Kalkulator Kelistrikan (Watt, Kapasitor, 3-Fasa)

Hitung Watt-Volt-Ampere, kapasitor (reactance/time constant), pemakaian listrik kWh, dan daya 3-fasa untuk industri.

MATEMATIKA

Kalkulator kelistrikan untuk perhitungan daya, kapasitor, pemakaian listrik, dan sistem 3-fasa untuk industri dan rumah tangga.

Empat tab: Watt-Volt-Ampere (P=V×I), kapasitor (reactance Xc, time constant τ, energy), pemakaian listrik kWh dengan tarif PLN R1-R4, dan daya 3-fasa (real/apparent/reactive power).

Disklaimer: Tarif PLN dapat berubah. Untuk instalasi listrik aktual, konsultasikan dengan teknisi listrik bersertifikat (PLN/elektro). .

Kalkulator Kelistrikan

Hitung daya, kapasitor, pemakaian listrik (kWh), dan daya 3-fasa untuk keperluan instalasi listrik rumah maupun industri.

Hukum Ohm daya: P = V x I. Masukkan dua dari tiga nilai untuk menghitung yang ketiga. Faktor daya (cos phi) dipakai untuk beban AC.

Perhitungan bersifat estimasi. Hasil aktual bergantung pada kondisi alat, stabilitas tegangan, dan pembaruan tarif PLN. Konsultasikan instalasi listrik dengan teknisi bersertifikat.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Pilih jenis perhitungan: daya (Watt-Volt-Ampere), kapasitor, kWh, atau sistem 3-fasa.
  2. Untuk daya: masukkan 2 dari 3 nilai (V, I, P) dan power factor (cos φ) untuk AC.
  3. Untuk kapasitor: masukkan kapasitansi (μF), frekuensi (50 Hz Indonesia), dan tegangan.
  4. Untuk kWh: masukkan daya alat (Watt), durasi pemakaian/hari, dan tarif PLN (R1/R2/R3) per golongan.
  5. Untuk 3-fasa: masukkan tegangan line (380V Indonesia), arus, dan cos φ untuk apparent/real/reactive power.
  6. Klik Hitung untuk hasil dan rekomendasi (ukuran MCB, biaya bulanan, korelasi power factor).

Hukum Ohm, Daya AC, dan Sistem 3-Fasa

P = V × I × cos φ ; Xc = 1/(2πfC) ; kWh = P(W) × t(h) / 1000 ; P_3φ = √3 × V_LL × I_L × cos φ
  • P = daya aktif (Watt); V = tegangan (Volt); I = arus (Ampere)
  • cos φ = power factor (0.85-0.95 untuk beban induktif)
  • Xc = reaktansi kapasitif (Ω); f = frekuensi (Hz); C = kapasitansi (F)
  • V_LL = tegangan line-to-line (380 V Indonesia); I_L = arus saluran
  • Apparent power S (VA) = V × I ; Reactive Q (VAR) = V × I × sin φ

Indonesia: 220V/50Hz untuk 1 fasa, 380V/50Hz untuk 3 fasa. PLN menagih kVAh bagi pelanggan industri.

Contoh: AC 1 PK dipakai 8 jam/hari, tarif R1 900 VA = Rp 1.352/kWh

Diketahui:
  • Daya AC 1 PK ≈ 750-800 W (asumsi 800 W)
  • Tegangan 220 V, cos φ 0.85
  • Durasi: 8 jam/hari, 30 hari
  • Tarif PLN R1 1300VA = Rp 1.444,70/kWh (per April 2026)
Langkah:
  1. Arus I = P / (V × cos φ) = 800 / (220 × 0.85) = 4.28 A
  2. kWh harian = 800 × 8 / 1000 = 6.4 kWh
  3. kWh bulanan = 6.4 × 30 = 192 kWh
  4. Biaya bulanan = 192 × Rp 1.444,70 = Rp 277.382
  5. Ukuran MCB ≥ 4.28 × 1.25 = 5.35 A → pilih MCB 6 A

Hasil: Konsumsi 192 kWh/bulan, biaya Rp 277.382. Gunakan MCB 6A untuk proteksi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda Watt, Volt, dan Ampere?
Volt (V) = tegangan, beda potensial yang mendorong arus. Ampere (A) = arus, jumlah elektron per detik. Watt (W) = daya, laju energi terpakai = V × A untuk DC, atau V × A × cos φ untuk AC. Analogi air: Volt = tekanan, Ampere = debit, Watt = daya total. Indonesia umumnya 220V.
Apa itu power factor (cos φ) dan mengapa penting?
Power factor adalah rasio daya aktif (W) terhadap daya tampak (VA). PF 1.0 ideal (resistif murni). Beban induktif (motor, AC, kulkas) punya PF 0.7-0.85, artinya VA lebih besar dari W. PLN industri menagih denda jika PF <0.85 karena memboroskan kapasitas jaringan. Solusinya pasang kapasitor bank untuk koreksi PF.
Bagaimana cara hitung biaya listrik PLN per bulan?
Total kWh = Σ(daya alat × jam pemakaian) / 1000. Lalu kalikan tarif sesuai golongan: R1 450VA (Rp 415), R1 900VA subsidi (Rp 605), R1 900VA non-subsidi (Rp 1.352), R1 1300/2200VA (Rp 1.444,70). Tambahkan biaya beban (kVA × Rp 33.300/kVA) untuk pelanggan industri, plus PPN 11%.
Apa fungsi sistem 3 fasa dan kapan diperlukan?
Sistem 3 fasa (3φ) memberikan daya kontinyu untuk motor besar dan beban industri >5500 VA. Tiga gelombang AC berbeda 120° menyalurkan daya √3 × VLL × IL × cos φ. Keunggulan: torsi motor halus, penghematan kabel (lebih kecil per kW), dan keseimbangan beban. Diperlukan untuk pompa air, kompresor, dan AC sentral.
Bagaimana memilih ukuran kabel listrik yang aman?
Hitung arus I = P/V (atau P/(V×cos φ) untuk AC), kalikan safety factor 1.25 (NEC 210.19). Pilih kabel berdasarkan KHA (Kuat Hantar Arus) PUIL 2011: NYM 1.5mm² = 10A, 2.5mm² = 16A, 4mm² = 25A, 6mm² = 32A. Untuk panjang kabel >20m, naikkan ukuran 1 tingkat untuk kompensasi drop tegangan <3%.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026