Kalkulator bunga majemuk (compound interest) untuk perencanaan investasi dan tabungan jangka panjang. Hitung kekuatan bunga berbunga yang dijuluki Einstein sebagai "keajaiban dunia kedelapan".
Tiga tab: hitung Future Value (FV) dengan kontribusi bulanan opsional dan tabel pertumbuhan tahunan, hitung Present Value (PV) atau modal awal yang dibutuhkan, dan hitung lama waktu untuk mencapai target. Mendukung frekuensi majemuk harian, mingguan, bulanan, kuartalan, semi-tahunan, dan tahunan.
Disklaimer: Kalkulator ini berasumsi suku bunga konstan dan tidak memperhitungkan inflasi atau pajak. Hasil aktual investasi dapat bervariasi. .
Informasi kalkulator
๐ Cara menggunakan kalkulator ini
- Pilih tab Future Value untuk menghitung nilai masa depan dari modal awal yang Anda miliki sekarang.
- Masukkan modal awal (Principal) dalam rupiah, suku bunga tahunan dalam persen (misal 7), dan jangka waktu dalam tahun.
- Pilih frekuensi bunga majemuk: harian (n=365), bulanan (n=12), atau tahunan (n=1); semakin sering, hasil sedikit lebih besar.
- Isi kontribusi bulanan opsional (misal Rp 1.000.000) jika Anda berencana menambah investasi rutin.
- Untuk menghitung kebutuhan modal awal demi target tertentu, gunakan tab Present Value; untuk durasi, gunakan tab Time.
- Tips: bandingkan dengan inflasi BPS (rata-rata 3-4%/tahun) untuk mengetahui return riil.
๐งฎ Bunga Majemuk dengan dan tanpa Kontribusi
FV = P(1 + r/n)^(nt) + PMT * [((1 + r/n)^(nt) - 1) / (r/n)] ; PV = FV / (1 + r/n)^(nt) ; t = ln(FV/P) / (n * ln(1 + r/n))
- P: principal atau modal awal (Rp)
- r: suku bunga tahunan dalam desimal (7% = 0.07)
- n: jumlah pemajemukan per tahun (12 untuk bulanan)
- t: jangka waktu dalam tahun
- PMT: kontribusi rutin per periode (Rp)
- FV: future value, PV: present value
Aturan 72 (Rule of 72) memberi perkiraan cepat: waktu untuk uang menjadi dua kali lipat dengan bunga r% per tahun adalah 72/r tahun. Contoh r = 8% maka doubling time sekitar 9 tahun.
๐ก Contoh: Investasi Rp 10 juta plus Rp 1 juta/bulan selama 10 tahun di reksadana 8%
Diketahui:- P = Rp 10.000.000
- PMT = Rp 1.000.000 per bulan
- r = 8% = 0.08
- n = 12 (bulanan), t = 10 tahun
Langkah:- Faktor (1 + 0.08/12)^(12*10) = (1.00667)^120 = 2.2196
- FV dari P = 10.000.000 x 2.2196 = Rp 22.196.000
- FV dari PMT = 1.000.000 x ((2.2196 - 1) / 0.00667) = 1.000.000 x 182.95 = Rp 182.946.000
- Total FV = 22.196.000 + 182.946.000 = Rp 205.142.000
- Total kontribusi = 10.000.000 + (1.000.000 x 120) = Rp 130.000.000
- Profit bunga = 205.142.000 - 130.000.000 = Rp 75.142.000
Hasil: Setelah 10 tahun, portofolio bernilai Rp 205,1 juta dengan keuntungan Rp 75,1 juta dari bunga majemuk.
โ Pertanyaan yang sering diajukan
Apa perbedaan bunga majemuk dan bunga tunggal?
Bunga tunggal hanya dihitung dari pokok awal sepanjang waktu (linear), sedangkan bunga majemuk dihitung dari pokok plus bunga yang terakumulasi (eksponensial). Selisihnya kecil di tahun-tahun awal tetapi sangat besar dalam jangka panjang. Misal Rp 10 juta dengan bunga 7% selama 30 tahun: tunggal jadi Rp 31 juta, majemuk jadi Rp 76 juta.
Frekuensi pemajemukan mana yang terbaik?
Secara teori, semakin sering pemajemukan, semakin besar hasil; tetapi bedanya kecil sekali. Bunga 6% tahunan menghasilkan 6%; pemajemukan bulanan jadi 6.17%; harian jadi 6.18%; kontinu (e^r) jadi 6.184%. Yang lebih penting di Indonesia adalah suku bunga efektif (effective annual rate) yang harus diungkap bank/lembaga sesuai POJK perlindungan konsumen.
Bagaimana inflasi mempengaruhi bunga majemuk?
Hasil bunga majemuk perlu disesuaikan dengan inflasi untuk mendapat return riil. Rumusnya: return_riil = (1 + nominal) / (1 + inflasi) - 1. Jika investasi memberi 8% dan inflasi 3.5%, return riil hanya sekitar 4.35%. BPS mempublikasikan data inflasi bulanan; rata-rata inflasi Indonesia 2015-2024 sekitar 3%.
Apa pengertian aturan 72 (Rule of 72)?
Aturan 72 adalah estimasi cepat untuk menghitung waktu yang dibutuhkan uang menjadi dua kali lipat: bagi 72 dengan suku bunga tahunan. Bunga 6% berarti doubling time sekitar 12 tahun; bunga 12% sekitar 6 tahun. Akurat untuk suku bunga 4-10%. Rumus eksaknya pakai logaritma: t = ln(2)/ln(1+r).
Instrumen apa di Indonesia yang menerapkan bunga majemuk?
Deposito berjangka dengan opsi roll-over otomatis (bunga ditambahkan ke pokok), tabungan berjangka, obligasi pemerintah seri SBR/SR (kupon dapat diinvestasikan ulang), reksadana yang reinvest dividen, dan produk asuransi unit-link. Reksadana saham historis di Indonesia memberi return rata-rata 10-13% per tahun dalam 10 tahun terakhir menurut data OJK dan KSEI.
๐ Sumber & referensi
Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026