Kalkulator IPK/GPA untuk mahasiswa dengan berbagai skala penilaian. Hitung IPK kumulatif, target, konversi nilai internasional.
Empat tab: hitung IPK (input mata kuliah dinamis, 2 skala penilaian), target IPK (berapa nilai minimum yang dibutuhkan), konversi nilai (Indonesia โ US โ UK โ persentase), dan simulasi semester (proyeksi IPK kumulatif).
Informasi kalkulator
๐ Cara menggunakan kalkulator ini
- Pilih tab Hitung IPK lalu masukkan nama mata kuliah, nilai huruf (A, A-, B+, dst.), dan jumlah SKS untuk setiap mata kuliah di semester berjalan.
- Pilih skala penilaian yang dipakai kampus Anda: skala 4.00 (Indonesia/AS) atau skala 4.00 dengan A- dan B+ (lebih granular).
- Tambah baris mata kuliah baru dengan tombol Tambah hingga semua mata kuliah semester ini terinput; total SKS akan diakumulasi otomatis.
- Untuk menghitung IPK kumulatif, masukkan juga IPK lama dan total SKS kumulatif dari semester sebelumnya di kolom yang tersedia.
- Buka tab Target IPK untuk menghitung nilai minimum yang dibutuhkan semester depan agar IPK kumulatif mencapai target (misal 3.50).
- Gunakan tab Konversi Nilai untuk mengkonversi IPK Indonesia ke skala 4.00 AS, kelas UK (First/Upper Second), atau persentase untuk keperluan beasiswa luar negeri.
- Simulasi semester memproyeksikan IPK kumulatif jika Anda menargetkan IPS tertentu untuk beberapa semester ke depan.
๐งฎ Weighted Grade Point Average
IPK = Sigma(SKS_i x Bobot_i) / Sigma(SKS_i)
- SKS_i = bobot SKS mata kuliah ke-i
- Bobot_i = nilai numerik nilai huruf (A=4.00, A-=3.70, B+=3.30, B=3.00, B-=2.70, C+=2.30, C=2.00, D=1.00, E=0.00)
- Sigma = penjumlahan untuk seluruh mata kuliah yang dihitung
IPK semester (IPS) memakai rumus sama tapi hanya mata kuliah semester berjalan. IPK kumulatif menggabungkan seluruh SKS sejak semester 1. Mata kuliah yang diulang umumnya hanya nilai terbaik yang masuk perhitungan (cek aturan kampus).
๐ก Contoh: IPS semester 4 mahasiswa Teknik Informatika
Diketahui:- Kalkulus IV: nilai A, 3 SKS
- Struktur Data: nilai B+, 4 SKS
- Basis Data: nilai A-, 3 SKS
- Bahasa Inggris: nilai B, 2 SKS
- Agama: nilai A, 2 SKS
Langkah:- Hitung bobot setiap mata kuliah: A=4.00, A-=3.70, B+=3.30, B=3.00.
- Kalkulus: 3 x 4.00 = 12.00
- Struktur Data: 4 x 3.30 = 13.20
- Basis Data: 3 x 3.70 = 11.10
- Bahasa Inggris: 2 x 3.00 = 6.00
- Agama: 2 x 4.00 = 8.00
- Total bobot x SKS = 50.30, total SKS = 14
- IPS = 50.30 / 14 = 3.59
Hasil: IPS semester 4 adalah 3.59 (predikat Sangat Memuaskan / Cum Laude jika konsisten).
โ Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda IPK dan IPS?
IPS (Indeks Prestasi Semester) hanya menghitung mata kuliah satu semester. IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) menjumlahkan semua mata kuliah sejak semester 1. IPK menentukan predikat kelulusan dan syarat beasiswa, sedangkan IPS dipakai untuk evaluasi semester berjalan dan menentukan jatah SKS semester berikutnya.
Berapa IPK minimum untuk Cum Laude?
Berdasarkan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020, predikat Pujian (Cum Laude) untuk S1 diberikan jika IPK 3.51-4.00 dengan masa studi maksimal n tahun (8 semester untuk reguler). Sangat Memuaskan untuk IPK 3.01-3.50 dan Memuaskan untuk IPK 2.76-3.00. Kampus dapat menambahkan syarat lain seperti tidak ada nilai mengulang.
Bagaimana konversi IPK Indonesia ke skala 4.00 AS?
Skala 4.00 Indonesia umumnya kompatibel dengan skala 4.00 AS karena keduanya memakai bobot A=4.00. WES (World Education Services) menggunakan konversi langsung untuk transkrip Indonesia. Untuk beasiswa AS, persentase juga sering diminta dengan rumus IPK / 4 x 100, jadi IPK 3.50 setara 87.5%.
Apakah mata kuliah mengulang menurunkan IPK?
Tergantung kebijakan kampus. Umumnya nilai terbaik yang masuk ke transkrip dan perhitungan IPK kumulatif, tetapi beberapa kampus memakai rata-rata atau nilai terakhir. Cek pedoman akademik kampus Anda. SKS yang diulang tetap dihitung satu kali dalam total SKS kumulatif.
Bagaimana cara menaikkan IPK yang sudah jatuh?
Hitung target IPK pakai tab Target di kalkulator ini. Strategi: ambil SKS lebih banyak di semester dengan mata kuliah favorit (efek leverage), ulang mata kuliah dengan nilai C atau D, dan fokus pada mata kuliah ber-SKS besar (4 SKS) karena dampaknya ke IPK lebih besar daripada mata kuliah 2 SKS.
๐ Sumber & referensi
Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026