) lebih unggul dalam jangka panjang: 2.000-6.000 siklus vs 300-500 siklus lead-acid, DOD 80-90% vs 50%, efisiensi charge 95-98% vs 80-85%. Harga LiFePO4 2-3x lebih mahal di depan (~Rp 6-8 juta/kWh vs Rp 2-3 juta/kWh lead-acid), tapi cost per kWh-cycle lifetime LiFePO4 lebih rendah. Lead-acid masih dipakai untuk budget sistem kecil atau aplikasi backup jarang.
Apa itu DOD dan kenapa penting?
Depth of Discharge (DOD) adalah persentase kapasitas baterai yang boleh dipakai sebelum recharge. Lead-acid maksimum DOD 50% untuk umur panjang (DOD 80% memperpendek life 50%). LiFePO4 aman di DOD 80-90% tanpa degradasi signifikan. Battery 100 Ah lead-acid yang dipakai DOD 50% efektif hanya 50 Ah usable. Selalu hitung kapasitas berdasarkan usable capacity, bukan nameplate.
Bagaimana hitung ukuran inverter untuk sistem solar?
Inverter harus dimensioned untuk beban puncak simultan, bukan total. Hitung beban induktif (AC, kulkas, pompa) dengan surge factor 2-3x rated power untuk startup. Sistem rumah tangga umumnya 3-5 kW continuous. Pilih inverter pure sine wave untuk elektronik sensitif. Hybrid inverter (kombinasi inverter + charger + MPPT) lebih hemat space tapi 30-50% lebih mahal. Efisiensi minimum 92%.
Kapan solar battery ekonomis vs PLN?
Di Indonesia, listrik PLN subsidi (Rp 605-1.467/kWh untuk R1-R2) sangat murah, sehingga solar grid-tie tanpa battery payback 8-12 tahun, dan dengan battery 15-25 tahun. Solar ekonomis untuk: lokasi belum terjangkau PLN, kapasitas industri >3.500 VA dengan tarif tinggi (R3 Rp 1.444/kWh), backup penting (rumah sakit, server), atau jika kebijakan net metering PLN diaktifkan kembali dengan rasio ekspor:impor 1:1.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026