Kalkulator anuitas untuk perencanaan pinjaman, tabungan rutin, dan dana pensiun. Anuitas adalah serangkaian pembayaran tetap dalam interval waktu yang sama.
Tiga tab: cicilan anuitas (PMT) untuk pinjaman dengan tabel amortisasi lengkap dan visualisasi pokok vs bunga, tabungan rutin (FV) dengan pertumbuhan tahunan, dan dana pensiun (PV) untuk menghitung dana yang dibutuhkan agar bisa menarik penghasilan tetap selama periode tertentu.
Disklaimer: Kalkulator ini menggunakan metode anuitas (bunga efektif). Hasil dapat berbeda dengan metode flat rate yang umum digunakan di Indonesia. .
Informasi kalkulator
๐ Cara menggunakan kalkulator ini
- Pilih tab Cicilan untuk menghitung pembayaran rutin pinjaman (KPR, KKB, KTA) dengan bunga dan tenor yang diketahui.
- Masukkan pokok pinjaman dalam rupiah, suku bunga tahunan efektif, dan tenor dalam tahun atau bulan.
- Periksa tabel amortisasi yang menunjukkan komposisi pokok dan bunga setiap bulan, serta sisa pokok.
- Tab Tabungan Rutin: masukkan setoran bulanan, suku bunga, dan durasi untuk menghitung saldo akhir.
- Tab Dana Pensiun: masukkan kebutuhan penarikan bulanan saat pensiun dan durasi, kalkulator menghitung dana pokok yang dibutuhkan.
- Tips: bandingkan total bunga di berbagai tenor; tenor lebih panjang berarti cicilan ringan tetapi total bunga lebih besar.
๐งฎ Anuitas: Cicilan, Future Value, dan Present Value Penarikan
PMT_pinjaman = P * (i(1+i)^n) / ((1+i)^n - 1) ; FV_tabungan = PMT * (((1+i)^n - 1) / i) ; PV_pensiun = PMT * ((1 - (1+i)^-n) / i)
- P: pokok pinjaman (Rp)
- PMT: pembayaran per periode (Rp)
- i: suku bunga per periode (bulanan = tahunan/12)
- n: jumlah total periode (tenor dalam bulan)
Sistem anuitas yang dipakai bank Indonesia menjaga total cicilan tetap, tetapi komposisi bunga lebih besar di awal dan menurun di akhir. Lawannya adalah sistem flat (bunga tetap dari pokok awal) dan efektif (bunga dari sisa pokok).
๐ก Contoh: KPR Rp 500 juta, bunga 8.5% per tahun, tenor 15 tahun
Diketahui:- P = Rp 500.000.000
- Bunga tahunan = 8.5%, jadi i = 0.085/12 = 0.007083 per bulan
- n = 15 x 12 = 180 bulan
Langkah:- Hitung (1+i)^n = (1.007083)^180 = 3.5689
- Numerator = i * (1+i)^n = 0.007083 x 3.5689 = 0.02528
- Denominator = (1+i)^n - 1 = 2.5689
- PMT = 500.000.000 x (0.02528 / 2.5689) = 500.000.000 x 0.009842 = Rp 4.921.000
- Total pembayaran 15 tahun = 4.921.000 x 180 = Rp 885.780.000
- Total bunga = 885.780.000 - 500.000.000 = Rp 385.780.000
Hasil: Cicilan bulanan Rp 4.921.000; total bunga selama 15 tahun Rp 385,8 juta (77% dari pokok).
โ Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda sistem anuitas, efektif, dan flat?
Sistem anuitas: cicilan total tetap, bunga di awal lebih besar, dipakai untuk KPR dan KKB. Sistem efektif: bunga dihitung dari sisa pokok tiap bulan, total cicilan menurun, sering dipakai bank syariah dan KTA. Sistem flat: bunga dihitung dari pokok awal sepanjang waktu, cicilan tetap, biasanya untuk KKB dan multifinance dengan bunga nominal rendah tetapi bunga efektif jauh lebih tinggi.
Berapa idealnya rasio cicilan terhadap penghasilan?
Bank Indonesia dan OJK menyarankan total cicilan utang (debt service ratio) tidak melebihi 30-40% dari penghasilan bulanan. Untuk KPR sebagai cicilan utama, idealnya 25-30%. Rasio di atas 50% dianggap berisiko tinggi karena dapat mengganggu kebutuhan pokok dan dana darurat.
Apa itu suku bunga floating dan fixed pada KPR?
Suku bunga fixed: tetap selama periode awal (biasanya 1-5 tahun) sehingga cicilan pasti. Floating: mengikuti bunga acuan BI Rate plus margin bank, cicilan bisa naik-turun. Sebagian besar KPR Indonesia menggunakan kombinasi: fixed di awal, lalu floating. Bank wajib mengungkap skema ini di SBDK (Suku Bunga Dasar Kredit) yang dipublikasikan tiap bulan.
Bagaimana cara percepat pelunasan pinjaman anuitas?
Lakukan pelunasan dipercepat (early settlement) atau bayar pokok tambahan tiap bulan. Karena bunga dihitung dari sisa pokok di sistem anuitas, mengurangi pokok lebih awal memotong bunga signifikan. Periksa kontrak: beberapa bank mengenakan penalti 1-3% dari pokok yang dilunasi dipercepat dalam periode fixed-rate.
Berapa dana pensiun yang dibutuhkan untuk hidup nyaman?
Aturan 4% (4% rule) menyatakan: dana pensiun harus 25x pengeluaran tahunan untuk dapat ditarik 4% per tahun selama 30 tahun. Jika pengeluaran Rp 10 juta/bulan = Rp 120 juta/tahun, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 3 miliar. Di Indonesia, asumsikan return 6-8% dan inflasi 3-4%; kalkulator anuitas tab pensiun menyesuaikan input ini.
๐ Sumber & referensi
Terakhir diperbarui: 11 Mei 2026