Kalkulator NPV dan IRR untuk analisis kelayakan investasi dan proyek bisnis. Lengkap dengan payback period dan perbandingan proyek.
Empat tab: NPV (arus kas dinamis + keputusan layak/tidak), IRR (metode Newton-Raphson), payback period (simple & discounted), dan perbandingan 2 proyek side by side.
Disklaimer: Hasil analisis bersifat estimasi. Keputusan investasi harus mempertimbangkan faktor lain seperti risiko dan kondisi pasar. .
Informasi kalkulator
๐ Cara menggunakan kalkulator ini
- Pilih jenis analisis: NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), payback period, atau perbandingan 2 proyek.
- Masukkan investasi awal (tahun 0) sebagai angka negatif atau positif sesuai konvensi, dalam Rupiah.
- Tambahkan arus kas (cash flow) untuk setiap tahun proyek; bisa nilai berbeda-beda untuk setiap tahun.
- Masukkan tingkat diskonto (discount rate) sesuai cost of capital perusahaan, umumnya 10-15% untuk proyek bisnis di Indonesia.
- Klik hitung untuk melihat NPV (layak jika >0), IRR (layak jika > discount rate), dan payback period (semakin cepat semakin baik).
- Tip: Bandingkan IRR dengan WACC (Weighted Average Cost of Capital) atau benchmark return industri. Untuk perbandingan proyek, pilih NPV tertinggi (bukan IRR).
๐งฎ NPV, IRR, dan Payback Period
NPV = sum(CF_t / (1+r)^t) - Investasi_awal | IRR: nilai r di mana NPV = 0, dicari iteratif (Newton-Raphson) | Payback Simple = tahun_kumulatif_CF_mencapai_investasi | Discounted Payback = tahun di mana NPV kumulatif = 0 | PI (Profitability Index) = PV_Cash_Inflows / Investasi
- CF_t = Cash Flow pada tahun ke-t
- r = discount rate (cost of capital, persen desimal)
- t = periode tahun (0, 1, 2, ..., n)
- Investasi_awal = pengeluaran modal tahun 0
- IRR = tingkat return internal yang membuat NPV = 0
- PI > 1 berarti proyek layak (setara NPV > 0)
Keputusan investasi: NPV > 0 dan IRR > cost of capital berarti layak. Untuk proyek mutually exclusive (saling meniadakan), gunakan NPV karena IRR bisa menyesatkan untuk proyek skala berbeda. IRR juga bisa multiple solutions jika ada arus kas yang berubah tanda lebih dari sekali.
๐ก Contoh: Proyek investasi Rp 100 juta, return 5 tahun, discount rate 12%
Diketahui:- Investasi awal: Rp 100.000.000 (tahun 0)
- Arus kas tahun 1-5: 25, 30, 35, 40, 30 (dalam juta Rupiah)
- Discount rate: 12%
Langkah:- Hitung PV setiap arus kas: PV1 = 25/(1.12)^1 = 22.32, PV2 = 30/(1.12)^2 = 23.92, PV3 = 35/(1.12)^3 = 24.91, PV4 = 40/(1.12)^4 = 25.42, PV5 = 30/(1.12)^5 = 17.02
- Total PV Cash Inflows: 22.32 + 23.92 + 24.91 + 25.42 + 17.02 = 113.59 juta
- NPV = 113.59 - 100 = 13.59 juta (POSITIF, layak)
- IRR: dengan iterasi, NPV = 0 saat r = 16.5% (lebih tinggi dari 12%, layak)
- Payback Simple: tahun 1 (25), 2 (55), 3 (90), 4 (130), tercapai pada tahun ke-3.25
- Profitability Index: 113.59 / 100 = 1.136 (>1, layak)
Hasil: NPV Rp 13.59 juta (layak), IRR 16.5% (>12% layak), Payback 3.25 tahun, PI 1.136. Proyek direkomendasikan dilanjutkan.
โ Pertanyaan yang sering diajukan
Apa perbedaan NPV dan IRR?
NPV (Net Present Value) menghitung nilai kini bersih dari semua arus kas masa depan dikurangi investasi awal, hasilnya dalam Rupiah. IRR (Internal Rate of Return) adalah tingkat diskonto yang membuat NPV = 0, hasilnya dalam persentase. NPV menunjukkan jumlah absolut keuntungan, IRR menunjukkan return efektif. Untuk perbandingan proyek dengan skala berbeda, NPV lebih reliable karena IRR bisa menyesatkan: proyek kecil bisa punya IRR tinggi namun NPV kecil.
Berapa discount rate yang tepat untuk analisis investasi?
Discount rate harus mencerminkan cost of capital dan risiko proyek. Untuk perusahaan, gunakan WACC (Weighted Average Cost of Capital) yang menimbang biaya hutang dan ekuitas. Patokan umum di Indonesia: 10-12% untuk proyek dengan risiko rendah, 12-15% risiko menengah, 15-20%+ untuk risiko tinggi (startup, riset). BI rate + risk premium 5-10% adalah pendekatan praktis. Risk-free rate biasanya pakai yield SBN 10 tahun.
Apa itu payback period dan kelemahannya?
Payback period adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan investasi awal dari arus kas proyek. Simple payback menggunakan arus kas nominal, sedangkan discounted payback mempertimbangkan time value of money. Kelemahan: mengabaikan arus kas setelah payback (proyek dengan cash flow besar di tahun-tahun akhir terlihat kurang menarik), tidak memperhitungkan profitabilitas total, dan tidak ada threshold standar yang objektif. Sebaiknya kombinasikan dengan NPV/IRR.
Kapan NPV positif tapi IRR tidak ada solusi?
IRR bisa tidak terdefinisi atau multiple jika arus kas berubah tanda lebih dari sekali (non-conventional cash flows), misalnya proyek tambang dengan investasi awal, cash positif, lalu biaya restorasi lingkungan di akhir. Dalam kasus ini, gunakan MIRR (Modified IRR) atau langsung pakai NPV sebagai keputusan utama. Beberapa proyek juga punya IRR sangat tinggi yang tidak realistis (>100%) namun NPV kecil karena skala kecil.
Bagaimana cara menghitung IRR secara manual?
IRR dihitung iteratif karena tidak ada rumus tertutup. Metode trial and error: tebak r awal (misal 10%), hitung NPV, jika positif coba r lebih tinggi (15%), jika negatif coba r lebih rendah, lakukan interpolasi linear antara dua nilai r yang menghasilkan NPV positif dan negatif. Rumus interpolasi: IRR = r1 + (NPV1 / (NPV1 - NPV2)) x (r2 - r1). Kalkulator menggunakan metode Newton-Raphson yang lebih cepat konvergen. Di Excel, gunakan fungsi IRR() atau XIRR() untuk arus kas tanggal tidak beraturan.
๐ Sumber & referensi
Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026