🌫️

Kalkulator AQI (Air Quality Index)

Konversi PM2.5/PM10 ke AQI EPA, kategori & rekomendasi kesehatan, panduan masker, dan sizing air purifier (CADR).

KESEHATAN

Kalkulator AQI (Air Quality Index) untuk konversi konsentrasi polutan udara ke kategori standar EPA dan rekomendasi kesehatan.

Empat tab: hitung AQI dari PM2.5/PM10/O3/NO2/SO2/CO, kategori & rekomendasi kesehatan (Good→Hazardous), panduan masker (surgical/KN95/N95), dan sizing air purifier (CADR).

Disklaimer: Data AQI real-time tersedia di IQAir, BMKG, atau aplikasi cuaca. Konsultasikan dokter jika ada gejala pernapasan. .

Kalkulator AQI (Air Quality Index)

Hitung Air Quality Index (AQI) dari konsentrasi PM2.5, PM10, O3, NO2, SO2, dan CO menggunakan formula EPA. Dapatkan kategori kualitas udara, rekomendasi kesehatan, jenis masker, dan ukuran air purifier yang sesuai untuk ruangan Anda.

Konsentrasi Polutan
Tentang AQI

Air Quality Index (AQI) adalah indeks standar dari US EPA untuk melaporkan kualitas udara harian. AQI dihitung dari konsentrasi 6 polutan utama: PM2.5, PM10, ozon (O3), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), dan nitrogen dioksida (NO2). Indonesia menggunakan ISPU (skala 0-300) yang serupa namun dengan breakpoints berbeda. WHO 2021 merekomendasikan PM2.5 tahunan maksimal 5 µg/m³, jauh lebih ketat dari standar EPA.

Sumber Referensi
  • US EPA Technical Assistance Document for Reporting AQI (2024)
  • WHO Global Air Quality Guidelines (2021)
  • BMKG Indonesia - ISPU monitoring real-time
  • IQAir.com - global AQI tracker
  • AHAM (Association of Home Appliance Manufacturers) - CADR standard
Data AQI lokasi spesifik harus diambil dari BMKG, IQAir, atau sensor pribadi (PurpleAir, AirVisual). Hasil kalkulator ini berdasarkan konsentrasi yang Anda masukkan. Kondisi medis tertentu (asma, COPD, kehamilan) memerlukan konsultasi dokter. Perhitungan CADR adalah estimasi minimum; pilih purifier dengan CADR ≥ kebutuhan.

Informasi kalkulator

Cara menggunakan kalkulator ini

  1. Pilih polutan yang ingin dihitung: PM2.5, PM10, ozon (O3), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), atau karbon monoksida (CO).
  2. Masukkan konsentrasi polutan dengan unit yang benar: PM2.5/PM10 dalam ug/m3, gas (O3/NO2/SO2) dalam ppb, CO dalam ppm.
  3. Pilih durasi pengukuran: PM2.5 24-jam, O3 8-jam, CO 8-jam, NO2/SO2 1-jam (sesuai EPA standar).
  4. Kalkulator akan konversi ke index AQI (0-500) dan menunjukkan kategori warna dari Good (hijau) sampai Hazardous (merah marun).
  5. Untuk tab rekomendasi kesehatan, masukkan kondisi: sehat, anak-anak, lansia, asma, penyakit jantung, ibu hamil.
  6. Untuk panduan masker, AQI <100 cukup surgical, 100-200 KN95, 200-300 N95, >300 hindari aktivitas luar.
  7. Untuk sizing air purifier, masukkan luas ruangan (m2) dan tinggi langit-langit untuk hitung CADR yang dibutuhkan.

EPA AQI Linear Interpolation

AQI = ((I_hi - I_lo) / (BP_hi - BP_lo)) x (C - BP_lo) + I_lo
  • C = konsentrasi polutan terukur
  • BP_hi = batas atas breakpoint konsentrasi mengandung C
  • BP_lo = batas bawah breakpoint konsentrasi mengandung C
  • I_hi = AQI atas breakpoint
  • I_lo = AQI bawah breakpoint
  • AQI akhir = nilai tertinggi dari semua polutan yang dihitung

Kategori EPA: 0-50 Good (hijau), 51-100 Moderate (kuning), 101-150 USG (oranye), 151-200 Unhealthy (merah), 201-300 Very Unhealthy (ungu), 301-500 Hazardous (marun). WHO 2021 guideline lebih ketat: PM2.5 tahunan 5 ug/m3 (vs EPA 12).

