📊

Kalkulator ARA & ARB Saham BEI

Hitung batas Auto Reject Atas (ARA) dan Auto Reject Bawah (ARB) saham BEI. Dilengkapi fraksi harga, simulasi P/L, dan proyeksi ARA/ARB berturut-turut.

KEUANGAN

Kalkulator ARA & ARB Saham BEI menghitung batas harga Auto Reject Atas (ARA) dan Auto Reject Bawah (ARB) berdasarkan harga penutupan saham dan aturan fraksi harga OJK/BEI 2023.

Mendukung pasar reguler (±10%) dan pasar akselerasi (±35%). Dilengkapi simulasi untung/rugi jika saham menyentuh ARA atau ARB, dan proyeksi harga apabila saham mengalami ARA atau ARB berturut-turut hingga 5 hari.

Disklaimer: Bukan rekomendasi investasi. Gunakan hanya sebagai alat bantu analisis. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. .

Kalkulator ARA & ARB Saham 2026

Hitung batas Auto Reject Atas (ARA) dan Auto Reject Bawah (ARB) saham BEI berdasarkan harga penutupan, fraksi harga, dan jenis pasar.

Masukkan harga penutupan (closing price) hari sebelumnya.
Pasar Akselerasi untuk saham papan akselerasi (biasanya emiten kecil/startup). Default: Pasar Reguler.
Isi jika ingin melihat estimasi untung/rugi apabila saham menyentuh ARA atau ARB.

Panduan ARA & ARB Saham BEI

Apa itu ARA dan ARB?Auto Reject Atas (ARA) adalah batas harga tertinggi yang boleh dicapai saham dalam satu hari perdagangan. Auto Reject Bawah (ARB) adalah batas harga terendahnya. Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan mekanisme ini untuk mencegah fluktuasi harga yang terlalu ekstrem dan melindungi investor. Jika harga mencapai ARA/ARB, order beli/jual pada harga tersebut akan ditolak (auto reject) oleh sistem.

Tabel Fraksi Harga (Tick Size) BEI 2023

Kelompok HargaFraksi (Tick)Batas ARA/ARB
< Rp 200Rp 1±10%
Rp 200 – < Rp 500Rp 2±10%
Rp 500 – < Rp 2.000Rp 5±10%
Rp 2.000 – < Rp 5.000Rp 10±10%
Rp 5.000+Rp 25±10%
Fraksi harga menentukan kelipatan harga yang valid. Contoh: saham Rp 1.500 berfraksi Rp 5, sehingga harga valid adalah 1.495, 1.500, 1.505, dst.
Pasar RegulerBerlaku untuk sebagian besar saham di papan utama, papan pengembangan, dan papan ekonomi baru. Batas perubahan harga: ±10% dari harga penutupan sebelumnya.
Pasar AkselerasiKhusus saham di papan akselerasi — biasanya emiten kecil atau startup. Batas lebih lebar: ±35% per hari. Volatilitas lebih tinggi, risiko lebih besar.
Tips untuk Investor
  • Jangan kejar saham yang sudah ARA. Harga di batas atas sangat berisiko karena tidak ada jaminan dapat terbeli, dan saat dibuka esok hari bisa langsung turun.
  • Pahami fraksi untuk order yang efisien. Memasang order di harga yang bukan kelipatan fraksi akan ditolak oleh sistem BEI.
  • ARA berturut-turut tidak linear. Setiap hari ARA dihitung ulang dari penutupan hari itu (compound), sehingga kenaikan 5 hari ARA lebih dari 50%.
  • ARB dan cut loss. Jika saham berpotensi ARB terus, pertimbangkan cut loss lebih awal sebelum harga terperangkap di batas bawah.
  • Cek papan saham emiten. Pastikan apakah saham termasuk pasar reguler atau akselerasi sebelum menggunakan kalkulator ini.
Mekanisme Auto Reject BEISistem JATS (Jakarta Automated Trading System) secara otomatis menolak order beli di atas ARA dan order jual di bawah ARB. Order yang sudah masuk antrean di harga ARA/ARB tetap dapat dieksekusi jika ada counterparty. Mekanisme ini berlaku di sesi pra-pembukaan, sesi I (09:00–12:00), sesi II (13:30–15:49), dan sesi pra-penutupan (15:50–16:00).
Disclaimer: Informasi dan kalkulasi di halaman ini bersifat edukatif dan estimasi semata. Bukan rekomendasi investasi. Kalkulator.click tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi di sini. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum berinvestasi.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Masukkan harga acuan saham (biasanya harga penutupan hari sebelumnya).
  2. Pilih jenis pasar: Reguler (batas ±10% sesuai SEOJK 13/2023) atau Akselerasi (±35%).
  3. Klik hitung untuk melihat batas Auto Reject Atas (ARA) dan Auto Reject Bawah (ARB).
  4. Lihat proyeksi harga jika saham ARA atau ARB berturut-turut 2-5 hari.
  5. Masukkan jumlah lot yang dimiliki untuk simulasi profit/loss saat ARA atau rugi saat ARB.
  6. Periksa fraksi harga yang berlaku di rentang harga acuan untuk validasi order.

