๐Ÿ“‰

Kalkulator Penyusutan Aset

Hitung depresiasi aset dengan 4 metode: garis lurus, saldo menurun, SYD, dan unit produksi. Plus perbandingan PSAK 16/IAS 16.

KEUANGAN

Kalkulator penyusutan aset tetap dengan 4 metode standar akuntansi (PSAK 16/IAS 16) untuk laporan keuangan dan keperluan pajak.

Lima tab: garis lurus (linear), saldo menurun (accelerated/DDB), sum-of-years digits (front-loaded), units of production (berbasis pemakaian), dan perbandingan side-by-side keempat metode.

Disklaimer: Metode penyusutan untuk pajak mungkin berbeda dengan akuntansi keuangan. Konsultasikan dengan akuntan publik atau konsultan pajak. .

Kalkulator Penyusutan Aset Tetap

Hitung depresiasi aset dengan 4 metode: Garis Lurus, Saldo Menurun, Sum-of-Years' Digits (SYD), dan Units of Production. Sesuai PSAK 16 / IAS 16.

Formula: Annual Depreciation = (Cost - Residual) / Life

Lengkapi semua input untuk melihat hasil.

Tentang Penyusutan Aset (PSAK 16)

Penyusutan adalah alokasi sistematis biaya perolehan aset tetap selama masa manfaat ekonomisnya. PSAK 16 / IAS 16 mengatur akuntansi aset tetap dan mengizinkan empat metode utama.

Pemilihan metode harus mencerminkan pola pemakaian manfaat ekonomis aset. Metode harus ditinjau ulang minimal setiap akhir tahun buku.

Nilai sisa (residu) adalah estimasi nilai aset di akhir masa manfaat. Penyusutan dihitung dari (Harga Perolehan - Nilai Sisa).

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Pilih metode penyusutan: garis lurus, saldo menurun, sum-of-years digits, atau units of production.
  2. Masukkan harga perolehan (cost), nilai residu (salvage value), dan masa manfaat (useful life) dalam tahun.
  3. Untuk units of production, masukkan total unit yang dapat diproduksi dan unit aktual per tahun.
  4. Untuk saldo menurun, pilih faktor: double (200%) atau 150% declining balance.
  5. Klik Hitung untuk tabel depresiasi tahunan, akumulasi penyusutan, dan nilai buku akhir.
  6. Gunakan tab Perbandingan untuk melihat keempat metode side-by-side dengan grafik.

Metode Penyusutan PSAK 16 / IAS 16

Garis Lurus: D = (Cost - Salvage) / n ; DDB: D_t = NBV_t ร— 2/n ; SYD: D_t = (Cost - Salvage) ร— (n-t+1)/[n(n+1)/2] ; UOP: D_t = (Cost - Salvage) ร— Unit_t / Unit_total
  • D = depresiasi (tahunan)
  • Cost = harga perolehan
  • Salvage = nilai residu (taksiran nilai jual di akhir)
  • n = masa manfaat (tahun)
  • NBV_t = Net Book Value awal tahun ke-t
  • Unit_t = jumlah unit diproduksi tahun ke-t

PPh Pasal 11 mengakui garis lurus dan saldo menurun untuk pajak. PSAK menerapkan review masa manfaat tiap akhir tahun.

Contoh: Mesin Rp 100 juta, salvage Rp 10 juta, masa manfaat 5 tahun (DDB vs Garis Lurus)

Diketahui:
  • Cost: Rp 100.000.000
  • Salvage value: Rp 10.000.000
  • Masa manfaat: 5 tahun
  • Metode: Double Declining Balance (DDB) dan Garis Lurus
Langkah:
  1. Garis Lurus: D = (100jt - 10jt)/5 = Rp 18jt/tahun
  2. DDB rate = 2/5 = 40%
  3. Tahun 1 DDB: 100jt ร— 40% = Rp 40jt โ†’ NBV 60jt
  4. Tahun 2 DDB: 60jt ร— 40% = Rp 24jt โ†’ NBV 36jt
  5. Tahun 3 DDB: 36jt ร— 40% = Rp 14.4jt โ†’ NBV 21.6jt
  6. Tahun 4 DDB: 21.6jt ร— 40% = Rp 8.64jt โ†’ NBV 12.96jt
  7. Tahun 5 DDB: switch ke garis lurus = 12.96jt - 10jt = Rp 2.96jt โ†’ NBV 10jt

Hasil: Garis Lurus: Rp 18jt/tahun konsisten. DDB front-loaded (Rp 40jt tahun 1 vs Rp 2.96jt tahun 5). Pilih DDB untuk pajak lebih awal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan menggunakan metode garis lurus vs saldo menurun?
Garis Lurus cocok untuk aset dengan manfaat ekonomis konstan: gedung, furnitur, software. Saldo Menurun (DDB) cocok untuk aset dengan manfaat menurun cepat: kendaraan, komputer, mesin produksi. Garis lurus lebih sederhana dan lazim untuk pelaporan akuntansi; DDB memberikan tax shield lebih besar di awal masa pakai aset.
Apa beda penyusutan akuntansi dan penyusutan pajak (fiskal)?
Penyusutan akuntansi mengikuti PSAK 16 dengan estimasi masa manfaat ekonomis bebas (5-30 tahun). Penyusutan fiskal mengikuti UU PPh Pasal 11 dengan kelompok harta tetap (4, 8, 16, atau 20 tahun) dan tarif tetap. Selisih keduanya menjadi koreksi fiskal di SPT Tahunan. Boleh memilih garis lurus atau saldo menurun untuk fiskal, kecuali bangunan harus garis lurus.
Bagaimana menentukan nilai residu (salvage value)?
Salvage value adalah estimasi nilai jual aset di akhir masa manfaat. Untuk pajak Indonesia, salvage = 0 (penyusutan sampai habis). Untuk akuntansi, salvage bisa nol atau positif. Cara estimasi: cek harga pasar aset bekas serupa, asumsi 10-20% dari cost untuk kendaraan, 5-10% untuk komputer, dan 0% untuk furnitur lama.
Apa kelompok harta tetap menurut UU PPh Pasal 11?
Pasal 11 UU PPh mengelompokkan harta berwujud bukan bangunan: Kelompok 1 (4 tahun, garis lurus 25% atau saldo menurun 50%) untuk komputer dan mebel; Kelompok 2 (8 tahun, 12.5% atau 25%) untuk kendaraan; Kelompok 3 (16 tahun, 6.25% atau 12.5%) untuk mesin pabrik; Kelompok 4 (20 tahun) untuk mesin konstruksi. Bangunan permanen 20 tahun, tidak permanen 10 tahun, hanya garis lurus.
Apa itu Units of Production dan kapan dipakai?
Units of Production menghitung depresiasi berdasarkan output aktual, bukan waktu. Misal mesin bisa produksi 100.000 unit selama masa manfaatnya; tiap tahun depresiasi = (Cost-Salvage) ร— unit aktual/100.000. Cocok untuk pertambangan, mesin produksi spesifik, atau pesawat (berdasarkan flight hours). Tidak diakui untuk pajak Indonesia, hanya untuk akuntansi internal.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026