Contoh: Hitung AQI Jakarta saat polusi tinggi PM2.5 75 ug/m3

Diketahui:
  • Polutan: PM2.5
  • Konsentrasi 24-jam: 75 ug/m3
  • Breakpoint EPA: 55.5-150.4 ug/m3 = AQI 151-200 (Unhealthy)
Langkah:
  1. BP_lo = 55.5, BP_hi = 150.4.
  2. I_lo = 151, I_hi = 200.
  3. AQI = ((200-151)/(150.4-55.5)) x (75-55.5) + 151.
  4. AQI = (49/94.9) x 19.5 + 151 = 0.5163 x 19.5 + 151.
  5. AQI = 10.07 + 151 = 161.
  6. Kategori: Unhealthy (merah).

Hasil: AQI 161 - Unhealthy. Seluruh populasi mungkin mengalami efek kesehatan; kelompok sensitif (asma, lansia, anak) efek serius. Rekomendasi: hindari aktivitas outdoor berat, pakai masker N95 jika harus keluar, nyalakan air purifier indoor dengan CADR 200+ untuk ruangan 20 m2.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda AQI EPA dan AQI WHO?
EPA AQI (Amerika) memakai skala 0-500 dengan breakpoint PM2.5 24-jam 35 ug/m3 untuk Moderate. WHO 2021 guideline jauh lebih ketat: PM2.5 24-jam aman <15 ug/m3, tahunan <5 ug/m3. AQI Indonesia (ISPU dari KLHK) menggunakan skala 0-500 mirip EPA tapi dengan breakpoint berbeda. Pakai EPA AQI untuk konsistensi global, atau WHO untuk standar kesehatan lebih ketat.
Apakah masker kain cukup untuk polusi udara?
Tidak cukup untuk PM2.5. Masker kain memfilter ~30-50% partikel >3 mikron, sedangkan PM2.5 berukuran <2.5 mikron lewat tembus. Untuk perlindungan efektif: surgical mask 60-80% untuk PM2.5, KN95/KF94 90-95%, N95 95%+. Pastikan fitting rapat di hidung dan dagu - kebocoran samping membuat filtrasi turun drastis. Ganti masker setiap 8 jam pemakaian aktif.
Berapa AQI yang aman untuk anak-anak?
WHO dan AAP merekomendasikan AQI <50 (Good) untuk paparan jangka panjang anak. Pada AQI 51-100 (Moderate), aktivitas luar masih aman tapi batasi anak dengan asma. AQI >100 (USG) sebaiknya batasi outdoor play; AQI >150 (Unhealthy) pindahkan ke indoor dengan air purifier. Paparan PM2.5 anak >10 ug/m3 jangka panjang terkait dengan asma, penurunan fungsi paru, dan gangguan kognitif (Schultz 2017).
Bagaimana cara hitung CADR air purifier yang tepat?
Rumus AHAM: CADR (cfm) = volume_ruangan x ACH_target / 60. ACH target 4-5 untuk polusi tinggi. Contoh ruangan 4x5x3 m = 60 m3 = 2.119 ft3, dengan ACH 5 = CADR 177 cfm minimal. Lebih konservatif: pakai 2/3 rule - CADR (cfm) = 2/3 x luas_ruangan (sqft). Pilih unit dengan True HEPA H13 (filter 99.97% partikel 0.3 mikron) plus karbon aktif untuk VOC dan asap.
Apakah AQI mempertimbangkan semua polutan sekaligus?
AQI EPA menghitung 5 polutan kriteria (PM2.5, PM10, O3, NO2, SO2, CO) secara terpisah dan mengambil nilai tertinggi sebagai overall AQI. Misal jika PM2.5 AQI 161 dan O3 AQI 80, overall AQI = 161 (kategori Unhealthy). Sistem real-time station ukur banyak polutan simultan via sensor optik (PM), elektrokimia (gas), dan UV photometry (O3). Aplikasi seperti AirVisual dan PurpleAir memberi data crowdsourced.

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026