๐Ÿฆ

Kalkulator Deposito

Hitung bunga deposito berjangka setelah pajak PPh Final 20%. Simulasi keuntungan deposito bank.

KEUANGAN

Kalkulator Deposito menghitung keuntungan deposito berjangka setelah dipotong pajak bunga.

Menghitung bunga kotor, pajak PPh Final 20% (untuk deposito di atas Rp 7,5 juta), dan bunga bersih yang diterima. Mendukung tenor 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan. Deposito di bawah Rp 7,5 juta bebas pajak sesuai PP 123/2015.

Disklaimer: Suku bunga aktual bervariasi antar bank. Deposito dijamin LPS maksimal Rp 2 miliar per nasabah per bank dengan suku bunga wajar. .

Kalkulator Deposito

Hitung bunga deposito, pajak PPh Final, dan total dana yang Anda terima di akhir tenor. Sesuai ketentuan PP 123/2015 dan batas jaminan LPS.

Deposito di bawah Rp 7.500.000 bebas pajak bunga.

Tentang Deposito & Aturan Pajak

Apa itu Deposito?Deposito adalah produk simpanan bank dengan jangka waktu tertentu (tenor). Uang tidak dapat dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa dikenakan penalti. Imbal hasil berupa bunga tetap yang lebih tinggi dari tabungan biasa.
Pajak Bunga Deposito (PPh Final)Berdasarkan PP 123/2015, bunga deposito dikenakan PPh Final 20%. Pengecualian: deposito yang ditempatkan di bawah Rp 7.500.000 bebas pajak. Pajak langsung dipotong bank saat pembayaran bunga.
Jaminan LPSLembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan nasabah maksimal Rp 2.000.000.000 (2 miliar) per nasabah per bank, selama suku bunga deposito tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS yang ditetapkan setiap periode.
Tips Memilih DepositoBandingkan suku bunga antar bank, perhatikan biaya penalti pencairan lebih awal, dan pastikan bank terdaftar di OJK. Deposito berjangka panjang umumnya menawarkan bunga lebih tinggi. Pertimbangkan deposito berjenjang (roll-over) untuk likuiditas optimal.

Catatan: Kalkulator ini menggunakan bunga sederhana (simple interest) sesuai mekanisme deposito umum di Indonesia. Suku bunga aktual dapat berbeda-beda tiap bank dan sewaktu-waktu dapat berubah. Hasil perhitungan bersifat estimasi dan bukan penawaran investasi.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Masukkan jumlah pokok deposito dalam Rupiah. Minimum biasanya Rp 8.000.000 di bank umum.
  2. Pilih tenor (jangka waktu): 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan sesuai produk bank.
  3. Masukkan suku bunga deposito per tahun (% p.a.) sesuai penawaran bank. Cek LPS rate sebagai acuan.
  4. Pilih perlakuan bunga: ditarik tunai (non-compound) atau di-roll over dengan pokok (compound).
  5. Klik Hitung untuk melihat bunga kotor, pajak PPh Final 20% (jika pokok > Rp 7,5 juta), dan bunga bersih.
  6. Bandingkan dengan tingkat inflasi untuk memastikan return riil positif. Pastikan bank dijamin LPS (saldo s.d. Rp 2 miliar).

Bunga Deposito & Pajak PPh Final

Bunga Kotor = P ร— r ร— (t/12); Pajak = Bunga Kotor ร— 20% (jika P > Rp 7,5 juta); Bunga Bersih = Bunga Kotor - Pajak
  • P = pokok deposito (Rp)
  • r = suku bunga per tahun (desimal, contoh 5% = 0,05)
  • t = tenor dalam bulan
  • 20% = tarif PPh Final atas bunga deposito sesuai PP 131/2000 jo PP 123/2015

Deposito โ‰ค Rp 7,5 juta bebas PPh Final. Untuk roll over, bunga bersih ditambahkan ke pokok periode berikutnya (compounding).

Contoh: Deposito Rp 100 juta tenor 12 bulan, bunga 5,5% p.a.

Diketahui:
  • Pokok P = Rp 100.000.000
  • Tenor t = 12 bulan
  • Suku bunga r = 5,5% per tahun
  • PPh Final = 20% (pokok > Rp 7,5 juta)
Langkah:
  1. Bunga Kotor = 100.000.000 ร— 0,055 ร— (12/12) = Rp 5.500.000
  2. Pajak PPh Final = 5.500.000 ร— 20% = Rp 1.100.000
  3. Bunga Bersih = 5.500.000 - 1.100.000 = Rp 4.400.000
  4. Total diterima = 100.000.000 + 4.400.000 = Rp 104.400.000
  5. Effective net yield = 4.400.000 / 100.000.000 = 4,4% per tahun

Hasil: Bunga bersih Rp 4,4 juta atau yield bersih 4,4% per tahun. Jika inflasi 3,5%, return riil hanya 0,9%, relatif aman tapi rendah dibanding instrumen pasar modal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah deposito di bawah Rp 7,5 juta benar-benar bebas pajak?
Ya, sesuai PP 123/2015 yang merevisi PP 131/2000, deposito dengan nilai โ‰ค Rp 7,5 juta dikecualikan dari PPh Final 20%. Aturan ini berlaku per rekening per bank. Jika Anda punya 2 deposito masing-masing Rp 7 juta di bank yang sama, totalnya Rp 14 juta tapi tetap bebas pajak karena masing-masing di bawah ambang. Banyak bank meminta NPWP sebagai prasyarat pembukaan deposito.
Berapa bunga deposito yang dijamin LPS?
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan tingkat bunga penjaminan yang ditinjau berkala. Per 2024-2025, tingkat bunga penjaminan untuk Rupiah di bank umum sekitar 4,25% per tahun. Deposito dengan bunga di atas LPS Rate tidak dijamin. LPS menjamin saldo maksimum Rp 2 miliar per nasabah per bank, asalkan bunga di bawah LPS Rate dan tidak terlibat tindak pidana perbankan.
Apa beda deposito ARO dan non-ARO?
ARO (Automatic Roll Over) berarti deposito otomatis diperpanjang dengan tenor sama saat jatuh tempo. Ada dua jenis: ARO Pokok (hanya pokok diperpanjang, bunga ditransfer ke rekening) dan ARO Pokok + Bunga (bunga digabung pokok, efek compounding). Non-ARO berarti deposito cair otomatis ke rekening tabungan saat jatuh tempo. Pilih ARO Pokok+Bunga jika ingin pertumbuhan compounding maksimal.
Apakah deposito bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?
Bisa, tapi dikenakan penalti (early withdrawal penalty) yang biasanya berupa pemotongan bunga sebagian atau seluruhnya, dan terkadang denda tambahan 0,5%-1% dari pokok. Penalti bervariasi tiap bank, cek slip pembukaan. Karena itu, hanya depositokan dana yang tidak akan dibutuhkan selama tenor. Untuk dana darurat, gunakan tabungan biasa atau deposito on call.
Lebih untung deposito atau reksa dana pasar uang?
Reksa dana pasar uang (RDPU) sering memberi return 4-6% per tahun, sebanding atau sedikit lebih tinggi dari deposito, bebas pajak penghasilan untuk investor individu, dan likuid (bisa dicairkan 1-3 hari kerja tanpa penalti). Deposito lebih terjamin (dijamin LPS sampai Rp 2 miliar), sementara RDPU dijamin terbatas oleh kualitas instrumen di dalamnya. Untuk dana tujuan jelas dan tenor pendek, RDPU sering lebih praktis.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026