๐Ÿ”ข

Kalkulator Konversi Bilangan

Konversi bilangan antara desimal, biner, oktal, dan heksadesimal secara instan.

MATEMATIKA

Kalkulator konversi bilangan memungkinkan Anda mengubah bilangan antara berbagai sistem angka.

Mendukung konversi antara desimal (basis 10), biner (basis 2), oktal (basis 8), dan heksadesimal (basis 16). Sangat berguna untuk programmer, mahasiswa informatika, dan siapa saja yang bekerja dengan sistem bilangan.

Kalkulator Konversi Bilangan

Konversi bilangan antara desimal, biner, oktal, dan heksadesimal.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Pilih basis sumber: Desimal (10), Biner (2), Oktal (8), atau Heksadesimal (16).
  2. Masukkan angka dalam basis sumber. Untuk biner hanya 0-1, oktal 0-7, heksadesimal 0-9 dan A-F.
  3. Pilih basis tujuan konversi. Boleh pilih beberapa sekaligus untuk konversi paralel.
  4. Klik Konversi untuk melihat hasil dalam semua basis tujuan plus langkah perhitungan.
  5. Lihat tab Penjelasan untuk melihat cara konversi manual (pembagian berturut atau penjumlahan pangkat).
  6. Untuk bilangan negatif, kalkulator menampilkan representasi two's complement 8-bit, 16-bit, atau 32-bit (relevan untuk pemrograman).

Konversi Antar Basis Bilangan

Desimal ke basis-n: bagi berulang dengan n, sisa baca dari bawah ke atas. Basis-n ke desimal: sum(digit_i * n^i)
  • n = basis tujuan (2, 8, 10, atau 16)
  • digit_i = digit ke-i dari kanan (mulai dari 0)
  • Heksadesimal: A=10, B=11, C=12, D=13, E=14, F=15

Konversi via desimal sebagai perantara berlaku universal. Untuk konversi langsung biner-heksadesimal, kelompokkan 4 bit biner = 1 digit hex. Untuk biner-oktal, kelompokkan 3 bit biner = 1 digit oktal.

Contoh: Konversi 173 desimal ke semua basis

Diketahui:
  • Bilangan = 173 (basis 10)
  • Target = biner, oktal, dan heksadesimal
Langkah:
  1. Ke biner: bagi 173 dengan 2 berulang: 173/2=86 sisa 1, 86/2=43 sisa 0, 43/2=21 sisa 1, 21/2=10 sisa 1, 10/2=5 sisa 0, 5/2=2 sisa 1, 2/2=1 sisa 0, 1/2=0 sisa 1. Baca dari bawah: 10101101
  2. Ke oktal: bagi 173 dengan 8: 173/8=21 sisa 5, 21/8=2 sisa 5, 2/8=0 sisa 2. Hasil: 255
  3. Ke heksadesimal: bagi 173 dengan 16: 173/16=10 sisa 13(D), 10/16=0 sisa 10(A). Hasil: AD
  4. Verifikasi heksadesimal: A x 16 + D = 10 x 16 + 13 = 160 + 13 = 173. Benar.

Hasil: 173 (desimal) = 10101101 (biner) = 255 (oktal) = AD (heksadesimal).

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa komputer pakai bilangan biner?
Komponen elektronik komputer berbasis transistor yang punya dua keadaan stabil: hidup (1) dan mati (0). Sistem biner cocok untuk representasi listrik karena hanya butuh dua level voltase, lebih tahan noise daripada sistem desimal yang butuh 10 level. Semua data digital, mulai dari teks sampai video, akhirnya dikodekan dalam biner.
Apa kegunaan heksadesimal di pemrograman modern?
Heksadesimal dipakai karena lebih ringkas dari biner: 1 byte (8 bit) = 2 digit hex. Aplikasi umum: kode warna CSS (#FF5733), alamat memori (0x7FFE0000), MAC address jaringan (00:1A:2B:3C:4D:5E), hash MD5/SHA. Programmer lebih mudah membaca FF daripada 11111111.
Bagaimana cara konversi cepat biner ke heksadesimal?
Kelompokkan biner per 4 bit dari kanan, lalu konversi tiap kelompok jadi 1 digit hex. Contoh: 11010110 dipisah jadi 1101 0110 = D6. Untuk biner-oktal, kelompokkan per 3 bit: 11010110 jadi 011 010 110 = 326. Trik ini bekerja karena 16=2^4 dan 8=2^3 jadi konversi langsung tanpa via desimal.
Apa beda bilangan signed dan unsigned dalam konteks biner?
Unsigned hanya merepresentasikan bilangan non-negatif: 8-bit unsigned bisa simpan 0 sampai 255. Signed mengalokasikan 1 bit untuk tanda: 8-bit signed (two's complement) bisa simpan -128 sampai 127. Two's complement membuat operasi penjumlahan/pengurangan negatif jadi sama dengan operasi positif di hardware, lebih efisien.
Apa itu basis 64 dan kenapa dipakai di base64?
Base64 adalah encoding yang merepresentasikan data biner pakai 64 karakter cetak (A-Z, a-z, 0-9, +, /). Setiap 3 byte biner (24 bit) dikonversi jadi 4 karakter base64 (4x6 bit). Dipakai di email attachment (MIME), data URI gambar di HTML, dan JSON Web Token (JWT). Berbeda dengan basis 2/8/16, base64 bukan sistem bilangan numerik tapi encoding teks.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026