Batas Auto Reject BEI (SEOJK 13/2023)

ARA = Harga Acuan × (1 + batas %); ARB = Harga Acuan × (1 - batas %)
  • Pasar Reguler: batas ±10% untuk semua rentang harga
  • Pasar Akselerasi: batas ±35% untuk saham baru IPO
  • Harga Acuan = harga penutupan hari bursa sebelumnya
  • Hasil dibulatkan ke fraksi harga: <Rp200 = Rp1, Rp200-499 = Rp2, Rp500-1.999 = Rp5, Rp2.000-4.999 = Rp10, ≥Rp5.000 = Rp25
  • Saham harga ≤Rp50 tidak terkena auto reject

Aturan ini berlaku sejak 4 September 2023 menggantikan aturan asimetris 35%-7% saat pandemi.

Contoh: Saham TLKM dengan harga acuan Rp 3.000 di pasar reguler

Diketahui:
  • Harga acuan = Rp 3.000
  • Pasar Reguler, batas ±10%
  • Fraksi harga di rentang Rp 2.000-4.999 = Rp 10
Langkah:
  1. ARA = 3.000 × (1 + 10%) = 3.300, bulatkan ke fraksi Rp 10 = Rp 3.300
  2. ARB = 3.000 × (1 - 10%) = 2.700, bulatkan ke fraksi Rp 10 = Rp 2.700
  3. Jika ARA berturut-turut: Hari 1 = 3.300, Hari 2 = 3.630, Hari 3 = 3.990
  4. Jika ARB berturut-turut: Hari 1 = 2.700, Hari 2 = 2.430, Hari 3 = 2.190
  5. Punya 100 lot (10.000 lembar) di Rp 3.000, modal Rp 30 juta
  6. Profit ARA = (3.300 - 3.000) × 10.000 = Rp 3.000.000 (+10%)

Hasil: ARA di Rp 3.300, ARB di Rp 2.700. Pemilik 100 lot bisa untung Rp 3 juta jika ARA atau rugi Rp 3 juta jika ARB.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda aturan auto reject lama (asimetris) dan baru (simetris)?
Aturan lama (2020-2023) bersifat asimetris untuk melindungi pasar saat pandemi: ARA 25-35% tapi ARB hanya 7%. Aturan baru SEOJK 13/2023 yang berlaku 4 September 2023 bersifat simetris ±10% untuk pasar reguler. Tujuannya mengembalikan keseimbangan pasar dan meningkatkan likuiditas. Pasar akselerasi (saham baru IPO 5 hari pertama) tetap ±35% untuk akomodasi price discovery.
Apa itu pasar akselerasi dan kapan berlaku?
Pasar akselerasi adalah pasar khusus untuk saham yang baru pertama kali tercatat di BEI (IPO) selama 5 hari bursa pertama. Batas auto reject diperlebar ±35% untuk memberi ruang price discovery sesuai permintaan-penawaran pasar. Setelah 5 hari, saham masuk ke pasar reguler dengan batas ±10%. Saham yang melakukan stock split, reverse split, atau corporate action signifikan juga bisa masuk pasar akselerasi sementara.
Mengapa saham tetap bisa naik/turun lebih dari 10% dalam sehari?
Beberapa kondisi memungkinkan saham bergerak di luar batas ±10%: saham di pasar akselerasi (±35%), saham harga ≤Rp50 yang tidak terkena auto reject, atau saham yang sudah ARA/ARB lalu BEI menerapkan suspension dan pembukaan kembali dengan harga acuan baru. Selain itu, perdagangan negosiasi (pasar tunai) memiliki aturan berbeda dari pasar reguler.
Apakah saham ARA/ARB pasti bisa dibeli/dijual?
Tidak. ARA/ARB hanya menetapkan batas harga, bukan jaminan eksekusi. Saat saham ARA, banyak antrian beli di harga tertinggi tapi sedikit yang jual - sulit dapat lot. Sebaliknya ARB, banyak antrian jual tapi sedikit pembeli - sulit lepas. Antrian first-in-first-out (FIFO), jadi yang order duluan dapat prioritas. Saham ARA/ARB berhari-hari sering tanda manipulasi pasar atau kabar fundamental signifikan.
Bagaimana cara memprediksi saham akan ARA?
Saham ARA biasanya didorong: berita fundamental positif (laba meningkat tajam, akuisisi, kontrak besar), aksi korporasi (stock split, dividen besar, right issue diskon), euforia sektoral (bansos memicu saham consumer), atau spekulasi market mover. Pola teknikal seperti breakout volume tinggi setelah konsolidasi juga indikator. Namun ARA pada saham gorengan (kapitalisasi kecil, fundamental lemah) berisiko jebakan: setelah ARA berhari-hari, sering diikuti ARB beruntun.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026